Merasakan Lezatnya Martabak Mini Minul

Merasakan Lezatnya Martabak Mini Minul

Martabak, satu di antara makanan yang memiliki penggemar hampir dari seluruh lapisan masyarakat. Kini aneka macam modifikasi martabak mulai banyak Anda jumpai mulai dari aneka rasa hingga variasi bentuk dan ukurannya.

Pemilik Minul (Martabak Mini Menul), Eko Pujiono bersama istrinya, Suci Tuningsih melihat peluang bisnis martabak ini. pasalnya ukuran martabak yang besar, menginspirasi mereka untuk membuat martabak mini.

“Kita buat konsep martabak ini dengan tema yang lebih unik dan keratif. Sehingga martabak mini ini bisa dijadikan pengganti kue ulang tahun,” Ucap Eko di Ruang Humas Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Rabu (19/6/2019).

Dalam proses pembuatan martabak, kata Suci, tidak terlalu rumit, diawali dengan proses pembuatan adonan, pemanggangan, pembuat topping, selai hingga ke bagian hiasan diluar permukaanya.

“………..,”

Ia mengatakan pangsa pasar dalam bidang kuliner martabak ini masih sangat besar. Khususnya Minul untuk edisi promosi.

“Martabak ini cukup terjangkau, mulai paket S isi 6 pcs dengan harga 15 ribu. Untuk paket M isi 9 pcs harganya 23 ribu. Paket L isi 12 pcs harganya 30 ribu, dan paket XL isi 15 pcs harganya 36 ribu. Kita juga sedang pro dengan beli dua paket L dapat satu paket S, berlaku sampai 23 Juni 2019,” pungkasnya. (tgr)

10,555 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Singkirkan Kebiasaan Buruk

Singkirkan Kebiasaan Buruk

“Setelah wisuda dengan symbol lebaran, terbitlah la’allakum tattaqun.”

Tegar Roli A.

Lebaran memang sudah berlalu, namun suasana Ramadan masih melekat dalam pikiran dan perilaku kita yang menjalaninya. Salah satu nilai ibadah yang diajarkan dan ditanamkan adalah pengendalian diri.

Pengendalian diri ini berlaku baik terhadap kebutuhan dasar manusia maupun terhadap berbagai perilaku dan kebiasaan diri yang dipandang buruk. Akan lebih positif apabila kita dapat mengubah kebiasaan buruk, sehingga kita dapat menjadi manusia yang lebih baik. Atau dalam istilah agama Islam mencapai titik La’allakum Tattaqun.

Psikologi Agustine Dwiputri yang dikutip pada Harian Kompas edisi Sabtu Juni 2019 Hal. 19 mengatakan kebiasaan buruk adalah pola perilaku negative yang dianggap merusak kesehatan fisik atau mental seseorang dan sering dikaitkan dengan kurangnya kontrol diri. Contohnya menunda penyelesaian tugas, menghabiskan uang, tetlalu banyak, menggigit kuku, merokok, mengumpat dengan kata kasar, ataupun menggunakan gadget berlebihan.

Sebenarnya tidak mudah menentukan mana kebiasaan yang baik dan buruk karena berbeda antar-individu. Namun, ada beberapa kebiasaan umum yang bisa diterima dan tidak diterima oleh masyarakat. Secara sederhana, kebiasaan baik adalah kebiasaan yang membantu mengembangkan diri Anda dan memberi rasa puas tanpa menyakiti diri sendiri dan sesama manusia.

Mengubah Kebiasaan Buruk

Menghilangkan kebiasaan buruk bukanlah dengan menghentikannya, tetapi menggantinya dengan perilaku lain yang leih baik. (Bob Taibbi 2017).

Sejalan dengan ini, Darius Foroux (2019) menemukan cara yang lebih efektif untuk mengubah hidup dengan mengganti berbagai kebiasaan kita. Agak berbeda dengan pandangan sebelumnya, Foroux mengatakan, semua perilaku yang tidak memberi hasil positif adalah kebiasan buruk.

Terkadang, hal yang tidak kita lakukan justru merupakan kebiasaan buruk. Misalnya, saya menganggap kemalasan sebagai kebiasaan buruk. Jika anda terlalu malas untuk bangun dari tempat tidur dipagi hari , malas membersihkan tempat tidur di pagi hari, atau berolahraga, Anda bukanlah orang yang tidak berharga. Anda hanya punya kebiasan buruk yang harus Anda singkirkan.

Bukan berarti setiap orang memiliki ide ide yang sama tentang arti hidup. Akan tetapi, jika kita yakin bahwa tujuan hidup adalah agar berguna, kita perlu kebiasan yang tepat untuk mendukungnya.

Tiga Tips Singkirkan Kebiasaan Buruk

Kita semua tahu bahwa banyak perilaku kita yang buruk. Sederhananya, apa pun yang mencegah Anda menjadi berguna adalah kebiasan buruk. Kebiasan makan junk food, minuman alcohol, mengeluh, menjelajai media social terus-menerus, atau menyerang orang adalah hal-hal buruk. Kebiasaan ini tidak memberikan hasil yang positif. Tidak ada yang merasa senang setelah melakukan hal-hal itu. Namun, kita cenderung mengulangnya, sulit sekali menghentikannya.

Mari kita simak beberapa saran dari Foroux

  1. Nasihat disalahpahami

Kita cenderung membentuk kebiasaan kita berfokus pada suatu kebiasaan sajmembentuk kebiasaan kita berfokus pada suatu kebiasaan saja pada suatu waktu. Padahal, kita memiliki kemampuan unguk membentuk diri satu kebiasaan sekaligus.

Kritik paling umum tentang gagasan “membentuk suatu kebiasaan pada suatu waktu” untuk mengubah hidup Anda. Dalam beberapa hal, itu benar mengingat kadang diperlikan waktu berbulan-bulan untuk membentuk suatu kebiasaan. Mungkin juga perlu bertahun-tahun untuk membangun fondasi kebiasaan baik yang mendukung tujuan Anda.

Kita semua memang harus lebih sabar. Hal-hal yang baik akan dating pada waktunya. Hanya saja, banyak diantara kita yang banyak menyerah sebelum kita benar-benar membentuk suatu kebiasaan baik. Jika ita menghendikan suatu kebiasan baik, kita sering kembali ke perilaku lama kita dalam waktu singkat.

 

  1. Pendekatan lebih ekstrem

Mengganti kebiasaan buruk dengan kebiasaan baik bukanlah nasihat buruk. Masalahnya, kebanyakan dari kita hanya menerapkan saran itu pasa suatu kebiasaan pasa suatu waktu dan biasanya itu tidak berhasil.

Jika minum soda setiap hari dan makan makanan yang tidak sehat, apa yang akan terjadi jika ana berhenti minum? Jika anda mencoba menggantinya dengan terus makan permen, kripik kentang, atau burger, dalam waktu tidak lama kemudian Anda akan berpikir, “Soda pasti akan terasa enak dengan burger ini”.

Jika anda kecanduan mengkonsumsi berita di media social dan menonton acara televise, Anda tidak bisa “hanya” menyingkirkan aplikasi media social di ponsel Anda, lalu hanya menonton film di salah satu program televise. Sebelum Anda menyadarinya, Anda akan meng-instal ulang aplikasi tersebut dengan satu klik saja. Artinya, dengan mudah Anda akan kembali pada kebiasaan lama.

Jangan menggunakan cara itu. Sebaliknya, berkomitmenlah untuk berubah. Jika Anda benar-benar ingin menghendikan kebiassan buruk Anda, bersikaplah ekstrem pada diri sendiri. Jadi Anda harus menganggapnya lebih serius karena hidup kita adalah masalah serius.

Kita perlu mengingat bahwa jika Anda ingin menghendikan berbagai kebiasaan buruk, hentikan semuanya pada saat yang sama.

 

  1. Perlu gaya hidup yang berbeda

Semuanya bermuara pada satu pertanyaan. Seberapa serius Anda menjalani kehidupan yang bertujuan? Umumnya, kembali pada berbagai kebiasaan buruk terjadi karena suatu alasan.

Hidup itu sulit, kita mengalami kemunduran, stress, dan sakit hati sepanjang waktu. Reaksi alami kita adalah melepaskan diri dari tantangan tersebut. Kita kemudian berkata “Aku perlu bersantai dengan secangkir kopi di sofa”. Nah, di sini sebenarnya kita menipu diri sendiri.

Kita tengah berusaha melepaskan diri dari keputusan hidup. Di dalam diri kita, kita merasa kesepian dan kosong, lalu mencoba mengisinya dengan omong kosong.

Omong kosong itu berbeda untuk setiap orang. Saya mungkin membuka sekantong keriik kentang dan menonton film, Anda mungkin menelpon teman-teman sepanjang malam, dan yang lain mungkin membeli gawai terbaru.

Akan tetapi, jika kita ingin memberikan kontribusi dan membuat diri kita berguna di masa kehidupan yang singkat ini, kita sama-sama membutuhkan gaya hidup yang berbeda.

Kita perlu menjaga tubh dan pikiran kita. Kita pelu tidur nyenyak, makan sehar, berolahraga, membaca buku, merenung hidup kita, dan yang terpenting: jadilah seseorang yang dapat diandalkan orang lain. Kita tidak dapat melakukan hal ini dengan berbagai kebiasaan buruk.

 

  1. Apa berikutnya?

Pikiran tentang seberapa serius Anda menjalani kehidupan yang bermakna. Kemudian, kenali berbagai kebiasaan tidak produktif yang menghambat Anda. Setelah Anda mengidentifikasi kebiasaan itu, putuskan untuk menghentikan semuanya dan putuskan hal itu sekarang juga.

Anda tidak pelu membentuk hanya suatu kebiasaan pada suatu waktu. Jika Anda menghentikannya semua kebiasaan buruk Anda, Anda memiliki kemampuan mental untuk membentuk lebih dari satu kebiasaan sekaligus.

Hanya ada satu kebiasaan: focus pada suatu kebiasaan per area kehidupan Anda. Pembagian area tersebut adalah karir, Anda mungkin ingin tiba dikantor lebih awal setiap hari. Untuk kesehatan, Anda bisa berlari setiap hari. Untuk belajar, Anda dapat menghabiskan satu jam sehari untuk mempelajari keterampilan baru. Untuk hubungan interpersonal, Anda bisa mempraktikan perilaku menolong. Untuk uang, Anda dapat menghemat 20 persen dari penghasilan Anda.

Anda dapat melakukan semuanya dalam satu waktu tertentu. Hanya, peluang kesuksesan Anda akan berkurang ketika Anda akan mencoba untuk mengambil terlalu banyak.

Dapatkanlah Anda belajar banyak keterampilan secara bersamaan? Dapatkah Anda menyimpan uang untuk masa pensiun Anda dan membeli mobil baru? Mungkin dapat, tetapi Anda akan jauh lebih sukses jika melakukan satu hal pada satu waktu.

Selamat mencoba. Mohon maaf lahri dan batin.

2,341 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Yuks Jeprat-jepret di Kutabawa Flower

Yuks Jeprat-jepret di Kutabawa Flower

Aroma libur lebaran masih terasa. Kalua agenda piknik tengah bulan ini belum ada, ambil saja wakt sekejap untuk ke Purbalingga, Jawa Tengah. Purbalingga yang selalu punya sesuatu baru kini menawarkan aneka spot menarik untuk jeprat-jepret sembari makan atau menikmati sejuknya suasana. Tegar Roli A.

Kutabawa Flower bisa menjadi pilihan wisata sembari berburu foto di Purbalingga. Taman yang penuh dengan berbagai macam bunga ini menawarkan kesejukan suasana pegunungan.

Menandai Kutawaba Flower mudah. Terletak di Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, dibawah kakgi Gunung Slamet ini memiliki are ayang luas. Nama Kutabawa Flower itu karena terdapat barbagaimacam dan bentuk bunga yang bisa memanjakan mata dan suasana.

Didepan pintu gerbang utama terdapat semacam ruang santai keluarga yang dapat kamu manfaatkan untuk jeprat-jepret bersama keluarga atau teman sejawat.

“Disini banyak sekali tempat untuk sewa foto, udaranya segar dan pemandangannya bagus,” kata Tegar, salah satu pengunjung asal Desa Serayu Karanganyar, Purbalingga.

Kamu bisa ajak keluarga, kerabat atau pasangan untuk datang kesini. Bebas bergaya mengambil spot foto yang paling menarik. Lucunya, gadis kecil pun bisa mengambil foto selfee dengan latar belakang bunga-bunga yang indah. Tiket masuk pun tergolong murah, cukum membayar 10 ribu per kepala kamu bisa menikmati pemandangan dan suasana indah sepuasnya.

“Posisi di kaki Gunung Slamet ini yang menjadikan udara segar, dan banyak wisata yang sejalur dengan ini,” katanya lagi.

Dengan mengambil rute jalur pendakian Gunung Slamet kamu dapat dengan mudah menemukan tempat ini. Tidak hanya kendaraan roda dua, mobil dan bus pun bisa dengan mudah memasuki tempat ini.

“Aksesnya mudah, gampang dicari, dan hampir semua penduduk disekitar tau tempat tersebut. Jadi ketika bertanya sama warga bisa langsung ditunjukan, dan mudah ditemukan,” ungkapnya.

9,734 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

CINTAILAH PASANGANMU

CINTAILAH PASANGANMU

Diceritakan, sepasang suami istri tengah mendatangi seorang ustad yang terkenal bijak dalam perkara umat.

“Ustad.. tolong bantu kami ustd,,, kami sudah menikah lebih dari 20 th. Awalnya kami saling mencintai, setelah pernikahan berjalan lebih dari 20 th, lama kelamaan rasa cinta itu hilang,” katanya dengan wajah yang lesu.

“Kini, kami sudah tidak saling mencintai, ustad,, tolong berilah kami solusi,” tanyanya kepada sang ustad.

“Wahai saudaraku, cintailah pasanganmu,” jawab sang ustad singkat.

Mereka pun merasa bingung, justru itu masalahnya, maka ia mulai ulangi sekali lagi pertanyaannya.

“Ustad, kami sudah menikah selama lebih dari 20 th, dan kini kami sudah tidak saling mencintai lagi,” tanyanya lagi kepada sang ustad.

“Wahai saudaraku, cintailah pasanganmu,” jawab ustd itu yang kedua kalinya dengan tegas.

Merasa tidak puas lagi dengan jawabannya, ia bertanya lagi padanya. “Tapi ustd, saya sudah tidak lagi mencintai pasangan saya.!!

Dengan nada tinggi sang ustad pun menjawab, “Wahay saudaraku, cintailah pasanganmu. Kata CINTA bukan kata benda, dan bukan kata sifat YANG TIBA-TIBA ADA, tapi CINTA adalah kata KERJA, Kata KERJA yang harus di KERJAKAN, DIPERJUANGKAN dan TERUS MENERUS DIUPAYAKAN,” jawabnya tegas.

Seorang yang benar benar ingin mendapatkan betapa indahnya rasa CINTA, dia harus berjuang dan berusaha mencintai. BAGAIMANA MUNGKIN CINTA ITU BISA TUMBUH, jika tidak pernah ditanam dan BAGAIMANA MUNGKIN BISA BERBUAH, jika tidak pernah dipupuk, dirawat, dijaga.

SEORANG YANG BENAR-BENAR INGIN MENDAPATKAN BETAPA MANISNYA CINTA, harus bisa berjuang hingga sampai cinta itu berbuah,,,,

SUNGGUH..!! sering kita menginginkan CINTA, tanpa berusaha mencintai terlebih dahulu pasanganmu.

INGIN DIDENGAR, tanpa berusaha untuk mendengar. INGIN DIHARGAI, tanpa berusaha untuk menghargai.

SIAPA YANG MENANAM PASTILAH DIA AKAN MEMETIKNYA.

HIDUP INI ADALAH SEBAB AKIBAT, tanpa ada sebab, tidak mungkin ada akibatnya. YANG HARUS KITA LAKUKAN bukan meminta lalu memberi, tetapi BERIKANLAH maka anda AKAN MENDAPATKANNYA.

KARENA SATU BIJI YANG KITA TANAM PASTI AKAN ALLAH BERIKAN 700 BIJI ATAU LEBIH, KARENA ALLAH MENCINTAI MEREKA, DAN MEREKA MENCINTAI ALLAH.

Saya, Tegar Roli A, Pesantren Kepenulisan An Najah, menceritakan.

Sekian dan terimakasih…

(*cerita ini saya dapatkan dari ceramah seorang ustad waktu itu)

492 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

10 Karakteristik dan Ciri Pribadi yang Termanajemeni

10 Karakteristik dan Ciri Pribadi yang Termanajemeni

Pepatah mengatakan, lima jam orang yang tidak termanajemen, itu sama dengan lima menit orang yang ter manajemen dengan baik. Itulah kenapa kita harus belajar untuk memanajemen diri.

Dulu kita sempat berfikir, bahwa semua permasalahan yang muncul itu karena sistem pemerintah atau kapitalis yang memiliki modal, kita sering mencari kambing hitam, bahkan sampai Gajah Hitam pun ikut dipersoakan.

Akan tapi nyatanya musuh terbesar hari ini adalah melawan diri sendiri. Ya melawan kemalasan diri sendiri, melawan keinginan pribadi yang tak penting, dan sering kali melakukan sabotase diri.

Dari situ mari kita belajar bagaimana karakteristik dan ciri orang yang memiliki pribadi yang termanajemeni. Dengan mengutip bukunya Muhammad Abdul Jawwad yang berjudul “Menjadi Manajer Sukses” berikut saya paparkan beberapa poin penting yang perlu kita catat, diantaranya yaitu :

  1. Setiap hari menggunakan sebagian waktunya untuk berpikir tentang pekerjaannya, untuk kemudian membuat rancangannya itu. Hal itu dilakukan pada saat-saat tenang, bukan pada jam –jam penuh pekerjaan. Seperti misalnya, setelah maghrib, atau diwaktu sepertiga malam.
  2. Menentukan target-target yang ingin dicapai sekaligus dead line
  3. Menyiapkan jadwal kegiatan harian, menyusun pekerjaan sesuai dengan urutan prioritas, memberikan prioritas untuk pekerjaan-pekerjaan penting, dan menyesuaikan jadwal kerja harian pada waktu yang telah ditentukan.
  4. Membuat jadwal yang dilengkapi dengan waktu untuk hal yang tidak terduga sehingga dia dapat bersikap elastis ketika ada kepentingan mendadak atau kejadian yang tak terduga.
  5. Menyelesaikan tugas-tugas sulit dan mengganggu tanpa menunda.
  6. Tidak memeras tenaga berlebihan dan tanggung jawab pada dirinya jelas.
  7. Memiliki keteraturan dalam manajemen, harta, rumah, dan dokumen-dokumennya.
  8. Membangun pribadi yang cepat, tanggap, tenang, sabra, berperilaku baik, berotak encer, berpandangan jelas, memiliki langkah yang mantap, serta berkepribadian mantap dan percaya diri.
  9. Dapat memberikan banyak jawaban, pekerjaan dan keputusan dalam waktu singkat namun tetap bekerja dengan pedoman keteraturan: teliti, mudah dan cepat.
  10. Selalu bergerak sesuai dengan jadwal kerja dan tidak membiarkan keadaan mengatur dirinya.

Begitulah kira-kira sebagian kecil yang dapat saya paparkan dalam karakteristik dan ciri pribadi yang termanajemeni. Tantangan berat memang, jika kita melakukan itu semua, akan tetapi ayolah, buka lembaran-lembaran baru kehidupan, selagi masih muda kenapa tidak. Perbaharuilah harapan kita, niat kita, keinginan dan cita-cita kita, perkuatlah semangat, Majulah.!! Kia semua berhak untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Wasalam…

15,787 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Lima Makna dalam Bekerja

Lima Makna dalam Bekerja

Makan sekedar makan, babi pun bisa makan. Kerja sekedar kerja, Kera di hutan pun bisa bekerja. itu perumpamaan yang di ungkapkan oleh Sang Ulama Besar kita terdahulu, yaitu Buya Hamka. Artinya kita diminta untuk bekerja yang sunguh-sunggu. Tidak bekerja yang asal-asalan.

Ya kerja sekedar kerja, kera pun bisa bekerja. Kita sebagai manusia yang diciptakan di muka bumi ini untuk menjadi pemimpin, diberi akal dan fasilitas lebih harus bisa memaknai bekerja dalam kehidupan. Apa saja yang bisa dimaknai dalam bekerja, berikut saya paparkan lima makna dalam bekerja:

  1. Belajar

Yang pertama belajar, bekerja merupakan proses untuk belajar. Belajar yang tidak tahu menjadi tahu. Belajar tentang komunikasi, belajar tentang etika kerja, belajar tentang berinteraksi sosial itu bisa dimaknai dalam bekerja. Untuk menempuh karir yang tinggi dibutuhkan sosok orang yang selalu ingin belajar. Banyak orang yang “sok tahu” hingga pada akhirnya mereka justru mengkerdil. Karena melakukan kesalahan itu biasa, tetapi berani mencoba adalah hal yang luar biasa. Maka dari itu, dalam bekerja maknailah sebagai proses untuk belajar.

  1. Pengalaman

Ya,, sebaik2 guru adalah pengalaman. Pengalaman memberikan kita pelajaran yang sangat berarti, semakin banyak pengalaman maka semakin bijak pula dalam menghadapi sesuatu. Selagi masih muda, carilah pengalaman sebanyak banyaknya, agar kamu tahu tetang banyak meskipun itu sedikit. Dengan pengalaman kamu bisa lebih dewasa, dengan pengalaman kamu bisa melakukan apa saja, dan dengan pengalaman pula kamu bisa menjadi orang2 besar.

  1. Menabung

Ya dalam bekerja, juga bisa dimaknai sebagai menabung. Menabung tidak harus dengan uang menabung juga bisa dilakukan dengan cara :

  1. Menabung keterampilan

Selagi masih diberi kesempatan untuk bekerja, maka menabunglah dalam keterampilan. Media yang paling mahal dan tidak bisa digantikan adalah keterampilan. Jika seseorang telah memiliki keterampilan yang ahli, maka ia akan bernilai mahal. Percayalah, miliki keterampilan itu akan memiliki banyak manfaat. Lakukanlah apa yang orang lain tidak lakukan, disaat orang masih tertidur, kita sudah bangun. Disaat orang sudah bangun, kita sudah bekerja. Disaat orang sudah bekerja, kita sudah sukses. Dan saaat orang lain sudah sukses maka kita sudah menyukseskan orang lain. Itulah sebaik2 manusia yang memiliki banyak manfaatnya. .

  1. Ilmu Pengetahuan

Sedikit tahu tetang banyak, atau banyak tahu tentang sedikit. Itulah ilmu pengetahuan. Mana yang harus kita miliki? Kita harus memiliki ilmu pengetahuan untuk memaknai sebuah pekerjaan. Ilmu jika ditulis dengan air tinta sebanyak lautan, itu belum lah cukup untuk menuliskan tentang ilmu itu, ilmu begitu luasnya dan banyaknya yang belum kita dapatkan.

  1. Sahabat

sahabat, merupakan asset yang sangat mahal. Tanpa sahabat hidup pun terasa hampa. Dengan bekerja, salah satunya kita bisa menapatkan sahabat yang baik. Sahabat yang mau mengerti tentang diri kita. Sahabat, bisa kita miliki sesuai dengan polah dan perilaku kita. Semakin baik kita dinilai oleh rekan kerja kita, maka akan semakin banyak pula sahabat yang kita miliki. Karena dengan sahabat kita bisa jadi lebih baik.

  1. Nama Baik dan Amal Shaleh

Setelah kita bekerja dengan baik, niat baik, maka itu akan menjadi sebuah amal shaleh. Jadi yang namanya ibadah, tidak hanya ritual saja, atau seremonial saja yang biasa kita lakukan. Ibadah itu ada dua, yaitu ibadah mahdah dan ibadah hairu mahdhah. Dengan bekerja kita bisa melakukan ibadah hairu mahdhah.

  1. Investasi Waktu

Dengan bekerja kita telah investasi waktu, selagi kita masih muda lakukan sesuatu dengan semaksimal saja. Sebelum kita berusia 45 tahun kita harus sudah sukses. Jika sampai usia 45 th belum berhasil, kaka gagal semasa hidupnya. Dari dulu kemana saja, hari gini masih kerja.

  1. Pemuliaan Diri

Iya bagi, orang yang memiliki pekerjaan, maka dia memperoleh setatus sosial atau pemuliaan diri. Ia lebih dihargai oleh lingkungan sekitar, ketika ia memiliki pekerjaan yang jelas, dari pada orang yang tidak memiliki kerjaan apa.

Jadi maknailah pekerjaanmu dengan penuh semangat, antusias dan optimis. Terkadang kita lupa, sering mengeluh ketika ditimpa dengan numpuknya pekerjaan, mereka selalu mengeluh padahal banyak orang yang menginginkan pekerjaan.

Begitu kira, kita cukup dari saya sekian dulu dan terimakasih

Purwokerto 17/10/2018 []  22:19

11,518 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Siapkah Aku di adili oleh Tuhan yang maha adil?

Siapkah Aku di adili oleh Tuhan yang maha adil?

Ya kata itu terngiang ditelingaku saat merenung di tengah keheningan malam, dengan pertanyaan Siapkah kita di adili oleh Tuhan yang maha super adil.?

Dalam ilmu manajemen ada tiga rencana hidup. Pertama, jangka panjang, kedua jangka menengah, dan ketiga jangka pendek. Dalam rencana jangka panjang hati pun dibenturkan dengan pernyataan,

“Saat aku menghadap ilahi” [] Siapkah aku diadili oleh Tuhan yang maha adil.?

Itu yang perlu kita jawab dengan sebuah perbuatan yang nyata. Apapun itu harus dilakukan, karena sebaik-baik manusia adalah yang memiliki banyak manfaatnya.

Saat aku mati nanti” [] Apa kata orang tentang aku, baikkah?

Kita adalah apa yang kita tanam. Jika kita menanam dengan mengunakan bibit yang bagus maka tumbuh suburlah tanaman itu dengan bagus. Kita adalah apa yang telah kita lakukan selama hidup kita. Jika perbuatan kita baik kepada alam semesta, maka alam semesta pun akan menyambutnya dengan kebaikan. Baik dan buruk kita terletak pada dirisendiri mau dibawa kemana diri kita ini.

Lalu, “Saat aku menghirup oksigen/bernafas” [] Sehatkah, bahagiakah aku bermanfaatkah hidupku ini?

Ya hidup adalah hari ini, bukan hari kemarin yang telah berlalu atau masa depan yang belum tentu. Hebatnya kita adalah sudah memastikan masa depan. Jadi nikmatilah, dan berbuatlah sesuatu untuk hari ini. Karena dalam nilai –nilai Islam pun mengajarkan, Jika hari ini lebih lebih baik daripada hari kemarin, maka termasuk orang yang beruntung. Namun jika hari ini sama dengan hari kemarin itu termasuk orang yang merugi. Dan parahnya lagi, jika hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka celakalah. Tuhan sudah memberikan modal banyak kepada setiap insan manusia yang hidup. Bayangkan, berapa banyak oksigen yang kita dapatkan dengan Cuma2, belum organ tubuh kita, masa kita bayar dengan sedikit melakukan sesuatu. Itu makanya termasuk orang-orang yang merugi.

Maka dari itu, untuk menjadi manusia yang baik yaitu melakukan, perencanaan hidp yang matang. Dan berbuatlah baik kepada alam raya dan seisinya, karena sebaik baik mansia adalam mereka yang banyak manfaatnya.

Yogyakarta: 11 Oktober 2018

1,513 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

5 Cara Menumbuhkan Ide Menulis

5 Cara Menumbuhkan Ide Menulis

Seorang penulis, baik itu jurnalis, novelis, cerpenis, ataupun kolomnis harus kaya akan ide-ide yang fresh, kreatif, inovatif, dan lainnya. Karenanya ide harus mutlak selalu ada dalam benak penulis. Bagaimana caranya kita menemukan ide tersebut lalu mengembangkannya menjadi sebuah tulisan yang renyah dan enak dibaca? Setidaknya ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk menumbuhkan ide, antara lain:

  1. Rajin membaca buku.

Ini harga mati bagi siapapun yang ingin bercita-cita jadi penulis. Kenapa membaca buku? Setidaknya menurut Heru dan Sutardi ada tiga alasan mengapa kita harus membaca buku. Pertama, apa yang kita tuliskan adalah pengetahuan atau imajinasi, maka kekayaan pengetahuan menjadi syarat mutlak untuk menjadi penulis yang baik. Kedua, dengan membaca pengetahuan kosakata lebih banyak dan bervariatif. Dan ketiga, dengan membaca juga membuat kita kreatif untuk menemukan ide-ide baru.

Karena sejatinya apa yang kita tulis adalah representasi dari apa yang kita rasakan dan kita pikirkan. Jika tulisan kita “jelek” maka itu pasti berhubungan dengan pengetahuan kita yang terbatas. Jadi, sudah jelas kiranya bahwa modal menulis adalah membaca. Pepatah bijak pun mengatakan, “sebelum menjadi penulis yang baik, harus menjadi pembaca yang baik dulu”.

  1. Membaca Fenomena

Lebih lanjut, menurut Heru dan Sutardi, selain membaca buku, hal yang tidak kalah penting adalah membaca fenomena. Jika membaca buku itu untuk ilmu pengetahuan dan imajinasi (intelektual), maka membaca fenomena itu untuk kepekaan rasa (emosional) penulis.

  1. Banyak silaturahmi

Ya, untuk yang satu ini memang banyak sekali manfaatnya. Selain mendapatkan ide, juga bisa memperpanjang umur dan menambah rezeki. Dengan bersilaturahmi kita belajar banyak tentang pengalaman dan pengetahuan. Tidak jarang ide-ide segar dan kreatif muncul, hadir ketika kita berbincang-bincang dengan orang yang lebih berpengalaman dan lebih ahli dibidangnya.

  1. Berdiskusi

Untuk yang satu ini adalah hal yang biasa dilakukan mahasiswa. Bertukar pendapat, saling adu argument, mempertahankan argument, dan belajar dewasa adalah tujuan dari diskusi. Oleh karenanya sangat dianjurkan kepada penulis pemula untuk mempunyai komunitas, sebagai tempat untuk berdiskusi. Keempat adalah jalan-jalan. Setelah seharian disibukkan dengan aktifitas  yang melelahkan, tidak salah kiranya jika kita jalan-jalan di waktu sore hari untuk merefreshkan pikiran yang penat oleh kesibukan. Tidak jarang dalam jalan-jalan itu kita menemukan sesuatu yang unik untuk dijadikan ide dalam tulisan. Jadi, jalan-jalan sore yang lebih bernilai dan bermanfaat, tidak hanya hanya sebatas cuci mata belaka.

  1. Merenung

Merenung disini bukan maksdunya melamun tidak jelas. Tetapi mengajak diri kita untuk berdialog. Ini penting, karena hal sederhana ini sering dilupakan. Dengan merenung, kita bisa intropeksi diri tentang ide, cita-cita, harapan, dan lain-lain dalam menjalani kehidupan.

Selain cara-cara tersebut, Joni L. Efendi juga menjelaskan bagaimana cara mendapatkan ide.  Menurut Efendi, ide bisa didapat dari pengalaman hidup, penghayatan religius, kekayaan intelektual, pengalaman beribadah (spiritual), penderitaan, kerinduan pada kekasih, kesepian, kejengkelan pada dunia sekitar, kepekaan sosial dan politik, pandangan kritis terhadap tradisi dan modernisasi, dan apa saja yang bergejolak dalam hati seorang penulis serta reaksi batinnya terhadap berbagai fenomena di sekitar lingkungannya adalah lahan subur lahirnya sebuah ide. Dilahan itulah ide-ide bertebaran bebas. Tinggal bagaimana kepekaan (efek rasa) seorang penulis untuk mendapatkan dan mengembangkannya menjadi sebuah karya.

Setelah kita mengetahui cara atau metode dalam mendapatkan dan menumbuhkan ide, sekarang saatnya menulis. Sesuatu yang sia-sia kiranya, jika kita sudah mendapatkan ide tidak lantas ditulis. Karena pada dasarnya, pikiran dan ide yang memenuhi kepala kita, itu laksana kuda liar yang siap berlari kea rah mana saja. Karena itu, ikatlah kuda liat yang bernama ide dan gagasan itu dengan sebuah tali kuat yang bernama tulisan.

                [1] Heru Kurniawan dan Sutardi, hal 9

                [2] Joni L. Efendi, Writing Donuts… (Yogyakarta: Buku Biru) hal 92

                [3] Bramma Aji, Menembus Koran, hal. 6

1,972 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Intip Keindahan The Jayakarta Yogyakarta Hotel & Spa

Intip Keindahan The Jayakarta Yogyakarta Hotel & Spa

Sebuah penginapan yang terletak  di depan Transmart, Jl. Laksda Adisucipto No.km, 8, Maguwoharjo, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta ini menawarkan pengalaman menginap yang luar biasa.

Menggabungkan konsep keramahan sebuah hotel mewah dan menyatu dengan alam. Banyak kolamrengang tersedia disana. Penginapan ini layaknya wisata ditengah pantai, banyak tersedia pohon kelapa yang diiringi oleh pantai buatan.

Pertama saya masuk, terasa tentram suasana hati ini melihat arsitektur yang penuh dengan kebudayaan kota Yogyakarta. Dekorasi hiasan lobby dan restoran menyediakan Anda dengan pandangan pertama dari kekayaan budaya dan bersejarah kota kuno ini. Kita yang terkenal dengan istana dan candi Borobudur, Kota Pelajar, dan banyak cendikia dan seniman terlahir disini.

Cukup membutuhkan waktu 5 menit saja dari Bandara Adi Sucipto ke The Jayakarta Yogyakarta Hotel & Spa, saying waktu itu saya tidak naik pesawat. Jadi cukup 13 ribu untuk naik gojek dari Stasiun Tugu ke tempat ini. Dan hanya membutuhkan waktu 15 menit saja dari pusat kota Yogyakarta.

Semua kamar di Jayakarta Yogyakarta ini menawarkan balkon pribadi, TV satelit dan WIFI gratis. Gimana enak kan,? Gak kebayang, tidur di hotel sambal internetan full pake WIFI.

Disetiap kamar, masing-masing memiliki pemandangan taman yang rimbun atau kolam renang laguna. Pagi dan sore hari pun banyak wisatawan renang secara gratis disini.

Interior yang mencerminkan budaya dan sejarah Yogyakarta ini menjadikan suasana terasa nyaman .

Di restoran, Anda juga bisa menemukan spesialisasi Jawa, serta favorit internasional ditambah teras makan yang besar. Ini sangat menarik untuk kita saling bercengkrama secara keluarga, selain masakan yang enak disini juga menyediakan beraneka macam menu pilihan, seperti mendoan, nasi goreng, bubur ayam, dan masih banyak menu lainnya.

Staf yang ramah di The Jayakarta Yogyakarta menunjukkan keramaha Jawa yang sangat baik. Setiap bertemu pasti ada tegur sapa untuk memberikan salam hormat kepada para pengunjung. Dari sini anda bisa menikmati semua wisata yang ada di Kota Istimewa Yogyakarta.

Mengintap selama 3 hari dalam acara Workshop Manajemen Reputasi yang di gelar oleh Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah menjadikan saya berkesan menginap di hotel ini. Selain asik dan bisa beristirahat dengan tenang, bakalan asik deh pokoknya…

1,980 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Memaknai Rasa Cinta

Memaknai Rasa Cinta

Cinta adalah suatu yang agung dan membangkitkan perasaan yang menggelora. Ia adalah perasaan yang indah dan seakan rasa cinta akan terus ada sepanjang masa. Pada saat cinta sedang menggelora dengan segala kebebasannya, kita mengira akan bebas dari sebuah persoalan seperti yang dihadapi oleh kedua orang tua kita sebelumnya. Kita mengira akan mengalami keidupan penuh dengan rasa cinta dan kebahagiaan, dan kesuciannya tidak akan bisa dikotri oleh apapun.

Hari pun berganti, dan kita mulai melihat banyak laki-laki mengharapkan perempuan mau berfikir dan bertindak dalam seperti mereka. Demikian juga perempuan, mereka menginginkan laki-laki berfikir dan bertindak seperti dirinya. Semuanya berfikir dengan cara tersebut dan lupa pada perbedaan yang sangat besar antara keduanya. Bersambung…

319 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini