Istighozah Tanwirul Qulub

Istighozah Tanwirul Qulub

Ada yang berbeda dari acara rutin pengajian dan istighozah jamaah Tanwirul Qulub asal Kecamatan Kalimanah. Kali ini pengajian rutin tersebut dilangsungkan di Pendapa Dipokusumo Purbalingga seperti pada Rabu malam (17/7/2019). Memang, acara tersebut diadakan di Pendapa Dipokusumo Purbalingga atas permintaan Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) yang menyebutkan Pendapa Dipokusumo bisa digunakan oleh seluruh masyarakat termasuk jamaah Tanwirul Qulub.

Dalam kesempatan tersebut, Tiwi mengatakan, Pendapa tersebut bukanlah Pendapa milik Bupati namun milik seluruh warga masyarakat Purbalingga. Menurutnya, jamaah Tanwirul Qulub merupakan jamaah yang besar sehingga bisa memberikan dampak pembentukan karakter masyarakat kea rah yang baik dan patut diapresiasi untuk melakukan ibadah dan dzikir di Pendapa Purbalingga.

“Jamaah Tanwirul Qulub ini jamaah banyak dan sengaja kami undang kesini agar kami di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga bisa mendapat keberkahan dari Yang Maha Kuasa,” kata Tiwi.

Tiwi menambahkan, kegiatan keagamaan yang gencar dilakukan Pemkab Purbalingga bertujuan untuk mewujudkan visi misi Kabupaten Purbalingga yang salah satunya adalah membentuk masyarakat yang berakhlak mulia. Silaturahmi juga akan terjalin antara pemimpin dengan umat tatkala seremoni keagamaan diadakan.

“Selain itu juga ada manfaat silaturahmi yang bisa terjalin antara pemimpin dan umat atau masyarakat sehingga kami Pemkab sangat mendukung kegiatan keagamaan di Kabupaten Purbalingga,” imbuhnya.

Tiwi memandang, jalannya pemerintahan termasuk di Kabupaten Purbalingga bisa berjalan atas sinergitas tiga unsur yaitu ulama, umara (pemimpin) dan umat. Sinergitas tersebut akan membuat pembangunan di Kabupaten Purbalingga akan cepat terwujud sehingga hubungan baik antara ketiganya harus dijaga.

“Ulama, umara dan pemimpin harus dijaga dengan baik agar pembangunan di Kabupaten Purbalingga juga akan cepat terwujud sesuai dengan yang diprogramkan,” pungkasnya. (KP-4).

2,243 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Raih Medali Perunggu OSN Tahun 2019

Raih Medali Perunggu OSN Tahun 2019

Tegarroli.com – SMA Negeri 1 Purbalingga kembali meraih prestasi di bidang akademik yakni meraih medali perunggu pada mata pelajaran (mapel) Geografi di Olimpiade Sains Nasional  (OSN) Tahun 2019. Pelaksanaan OSN Tahun 2019 berlangsung di Manado pada tanggal 30 Juni – 6 Juli 2019.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan pada SMA N 1 Purbalingga, Yuliani mengatakan pada Tahun 2019 pihaknya menurunkan tiga siswa untuk mengikuti OSN. Pada mapel Geografi atas nama Toha, mapel Fisika atas nama Hasan dan mapel Ekonomi atas nama Cantika.

“Alhamdulillah untuk SMA N 1 Purbalingga pada mapel Geografi mendapatkan medali perunggu untuk OSNnya atau juara 3 tingkat nasional,” kata Yuli saat dihubungi, Kamis (18/7).

Menurut, Yuli untuk saingan pada OSN memang sudah luar biasa terutama dari Jakarta dimana peserta didiknya dipersiapkan sekali untuk mengikuti lomba. Sedangkan, ia mengungkapkan bimbingan yang dilakukan di SMA N 1 Purbalingga masih menggunakan bimbingan mandiri.

“Sehingga perlu adanya tambahan-tambahan bimbingan yang lebih karena materi-materi OSN itu memang sudah materi yang di luar mata pelajaran,” ujarnya.

Untuk keikutsertaan SMA N 1 Purbalingga di Tahun 2019 mengalami peningkatan dari Tahun 2018. Pada Tahun 2018, SMA N 1 PUrbalingga juga mengirimkan peserta didiknya untuk mengikuti OSN pada mapel Biologi atas nama Ishaq dan mapel Geografi atas nama Sinta.

“Kebetulan yang Tahun 2018 berangkat belum mendapatkan hasil juga,” imbuh Yuli.

Ia menyampaikan setiap tahunnya, SMA N 1 Purbalingga selalu menerjunkan perwakilan peserta didiknya untuk mengikuti OSN maupun lomba di tingkat nasional. Dan sudah beberapa kali pula SMA N 1 Purbalingga mendapatkan medali.

“Tahun-tahun sebelumnya juga kita dapat prestasi untuk OSN, Tahun 2011 untuk mapel kimia dapat medali emas, kemudian Tahun 2009 dapat medali perak untuk mapel Biologi, Tahun 2016 juga mendapatkan medali perunggu untuk mapel Astronomi,” katanya.

Yuli menerangkan SMA N 1 Purbalingga akan terus berupaya untuk memberikan pendidikan dan pelatihan yang lebih optimal lagi. Persiapan untuk mengikuti OSN akan dipersiapkan lagi dari awal sehingga peserta didiknya lebih siap dalam menghadapi lomba.

“Kalau kemarin kan sudah kita upayakan tapi belum maksimal. SMA N 1 Purbalingga pasti terus berupaya untuk berprestasi dan kita berusaha tetap yang terbaik di Purbalingga,” pungkas Yuli. (PI-7)

1,608 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Aksi Droping Air sebanyak 246 Tangki

Aksi Droping Air sebanyak 246 Tangki

Tegarroli.com – Selama musim kemarau, Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga telah melakukan droping sebanyak 246 tangki atau 1.167.000 liter air. Droping air dialokasikan untuk 11 Kecamatan dan 30 Desa di wilayah Kabupaten Purbalingga.

Menurut Plt Kepala BPBD Purbalingga Heni Rusiyanti dari data BPBD sampai Rabu (17/7/2019) ada sejumlah 1,315 KK atau 4,915 jiwa masyarakat yang terdampak kekeringan yang tersebar di 30 desa. Antara lain Kecamatan Pengadegan telah terdistribusi sebanyak 32 tangki yakni di Desa Panunggalan sebanyak  16 tanki, Dresa Tegalpingen sebanyak  9 serta Desa Karangjoho sebanyak 7 tangki

Kecamatan Karangmoncol sebanyak 29 tangki yang didistribusikan di Desa Tamansari sebanyak 12 tangki, Desa Pekiringan sebanyak 4 tangki. Desa Pepedan sebanyak 7 tangki, Desa Tajug sebanyak 3 tangki, Desa Karangsari  1 tangki. Desa Tunjungmuli 2 tangki.

Kecamatan Kutasari sebanyak 44 tangki untuk Desa Karangcegak 10 tangki, Desa Karangjengkol 11 tangki, Desa Candiwulan 14 tangki. Desa  Candinata 9 tangki. Kecamatan Kejobong mendapatkan distribusi sebanyak 24 tangki untuk Desa Bandingan 18 tangki, Desa Timbang sebanyak 6 tangki.

Kecamatan Karanganyar sebanyak 61 tangki yang tersebar di Desa Jambudesa 18 tangki, Desa Karanganyar 17 tangki. Desa Kalijaran  4 tangki, Desa Banjarkerta 13 tangki, Desa Karanggedang 5 tangki serta Desa Maribaya  4 tangki. Kecamatan Kemangkon sebanyak 5 tangki hanya untuk Desa Kedungbenda.

Kecamatan Kaligondang 14, untuk  Desa Pagerandong 5, serta Desa Slinga 9. Kecamatan Bobotsari sebanyak 18 tangki untuk Desa  Banjarsari 13 tangki dan Desa Karangmalang sebanyak 9 tangki. Kecamatan  Bukateja sebanyak 7 tangki untuk Desa Wirasaba 7 tangki

Kecamatan Mrebet sebanyak 7 tangki untuk Desa Binangun 7. Terakhir Kecamatan Kertanegara sebanyak 5 tangki untuk Desa Karangpucung sebanyak 2tangki dan DesaKasih sebanyak 3 tangki.

“ Jika dilihat evaluasi tahun 2018 telah dikirimkan 3.018 tangki untuk 15 Kecamatan, 75 Desa, 6.781 Desa dan 25.599 jiwa. Kecamatan terbanyak yang mendapatkan droping air Kecamatan Kejobong dengan jumlah 839 tangki. (PI-2)

1,296 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Tari Ranggawis SMA N 1 Purbalingga Juara 1 Tingkat Provinsi

Tari Ranggawis SMA N 1 Purbalingga Juara 1 Tingkat Provinsi

Tegarroli.com – Tidak hanya unggul di bidang akademik, SMA Negeri 1 Purbalingga juga unggul dalam bidang non akademik salah satunya di bidang seni. SMA N 1 Purbalingga berhasil mendapatkan Juara 1 Tingkat Provinsi Lomba Tari Kreasi Tradisi yang berlangsung di Pekan Raya dan Promosi Pembangunan (PRPP) Jawa Tengah.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan pada SMA N 1 Purbalingga, Yuliani mengatakan tari kreasi yang dilombakan pada tingkat provinsi yakni Tari Ranggawis yang merupakan ciptaan dari Susi Purbalingga. Proses latihan tari tersebut membutuhkan waktu tiga bulan karena merupakan tari kreasi yang baru dengan pembimbing dari SMA N 1 Purbalingga yakni Gita Atika.

“Untuk latihan tari bisa sampai tiga bulan karena diawali pembuatan musik dulu karena musiknya kan baru, kemudian bentuk tariannya sampai dengan bentuk pakaian dan peragaannya sampai jadi sekitar 3 bulan,” kata Yuli saat dihubungi, Kamis (18/7).

Personel tari yang mengikuti Lomba Tari Kreasi Tradisi dari SMA N 1 Purbalingga menurunkan lima peserta didik putrid yang tergabung dalam ekstra kurikuler tari. Dari ekskul tari tersebut setiap minggu terdapat pelatihan tari tapi untuk persiapan lomba peserta didik dilatih lebih intensif dan perwakilan tari yang ikut diseleksi terlebih dahulu.

“Kalau ada lomba, persiapan lomba itu mereka akan lebih intensif dan mereka itu dipilih dulu dari ekskulnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan SMA N 1 Purbalingga sejak dulu memiliki visi misi mengedepankan prestasi. Namun berjalannya waktu SMA N 1 Purbalingga tidak hanya mengedepankan prestasi akademik tetapi juga prestasi non akademik seperti prestasi olahraga, prestasi seni dan lainnya.

“Kita tetap mendukung artinya SMA N 1 Purbalingga tidak hanya fokus dengan akademik, termasuk seni dan bidang lainnya sangat kita dukung,” tandas Yuli.

Ia juga menerangkan akan terus mendukung peserta didiknya untuk mengikuti berbagai lomba. Terlebih sebagai Waka Kesiswaan setiap ada lomba selama dipertanggungjawabkan pihaknya akan terus mendukung kegiatan tersebut.

“Dengan cara mengikutkan anak dari ekskulnya masing-masing untuk ikut lomba contohnya Tahun 2018 kemarin kita juga mengikutkan lomba Pasga di Semarang sekalipun mungkin kita belum mendapatkan hasil,” imbuhnya.

Dengan keikutsertaan peserta didiknya pada setiap lomba, tentu hal ini dapat melatih murid-muridnya untuk berani berkompetisi di luar. Kemudian SMA N 1 Purbalingga juga mengikutkan Lomba PMR di Jogjakarta pada awal tahun 2019 dan berhasil membawa pulang prestasi.

“Kemarin awal Tahun 2019 kita meraih Juara 3 dan ada hasilnya itu tingkat Provinsi Jawa Tengah dan DIY untuk lomba PMRnya,” pungkas Tiwi. (PI-7)

1,011 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini