Tanalum Culture Festival

Tanalum Culture Festival

tegarroli.com – Guna meningkatkan kunjungan wisata, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Tanalum Kecamatan Rembang menggelar Tanalum Culture Festival. Kegiatan dilaksanakan selama 2 hari, sejak Sabtu (3/8) sampai Minggu (4/8) bertempat di objek wisata Curug Karang.
Kegiatan yang bertemakan cerdas berkarya luhur berbudaya akan diisi beberapa kegiatan seperti pentas musik tradisional antara lain tari nggoser, tandak lesung dan kentongan. Kemudian ada perlombaan menyusun keseimbangan batu, pameran produk UKM, pameran kopi lokal serta festival jajanan pasar.
Kebid Pariwisata pada Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Purbalingga, Kustinah mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk memperkenalkan dan mempromosikan negeri seribu curug kepada masyarakat dan wisatawan. Dengan banyaknya wisatawan yang datang berkunjung diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.
” Tanalum Culture Festival gratis bagi masyarakat,” kata Kustinah disela-sela pembukaan festival, Sabtu (3/8).
Kustinah menambahkan Desa Tanalum selain terkenal dengan pesona curugnya, desa ini juga pernah mendapatkan penghargaan sebagai penampil terbaik kedua pada ajang pagelaran festival desa wisata tingkat provinsi jawa tengah tahun 2019. Untuk meningkatkan kunjungan sehingga diperlukan inovasi dan terobosan dalam meningkatkan data tarik wisata.
” Hal-hal yang unik dan menarik serta tidak ada di objek wisata yang lain, yang perlu kita dorong agar para wisatawan bisa menikmatinya,” katanya.
Sedangkan Camat Rembang, Revon Haprindiat mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh Pokdarwis Desa Tanalum. Tanalum Culture Festival diharapkan dapat menggaungkan nama Desa Tanalum buka di tingkat lokal saja namun bisa menasional bahkan mendunia.
” Saya berharap kunjungan wisatawan semakin bertambah bukan hanya turis lokal namun bisa menggaet turis luar nasional,” katanya
Revon juga berpesan kepada semua anggota Pokdarwis agar selalu menanamkan tagline sapta pesona. Yakni Aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah- tamah, dan kenangan.(PI-2)

2,371 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Saat Pramuwisata di Sertifikasi

Saat Pramuwisata di Sertifikasi

tegarroli.com – Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purbalingga mengadakan pelatihan dan sertifikasi bagi pramuwisata lokal serta Overland. Kegiatan ini dilaksanakan di Owabong Cottage, Kamis sampai dengan Jumat (8-9/8).

“Pesertanya ada 35 orang yang terdiri dari 12 pramuwisata lokal dan 23 pramuwisata overland,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata pada Dinporapar Kabupaten Purbalingga, Kustinah saat membuka Pelatihan dan Sertifikasi Pramuwisata Lokal dan Overland Kabupaten Purbalingga Tahun 2019.

Kustinah menjelaskan tujuan dari kegiatan tersebut yakni untuk meningkatkan kompetensi dan kapabilitas pramuwisata di wilayah Kabupaten Purbalingga. Selain itu, kegiatan ini dilakukan agar pramuwisata lebih professional dalam menjalankan tugas di bidangnya guna menarik para wisatawan.

“Kemudian dengan kegiatan ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan baik wisatawan lokal, wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara,” ujarnya.

Ia berharap dengan kegiatan pelatihan ini dapat menjadi motivasi dan sebagai sarana untuk meningkatkan kapabilitas para pelaku wisata. Sehingga para pelaku wisata nantinya bisa lebih professional dan lebih banyak wisatawan yang akan datang mengunjungi Purbalingga.

“Para pramuwisata ini akan dilatih selama dua hari agar mereka lebih professional dan optimal saat bekerja di bidangnya,” kata Kustinah.

Para peserta nantinya akan diberikan materi di dalam kelas dan akan melakukan kunjungan lapangan. Dengan pemateri pelatihan dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Gunadharma Semarang.

“Materi yang diberikan meliputi Dasar-Dasar Kepemanduan, Public Speaking for a Guide, Memimpin Perjalanan Wisata, Psikologi Pelayanan dan Personal Grooming, Pengembangan dan Pemutahiran Pengetahuan bagi Pemandu Wisata, Pemahaman Lintas Budaya bagi Pemandu, serta Bekerja sebagai Pemandu Wisata,” pungkasnya. (PI-7)

2,049 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Rame-Rame Minim Suara

Rame-Rame Minim Suara

tegarroli.com – Gelaran berbeda bertajuk Rame-Rame Minim Suara (Ramisu) singgah ke Purbalingga, tepatnya di Bakal Wisata Darimu pada Rabu (7/8/2019) malam dengan menghadirkan beberapa performer seperti Erudite, Genta Garby Loveshare featuring Dimas Wicak, KKalian Bahagia, Darimu, dan Funky Monkey.
Ramisu sendiri merupakan event milik Swarasunyi yang digunakan sebagai kampanye anti polusi suara. Dalam pertunjukannya, performer tampil seperti biasa dengan alat musik yang dimainkan, sedangkan audiencenya hanya bisa mendengar bila menggunakan headphone. “Disini kami menyediakan 50 headphone lebih,” kata pegiat Swarasunyi Purwokerto, Lij Imam Nurrokhman.
Pemilik dari musikpurwokerto.com ini menjelaskan, untuk acara kali ini dari Swarasunyi berkolaborasi dengan Labbo Syndicate menggarap Nusantara Tour 2019 bersama University Malaysia Kelantan dibeberapa kota. “Pertama kami sudah ke Pekalongan, kemudian Banjarnegara, dan terakhir di Purbalingga,” ujarnya.
Sebenarnya, lanjut dia Nusantara Tour 2019 ingin ke semua kota di Indonesia hanya saja terkendala waktu yang diberlakukan. Menurutnya, tour singkat ini cukup membuat kedua culture dan budaya saling bertukar, dan dari 3 venue yang disinggahi, masing-masing cukup mempunyai keunikan tersendiri.
“Pertama di Pekalongan kami tampil di tengah hutan, kemudian di Banjarnegara kami di tengah perkampungan warga, lalu yang ketiga di tengah sawah. Semua venue tersebut susah dan mungkin tidak bisa dijumpai di Malaysia, ditambah dengan konsep silent event membuat pertunjukan yang ada menjadi lebih intimate,” kata dia.
Lij Imam berharap konsep silent yang digagas Swarasunyi dapat lebih diterima dan juga menjadi solusi bahwa membuat suatu pertunjukan yang intim tidak harus dengan biaya produksi yang tinggi. Sedangkan menggelar sebuah pertunjukan juga bisa dimana saja, seperti yang pernah dilakukan Swarasunyi bersama Labbo Syndicate ini.
Untuk acara di Pekalongan, Swarasunyi dan Labbo Syndicate berkolaborasi dengan Forest Kopi pada Senin (5/8/2019), berlanjut kolaborasi dengan Rumah Kayu di Banjarnegara pada Selasa (6/8/2019), dan terakhir kolaborasi dengan Bakal Wisata Darimu di Desa Bokol, Purbalingga. Dalam perjalanannya, Swarasunyi dan Labbo Syndicate juga menggandeng musikpurwokerto.com dan @acarakitanet sebagai official media partner.
Sebagai informasi, Swarasunyi sebagai pegiat Digital Silent Entertainment juga dapat berkolaborasi dengan berbagai event yang menggunakan konsep silent, diantaranya ada silent event, silent disco, silent talkshow, silent yoga, silent cinema, silent seminar, atau apapun yang menggunakan konsep tersebut.
Segala informasi mengenai Swarasunyi bisa langsung ke www.swarasunyi.com atau ke @swarasunyi di official instagram kami.

1,859 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Buzzer Alternatif Iklan Politik Di Era Media Sosial

Buzzer Alternatif Iklan Politik Di Era Media Sosial

Seiring perkembangan teknologi komunikasi berbasis internet, terutama setelah maraknya media baru dan media social, iklan politik kini terus berkembang. Kekuatan media sosial telah menggandrungi masyarakat kita ini, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa untuk menjadi bagian dari media social. Fenomena ini dibuktikan dengan hadirnya internet di Indonesia yang menduduki peringkat ke kedua tertinggi di dunia dalam 5 tahun terakhir.

Media Sosial saat ini bukan hanya sarana sosialisasi dan menciptakan hubungan atau jaringan personal. Melainkan sudah berkembang menjadi salah satu sarana iklan yang sangat ampuh. Inilah yang dinamakan social buzzer, bisnis baru bagi pemilik akun media sosial yang terkenal dan mempunyai follower yang banyak sehingga mereka menjadi sarana iklan kepada khalayak atau pengikut mereka.

Ketergantungan masyarakat akan media sosial dan media baru berimplikasi pada hampir semua sektor kehidupan, baik ekonomi, social budaya, maupun politik. Dalam politik, media baru dan media sosial telah menjelma menjadi medium kekuatan baru yang tidak hanya mampu menciptakan kekuatan masyarakat, tetapi juga kekuatan yang bersifat personal. Khalayak atau follower yang menjadi pengikut akun media sosial seseorang atau sebuah lembaga menjadi peluang sosialisasi, promosi, dan kampanye yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Semakin banyak follower, semakin tinggi kemampuan jangkau ‘personal’ seseorang kepada khalayak yang menjadi follower mereka.

Komunikator (yang mempunyai akun) dapat melakukan publikasi, promosi, dan kampanye dengan mem-posting atau update status media sosial mereka tanpa harus menanyakan kepada khalayak apakah mereka bersedia menerima atau tidak. Respon dapat dilihat dari balasan yang diberikan oleh follower, bahkan dapat memunculkan diskusi, kritik, dan saran antar-follower pada waktu yang bersamaan, hal ini sekaligus memperlihatkan pengaruh dan keberhasilan dari buzzer.

Follower menjadi sangat penting, namun yang menjadi faktor utama adalah impressionatau keterbacaan follower. Bila ingin memanfaatkan secara maksimal uang dan investasi dalam menggunakan buzzer, mari ubah cara pandang kita tentang cara beriklan di media social dan buzzer.

Membayar impression. Bukan follower. Berhentilah berkubang dalam follower game number. Ini adalah lubang utama yang sangat fatal. Benar bahwa acuan pertama memilih buzzer karena jumlah followernya yang berharap follower mereka menyaksikan iklan Anda.

Menyaksikan adalah kata kunci dari tujuan Anda. Dalam periklanan, iklan yang disaksikan disebut impression atau keterbacaan, dari situ awareness didapat. Di media sosial bisa diketahui secara presisi berapa orang yang telah membaca/menyaksikan sebuah akun media social. Datanya ditampilkan dalam bentuk angka, real-time dan historical.

Kekuatan media sosial tidak luput dari kreativitas politik. Banyak kampanye politik dan politikus menggunakan media sosial karena karakteristiknya yang cepat, murah, dapat mengirimkan beragam kemasan, mampu diakses dimana saja, serta feedback yang dapat dilakukan secara langsung bahkan dapat melakukan dialog dengan berbagai anggota yang ada dalam sebuah akun. Pada pilpres 2014, misalnya, para peserta dapat menjadi sumber informasi bagi publik. Mereka menjadi gatekeeper dalam makna yang baru kepada public.

Istilah lain dari buzzer adalah influencer atau rain makerInfluencer adalah orang yang mampu mempengaruhi follower (pembaca blog-nya, teman Facebook-nya, follower akun media sosialnya) sehingga memberikan efek buzz di media social, mempengaruhi dalam aspek informasi, tren, dll. sehingga diikuti oleh yang lainnya. Semua orang bisa menjadi buzzer mulai dari artis, akun public, selebriti, akun pribadi atau mungkin aktivis, selama pengikut atau follower mereka jumlah tertentu (banyak).

Umaimah Wahid dalam bukunya yang berjudul Komunikasi Politik menyebutkan bahwa bahwa buzzer berasal dari bahasa Inggris yang memiliki arti bel, lonceng atau alarm. Secara harfiah, buzzer juga dapat diartikan sebagai alat yang digunakan untuk mengumumkan sesuatu atau untuk mengumpulkan orang-orang di satu tempat. Di Indonesia, kita mengenal sebagai kentongan. Kentongan adalah salah satu peralatan tradisional yang berfungsi untuk mengumpulkan warga jika ada pengumuman dari perangkat desa atau terjadi suatu peristiwa penting.

Secara sederhana, seorang buzzer adalah pengguna akun media sosial yang dapat memberikan pengaruh kepada orang lain hanya melalui status media sosial yang ia tuliskan. Hal tersebut merupakan identitas utama dari seorang buzzer karena pada dasarnya buzzer harus mempunyai kemampuan influence atau mempengaruhi orang lain. Oleh sebab itu, ada pula yang menyebutnya dengan istilah influencer.

Para buzzer mempunyai tugas menuliskan statusnya tentang informasi atau rekomendasi sebuah even atau produk dari penyewa jasa mereka. Para penyewa buzzer kebanyakan merupakan perusahaan besar atau pemilik usaha yang ingin usahanya lebih dikenal oleh banyak orang di dunia maya.

Tidak heran dalam dunia bisnis, penyewa jasa buzzer juga datang dari organisasi atau kelompok. Mereka menggunakan jasa buzzer untuk memperkenalkan sebuah even atau mungkin sebuah pesan sosial bagi masyarakat banyak. Bahkan peluang kreatif ini nyatanya juga dilirik oleh para pelaku dunia politik untuk urusan pencitraan.

Tugas buzzer terkadang tidak terbatas hanya untuk mem-posting sebuah status, namun tidak jarang pula menjalankan campaign atau rangkaian informasi lebih lanjut kepada para follower-nya. Jadi, tugas dari seorang peserta buzzer bisa menjadi layaknya brand ambassador penyewa jasa tersebut. Untuk itu, seorang buzzer juga harus benar-benar mengerti apa yang ia sebarkan ke dunia maya.

Kekuatan para buzzer sangat ampuh dalam menciptakan opini publik dan mempengaruhi pola pikir masyarakat dengan kecenderungan dan pilihan mereka secara persuasive. Masyarakat menjadi mengikuti apa yang dianggap baik dan buruk oleh para buzzersehingga sebagaimana beragam konten media konvensional, new media dan sosial media,unsur rekayasa dalam proses konstruksi selalu ada dalam proses konstruksi sebuah pesan politik yang dipublikasi atau di iklankan pada akun-akun akun buzzer.

Bahkan, kecenderungan manipulasi lebih tinggi dan besar melalui media sosial karena mungkin saja follower-nya tidak semuanya benar, tetapi rekayasa untuk kepentingan politik semata. Bagi akun artis, publik figure, dan tokoh masyarakat lainnya ketentuan pengaruh mereka menjadi alat kunci dalam mempengaruhi publik dengan pesan-pesan mereka. Jadi khalayak sebenarnya kembali kepada ketergantungan terhadap tokoh-tokoh tertentu yang dipercaya dan diikuti walaupun kemungkinan tidak sesuai atau tidak tepat terbuka dalam proses tersebut.

Kekuatan buzzer dipercaya ampuh di tengah pemanfaatan dan ketergantungan publik terhadap media social, terutama di kalangan anak-anak muda. Selebritas dan public figur acapkali menjadi peserta untuk kepentingan promosi atau kampanye politik atau bisnis lainnya.

Iklan buzzer dapat menjadi alternatif dalam melakukan kampanye politik dan sekaligus peluang ekonomi bagi anggota masyarakat yang mempunyai akun sosial media dengan jumlah follower yang banyak. Tingkat keberhasilan iklan buzzer dapat dinyatakan tinggi karena khalayak yang menjadi targetnya adalah khalayak yang secara sadar menjadi bagian dari komunikator dalam proses iklan buzzer. Pada pemilu 2014, banyak pihak yang memilih menjadi buzzer, baik artis, public figur, bahkan mahasiswa. Mereka bertindak sebagai sumber informasi mengenai kandidat atau ide-ide yang mereka dukung. Contohnya beberapa artis pendukung pasangan salah satu presiden menjadi buzzer yang mengkampanyekan nilai-nilai dan ideologi pasangan tersebut. Namun, komunikator buzzermerupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses kampanye yang dilakukan karena buzzer cenderung terkait dengan sumber pesan politik itu sendiri. (*)

Oleh: Tegar Roli

Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyumas

Menulis adalah ibadah, seperti mengemban tugas para nabi dan rasul, adalah untuk : menyampaikan kabar gembira dan memberi peringatan. Pria kelahiran Purbalingga 24 April 1992 menyakini dengan menulis bisa mendidik, menghibur, mengadvokasi, memberi informasi, mencerahkan dan memberdayakan publik. Lulusan S2 Komunikasi dan Penyiaran Islam IAIN Purwokerto sudah memiliki berbagai pengalaman di dunia literasi yang tidak diragukan lagi, mulai dari Pesantren Kepenulisan, pengalaman menjadi wartawan, kontributor web pemberitaan lokal maupun regional hingga reporter televisi pun sudah ia lakoni.

Sumber :
http://pwmjateng.com/buzzer-alternatif-iklan-politik-di-era-media-sosial/

28,267 kali dilihat, 32 kali dilihat hari ini