Bambang Irawan Pimpinan DPRD Purbalingga

Bambang Irawan Pimpinan DPRD Purbalingga

HR Bambang Irawan  dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjadi pimpinan sementara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Purbalingga. Hal tersebut diketahui saat rapat paripurna DPRD Purbalingga dengan agenda pengambilan sumpah/ janji anggota DPRD periode 2019-2024 hasil Pemilu 2019, Senin (19/8/2019) di ruang rapat paripurna DPRD Purbalingga.

HR Bambang Irawan menjadi pimpinan sementara bersama Aman Waliyudin sebagai wakil ketua dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).  Penunjukan HR Bambang Irawan dan Aman Waliyudin sudah sesuai aturan yaitu peraturan DPRD Kabupaten Purbalingga No 170-01 tahun 2019 tentang tata tertib DPRD Kabupaten Purbalingga yang menyebutkan ketua (sementara) berasal dari dua parpol yang memiliki kursi DPRD terbanyak.

Keputusan tersebut dibacakan Sekretaris DPRD Purbalingga, Tri Gunawan Setyadi usai pengambilan sumpah untuk 45 anggota DPRD Purbalingga periode 2019-2024. Ada Sembilan parpol yang mengirimkan wakilnya ke jalan Onje dengan komposisi yang beragam. Ke Sembilan parpol tersebut adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan 10 wakil, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan 9 wakil, Partai Golongan Karya (Golkar) dengan 7 wakil, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dengan 6 wakil, Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dengan 1 wakil, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan 4 wakil, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan 2 wakil, Partai Amanat Nasional (PAN) dengan 4 wakil dan Partai Demokrat (PD) dengan 2 wakil.

“Penunjukan ketua dan wakil ketua sementara merupakan peraturan DPRD Kabupaten Purbalingga yang tertuang dalam tata tertib yang menyebutkan pimpinan berasal dari dua partai politik yang memiliki dua kursi terbanyak di DPRD Purbalingga,” kata lelaki yang akrab disapa Tri Gun tersebut.

Setelah serah terima jabatan dengan ketua DPRD 2014-2019 Tongat, HR Bambang Irawan yang biasa disapa BI menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga masyarakat Purbalingga yang telah mensukseskan Pemilu serentak 2019 April lalu. BI juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada anggota DPRD periode 2014-2019 yang telah mendarma baktikan diri mereka untuk kemajuan Kabupaten Purbalingga.

“Sesuai aturan, sebelum ketua definitif ditentukan, ketua dan wakil ketua berasal dari dua parpol pemilik kursi terbanyak di DPRD Kabupaten. Pertama kami sampaikan kepada warga masyarakat Kabupaten Purbalingga yang telah ikut mensukseskan Pemilu 2019 sehingga berhasil sesuai dengan yang kita harapkan. Kedua, kami sampaikan terima kasih kepada anggota DPRD periode 2014-2019 yang telah berkontribusi dalam kemajuan Kabupaten Purbalingga,” ujarnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan BI kepada seluruh penyelenggara Pemilu baik KPUD maupun Bawaslu dari tingkat kabupaten hingga tingkat yang paling bawah. Berkat kerja keras mereka, penyelenggaraan Pemilu di Kabupaten Purbalingga berlangsung lancar tanpa adanya hambatan. Kemudian, BI juga mengapresiasi Bupati dan jajaran Forkopimda yang telah menciptakan suasana kondusif selama gelaran Pemilu serentak 2019.

“Terima kasih pula kami ucapkan pada Bupati dan jajaran Forkopimda yang telah menciptakan suasana kondusif sehingga Pemilu lalu dapat berjalan aman, jujur dan adil,” tuturnya.

Dia menambahkan, anggota DPRD 2019-2024 yang baru saja dilantik agar bekerja secara sungguh-sungguh demi kepentingan warga masyarakat Kabupaten Purbalingga. Dirinya menilai, hal yang penting dan perlu dilakukan adalah selalu dekat dengan rakyat agar aspirasi rakyat bisa terserap untuk kemudian diperjuangkan.

“Permasalahan dan kebutuhan masyarakat bisa diketahui jika kita terjun langsung di tengah masyarakat dan dengan itu kita baru bisa memecahkan permasalahan masyarakat,” imbuhnya.

BI juga mengajak kepada anggota terlantik untuk melakukan tiga fungsi DPRD (Pengawasan, Anggaran dan legislasi) dengan baik. Sinergitas DPRD dengan pemerintahKabupaten juga menjadi sorotan agar terus dijaga dan ditingkatkan.

“Kerjasama dan sinergitas antara DPRD dan Pemkab yang selama sudah terbangun untuk bisa ditingkatkan lagi,” pungkasnya. (KP-4).

4,034 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Kebhinekaan Menjadi Kekuatan Bangsa Indonesia

Kebhinekaan Menjadi Kekuatan Bangsa Indonesia

Tegarroli.com – Kebhinekaan bangsa Indonesia menjadi kekuatan tersendiri dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Hal tersebut disampaikan Asisten Ekonomi Pembangunan Sekda Purbalingga, Agus Winarno saat membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pada upacara peringatan hari kemerdekaan RI ke-74 tingkat Kabupaten Purbalingga, Sabtu pagi (17/8/2019) di halaman Pendapa Dipokusumo Purbalingga.

Dia mengatakan, kemerdekaan bangsa Indonesia diraih dengan persatuan dari para pahlawan dan pendiri bangsa yang heterogen. Menurutnya, para pendiri bangsa yang berlatar belakang, suku, agama dan ras yang berbeda tidak menghalangi mereka untuk berjuang membebaskan bangsa Indonesia dari belenggu penjajahan.

“Para pahlawan dan pendiri bangsa mempunyai latar belakang berbeda mulai dari suku, agama dan ras namun itu semua tidak membuat mereka surut untun memperjuangkan bangsa ini terbebas dari penjajahan,” katanya.

Dia mencontohkan beberapa contoh pahlawan seperti Letjend. Gatot Subroto dari Banyumas yang beragama Budha, Agustinus Adi Sucipto yang seorang Katholik, Albertus Soegija Pranoto uskup pribumi pertama yang menegaskan dia seratus persen katholik dan seratus persen Indonesia, yap Tjoang Bin yang seorang Tionghoa, Lim Kwin Hean dan Faradj bin Martak yang keturunan Arab kesemuanya rela melebur menjadi satu guna kepentingan kemerdekaan Indonesia.

“Meraka semua berbeda latar belakang namun bersatu demi satu tujuan Indonesia merdeka,” ujarnya.

Dirinya juga mengajak kepada seluruh generasi penerus bangsa untuk tidak minder kepada persaingan dengan bangsa lain. Generasi muda diajak untuk memiliki mental kuat membaja dan mengembalikan kejayaan bangsa ini pada masa Majapahit dahulu.

“Ayo jangan melempem mental kalian kala menghadapi persaingan dengan bangsa lain. Kembalikan kejayaan bangsa kita yang pada masa majapahit pernah melakukan ekspansi ke belahan bumi bagian utara,” pungkasnya. (KP-4).

3,609 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Asyiknya Langen Bareng Kali Celo Mejagong

Asyiknya Langen Bareng Kali Celo Mejagong

Pemalang-Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) Desa Mejagong Kecamatan Randudongkal Pemalang mengadakan Langen celo dalam rangka perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74. Peserta di ikuti oleh seluruh lapisan masyarakat. Kali celo yang bersih dan jernih menjadikan daya tarik untuk menikmati mandi bersama  di sungai, kerana banyak sungai yang sudah tercemar, Kamis (15 /08 /2019 ).

H.Darmo S.Pd selaku kepala Desa Mejagong mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai, jangan membuang kotoran di sungai. Kegiatan langen kali celo menjadi agenda rutin setiap tahunnya dan menjadi ikon desa mejagong. Selain itu ada lomba untuk anak-anak sekolah dasar mengambil hadiah dengan menaiki jembatan satu bambu di atas sungai.

Langen bareng kali celo ini ditunggu-tunggu oleh masyarakat dibanding lomba lainnya. Masyarakat antusias sekali terkait kegiatan ini terutama mandi di sungai. Disamping itu juga Sebagai bentuk mensyukuri apa yang ada di desa kita tercinta, dengan menjaga dan merawatnya. Panitia menyediakan banyak hadiah yang dapat mengambil diatas jembatan satu bambu di atas sungai,ungkap Abdul Syukur S.Pd yang juga ketua panitia.

Abdul Syukur S.Pd menambahkan banyak agenda kegiatan pada bulan agustus antara lain lomba mewarnai Khusus anak Tk se desa mejagong, jalan santai/sehat &senam massal, lomba gobak sodor, balap egrang,langen celo,river tubing, karnaval,upacara dan panggung hiburan. Mengajak masyarakat untuk meriahkan bersama, bukan hadiahnya, bukan kalah menangnya, bukan Doorprizenya, tetapi demi meriahnya perayaan HUT KE-74 Republik Indonesia .

Berbeda dengan Wildan Salami

Tokoh Pemuda Desa Mejagong dengan adanya even tahunan langen bareng kali celo ini semoga bisa menggerakkan sedikit demi sedikit minat masyarakat akan kesadaran menjaga lingkungan. Lingkungan terawat akan menjadi indah dan menyenangkan. Program dari desa akan fokus pada pembangunan pariwisata di desa Mejagong dengan branding Begong alias Bendungan Mejagong. Keguyuban remojong masyarakat adalah salah satu tolak ukur bagaimana desa akan menjadi desa wisata. Semoga lewat momen ini dapat menjalin erat silaturahim antar warga masyarakat Mejagong dan sekitarnya. (KH)

3,390 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Bersepeda ke Sekolah

Bersepeda ke Sekolah

tegarroli.com – Sebanyak 635 siswa SMP Negeri 3 Bukateja mengikuti gebyar sepeda santai yang diselenggarakan oleh pihak sekolah. Gebyar sepeda santai ini bertujuan untuk membudayakan para siswa untuk bersepeda ke sekolah.

“Bersepeda itu ramah lingkungan dan tidak menimbulkan polusi udara,” kata Kepala SMPN 3 Bukateja, Aris Budiman saat memberikan sambutan pada Apel Persiapan Gebyar Sepeda Santai di Lapangan SMPN 3 Bukateja.

Dengan membudayakan bersepeda ke sekolah juga menjadi satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Apalagi mayoritas siswa siswi SMPN 3 Bukateja jarak antara rumah ke sekolah tidak terlalu jauh.

“Jadi kami memang melarang siswa siswi di sini untuk menggunakan sepeda motor ke sekolah, karena dalam aturan lalu lintas pun anak di bawah usia 17 tahun tidak diperbolehkan membawa motor,” ujarnya.

Menurut Aris, Gebyar Sepeda Santai yang diselenggarakan pihak sekolah merupakan acara puncak dari rangkaian kegiatan HUT RI ke 74 Tahun 2019 dan HUT SMPN 3 Bukateja ke 28. HUT SMPN 3 Bukateja sendiri jatuh pada tanggal 21 Juli 2019, namun pada peringatannya disemarakkan bersamaan dengan rangkaian HUT RI.

“Jadi acara ini merupakan puncak acara dari HUT sekolah dan HUT RI yang digabungkan agar lebih semarak,” jelas Aris.

Wakil Kepala SMPN 3 Bukateja, Heri Setiawan mengatakan untuk budaya bersepeda ke sekolah menjadi hal yang sangat bagus. Hal ini dikarenakan bersepeda itu ramah lingkungan terlebih SMPN 3 Bukateja merupakan sekolah adiwiyata tingkat nasional sejak tahun 2016.

“Itu tentu berorientasi pada lingkungan, dengan sekolah yang rindang kita upayakan untuk mengurangi polusi,” kata Heri.

Kemudian secara kesehatan dengan bersepeda, anak-anak SMPN 3 Bukateja akan lebih sehat. SMPN 3 Bukateja pun pada kurikulumnya siswa SMPN 3 Bukateja dilarang membawa sepeda motor, gawai dan sebagainya.

“Oleh karena itu, kita menekankan kepada siswa siswi kita untuk bersepeda atau bahkan berjalan kaki bagi mereka yang rumahnya dekat, untuk siswa yang rumahnya jauh bisa menggunakan transportasi umum,” terangnya.

Terlebih dalam visi misi SMPN 3 Bukateja mencakup tentang wawasan lingkungan, hal ini yang menjadi satu keunggulan dari SMPN 3 Bukateja. Dan ini memang SMPN 3 Bukateja mengedepankan wawasan wiyata mandala untuk kegiatan pembelajaran anak.

“Jadi menggunakan lingkungan untuk pembelajaran di luar ruangan yang nyaman, rindang dan menyenangkan,” ujar Heri.

Terakhir, selain Gebyar Sepeda Santai sebelumnya telah dilaksanakan berbagai perlombaan untuk menyemarakkan HUT SMPN 3 Bukateja ke 28 dan HUT RI ke 74. Diantaranya lomba renang, lomba paduan suara, lomba menyanyi tunggal putra dan putri, lomba olahraga dan lomba kreativitas anak.

“Untuk lomba kreativitas anak berupa merangkai bunga kemudian ada membuat kolase dari barang bekas untuk kita tampilkan juga ketika karnaval di tingkat kecamatan, untuk guru juga ada lomba namun sifatnya hiburan ada nyunggi tampah, estafet kelereng untuk hiburan,” pungkasnya.(PI-7)

3,131 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Membuat Gerabah

Membuat Gerabah

tegarroli.com – Sebanyak 40 siswa SD/MI dari beberapa sekolah yang ada di wilayah Purbalingga mengikuti pelatihan membuat gerabah dari tanah liat. Pelatihan membuat gerabah ini merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh Museum Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja pada acara ‘Pekan Belajar Bersama di Museum’.

Kepala Bidang Pembinaan Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Purbalingga, Rien Anggraeni mengatakan siswa SD/MI yang mengikuti pelatihan membuat gerabah ini diberikan teori dan praktek langsung membuat gerabah dari tanah liat. Tidak hanya sekedar mempraktekan, para peserta juga bisa membawa pulang hasil karya yang dibuatnya ke rumah.

“Kami sediakan bahannnya dan mereka langsung praktek membuat setelah selesai dibuat mereka bisa membawa pulang gerabah buatan mereka,” kata Rien saat ditemui di Museum Prof Dr. R. Soegarda Poerbakawatja, Selasa (13/8).

Rien menjelaskan Tahun 2019, Museum Prof. Dr. Soegarda mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Museum dan Taman Budaya. Dari total 435 museum yang terdaftar di Kemendikbud RI, Museum Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja menerima DAK non fisik BOP museum dan taman budaya tahun 2019 bersama 110 museum lainnya.

“Sehingga pelaksanaannya ini berupa kegiatan-kegiatan antara lain pengelolaan koleksi, program publik, dan pemeliharaan aset dengan prosentase yang telah ditentukan,” ujarnya.

Pelatihan membuat gerabah yang masuk pada ‘Pekan Belajar di Museum’ merupakan awal kegiatan program publik yang mencakup tema belajar di museum. Kegiatan belajar di museum yang lain yakni kelas membatik, kelas menganyam anyaman, kelas kerajinan dari kulit, kelas fotogradi dan kelas menulis huruf jawa.

“Untuk masing-masing kelas narasumbernya berbeda dan juga pesertanya juga berbeda menyesuaikan tingkat kesulitan,” jelas Rien.

Pekan Belajar di Museum akan dilaksanakan mulau Selasa sampai Jumat (13-16/8) bertempat di Museum Prof. Dr. R. Soegarda. Ia berharap dengan adanya kegiatan seperti ini yang sasarannya untuk pelajar SD/MI, SMP/MTS maupun SMA se derajat sekaligus dapat memperkenalkan museum kepada para peserta.

“Jadi kita memang sengaja materi-materi yang diambil pada kelas belajar di museum materi yang langka dan tidak begitu dikenal oleh anak-anak sekarang, mudah-mudahan dengan adanya program DAK non fisik BOP museum dan taman budaya ini minimal dari sekian anak-anak yang mengikuti bisa mengenal budaya yang ada di Indonesia khususnya di Purbalingga,” pungkasnya. (PI-7)

2,966 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini