Berburu “Celeng”

Berburu “Celeng”

tegarroli.com – Merasa resah karena tanaman nya sering diganggu babi hutan (celeng), warga masyarakat Grantung bersama Polsek Karangmoncol dan Koramil 11 Karangmoncol melakukan perburuan celeng. Perburuan juga diikuti oleh Camat Karangmoncol, Kasi Trantibum dan beberapa staf serta perangkat desa Grantung.

Camat Karangmoncol Juli Atmadi mengatakan perburaan babi hutan memang diperlukan dikarenakan keberadaan sudah dirasakan mengganggu tanaman warga. Kurang lebih 20 orang ikut dalam perburuan tersebut, dengan perlengkapan 3 pucuk senapan laras panjang, tombak dan parang.
” Harapannya dengan perburuan ini, tanaman warga bisa aman dari serangan babi hutan,” katanya disela-sela perburuan.
Sedangkan Kades Grantung, Karyono mengatakan kami telah berkoordinasi dengan pihak Polsek Karangmoncol dan Koramil 11 Karangmoncol pada Minggu ini (8/9) dilakukan perburuan. Alhamdulillah berkat bantuan dari semua pihak hari ini, perburuan mendapatkan 2 ekor babi hutan.
” Kami gotong royong, ada yang bawa parang, bawa tombak dan perlengkapan lainnya. Kami juga di support oleh ibu-ibu yakni dengan perbekalan nasi bungkusnya,” kata Karyono.
Perburuan babi hutan, menurut Karyono akan terus dilakukan sampai babi hutan tidak menganggu tanaman lagi. Perkebunan yang sering diganggu babi hutan memang berdekatan dengan hutan yakni hutan Cahyana dan hutan Serang.
Selain babi hutan, menurut Karyono Desa Grantung juga terkena serangan hama tikus. Setiap Minggu warga melakukan gropyokan. Minggu kemarin 700 ekor tikus kita dapatkan.
” Perburuan dan gropyokan diharapkan tahun ini warga Grantung bisa panen,” katanya.

4,377 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Jamaah Haji Purbalingga

Jamaah Haji Purbalingga

tegarroli.com – Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon MM menjemput kepulangan Jamaah Haji asal Purbalingga di Asrama Haji Donohudan/Embarkasi Solo, Ahad (8/9). Penjemputan ini, Bupati didampingi suami beserta Ketua DPRD, Wakil Ketua DPRD dan sejumlah pejabat struktural Pemkab Purbalingga untuk kemudian membantu mengantarkan kembali para jamaah hingga ke Purbalingga.

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi SE BECon MM dalam acara serah terima jamaah haji dari pihak Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Adi Sumarmo Solo kepada Bupati, Ia menyampaikan selamat datang kepada para jamaah haji yang baru saja tiba ke tanah air.

“Alhamdulillah atas seizin Allah Subhanauwataala bapak ibu jamaah haji masih diberi kesehatan, umur yang panjang,  dan keselamatan. Mudah-mudahan ibadah haji yang dilaksanakan di tanah suci selama kurang lebih 40 hari dapat membuat bapak ibu sekalian menyandang haji dan hajah yang mabrur dan mabruroh,” kata Bupati Tiwi saat menerima rombongan Kloter 71 di Gedung Musdalifah Embarkasi Solo.

Atas nama pemerintah, Bupati mengucapkan terimakasih kepada PPIH Adi Sumarmo Solo yang telah memberikan banyak sekali bantuan dan perhatian bagi jamah haji Purbalingga khususnya di bidang pelayanan. Karena mulai dari keberangkatan hingga kepulangan semua berjalan dengan baik dan lancar.

“Kami harap pelayanan dalam penyelenggaraan haji ke depan bisa ditingkatkan semakin baik lagi. Semoga keikhlasan atas bantuan bapak ibu (PPIH) dalam melayani ibadah haji mudah-mudahan tercatat sebagai amal ibadah yang akan mendapatkan balasan dari Allah Subhanahuwataala,” katanya.

Kepala Bidang Penerimaan dan Pemberangkatan PPIH Adi Sumarmo Solo, Muhammad Afif Muhdzir MSi juga menyampaikan selamat datang kembali ke Tanah Air dengan selamat sentosa. “Dan Alhamdulillah kloter 71 ini utuh sebagaimana ketika diberangkatkan,” ungkapnya.

Atas nama PPIH ia mengucapkan terimkasih kepada Bupati dan jajaran Pemkab Purbalingga, berkat kerjasama ini semua rangkaian layanan dari awal sampai dengan pulang bisa berjalan dengan lancar. Namun demikian pihaknya menyadari masih ada kekurangan kesalahan yang dirasakan oleh karena itu pihaknya juga memohon maaf yang setulus-tulusnya.

“Atas nama PPIH kami serahkan kembali Jamaah Haji untuk selanjutnya pulang ke Purbalingga bertemu kembali dengan sanak keluarga . Kami senantiasa berharap perjalanan haji ini betul betul membawa keberkahan bagi panjenengan semuanya, Kabupaten Purbalingga dan Bangsa Indonesia,” katannya.

Sementara itu Kepala kantor Kementerian Agama (Kemenag) Purbalingga, H Karsono SPdI MM melaporkan Jumlah Jamaah Haji Tahun 2019/1440H dari Purbalingga sebelumnya rencana diberangkatkan sebanyak 582 orang yang terbagi menjadi 4 kloter (70,71,72,96). Persis sebelum keberangkatkan 1 orang menyatakan batal karena alasan kesehatan.

“Pada perjalanannya di tanah suci, jamaah atas nama Yusri Sanrosid Muhraji warga Pasunggingan RT 25/10 Kecamatan Pengadegan dari Kloter 71 meninggal dunia di tanah suci,” katanya.

Masih pada pelaksanaan Ibadah Haji di Arab Saudi tercatat ada 3 jamaah haji asal Purbalingga yang tanazul/mutasi kloter atau pemulangan lebih cepat  untuk jamaah sakit. Mereka diantaranya Sudiarto Sanrusdi Sanraji, warga Desa Slinga RT 02/06 Kecamatan Kaligondang dari Kloter 72 dimajukan pulang ikut ke Kloter 30; Heru Suhadi Wiramedja warga Desa Karangmalang RT 03/02 Kecamatan Bobotsari dari Kloter 71 dimajukan ke Kloter 31 dan Latiyah Amad Karta warga Desa Tidu RT 01/02 Kecamatan Bukateja dari Kloter 72 dimajukan ke Kloter 34.

“Sehingga jumlah Jamaah Haji asal Purbalingga yang hari ini (8/9) pulang ada 577 orang setelah dikurangi yang batal, meninggal dan tanazul,” katanya.(Gn/Humas)

3,750 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Sarasehan Kebangsaan

Sarasehan Kebangsaan

tegarroli.com – Kantor Kesbangpol (Kesejahteraan Bangsa dan Politik) Kabupaten Purbalingga menyelenggarakan  Sarasehan Kebangsaan yang diselenggarakan di 9 kecamatan, yakni Kecamatan Pengadegan, Kejobong, Bojongsari, Rembang, Kutasari, Padamara, Kemangkon, Kertanegara, dan Purbalingga. Sarasehan tersebut mengambil tema “Peran tokoh masyarakat, tokoh agama, partai politik, organisasi kemasyarakatan, LSM, tokoh pemuda, dan tokoh wanita dalam peningkatan rasa persatuan dan kesatuan bangsa untuk menjaga NKRI”.

Kepala Kantor Kesbangpol Kabupaten Purbalingga M. Faturrahman dalam sambutannya mengatakan, tujuan diadakannya kegiatan sarasehan tersebut adalah untuk meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa seluruh elemen dalam masyarakat dan mempersiapkan seluruh komponen masyarakat agar memiliki kepribadian dan mental yang bersumber pada nilai-nilai kebangsaan.

“Selain itu mengoptimalkan pengembangan dan pelaksanaan nilai-nilai kebangsaan dan pemberdayaan serta penguatan kesadaran berbangsa dan bernegara yang berlandaskan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI,”kata Faturrahman dalam acara Sarasehan Kebangsaan di Pendopo Kecamatan Kejobong, Senin (9/9).

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga didasari dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 71 tahun 2012 tentang Pedoman Pendidikan Wawasan Kebangsaan.

“Dalam peraturan tersebut ada 1 pasal yang menyebutkan Pemerintah Daerah berkewajiban untuk menyelenggarakan kegiatan seperti ini sebagai upaya mencetak komponen masyarakat, teladan, dan berwawasan kebangsaan, serta membina, dan mengembangkan sikap nasionalisme,” imbuhnya.

Assisten Ekonomi dan Pembangunan Agus Winarno membacakan sambutan Bupati Purbalingga mengatakan, Negara Kebangsaan Indonesia terbentuk dengan ciri yang sangat unik dan spesifik, berbeda dengan Negara-negara lainnya.

“Jerman, Inggris, Prancis, Italia, Yunani menjadi satu negara bangsa karena kesamaan bahasa. Australia, India, Srilanka, Singapura menjadi satu karena kesamaan daratan, atau Jepang, Korea, dan negara-negara Timur Tengah menjadi satu karena kesamaan ras. Indonesia menjadi satu negara bangsa meski terdiri dari banyak bahasa, etnis, ras, dan daratan yang berbentuk kepulauan yang jumlahnya sekitar 17 ribu. Hal itu terwujud karena sejarah kesamaan masa lalu.” kata Agus.

Ia juga mengatakan, akan sangat disayangkan apabila bangsa kita saling adu konflik, saling memecah belah antar sesama bangsa akibat isu suku, agama, dan ras yang belum tentu kebenarannya.

“Negara kebangsaan kita juga terbentuk atas jasa jerih payah, keringat, dan tumpah darah para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan. Oleh karena itu kita patut menjaga persatuan dan kesatuan. Kegiatan ini janagan hanya berhenti di sini saja, tetapi dijadikan sebagai pedoman dalam rangka menciptakan rasa nasionalisme,” tutur Agus.

Sarasehan Kebangsaan tersebut menghadirkan narasumber dari berbagai unsur, diantaranya dari Polres Purbalingga, Kodim 0702, dan Kejaksaan Negeri Purbalingga. (PI-9)

3,002 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini