Sepak Bola Kapuk

Sepak Bola Kapuk

tegarroli.com – Rombongan ASN Pemkab Purbalingga bertandang laga persahabatan sepak bola kapuk di Desa Wanogara Wetan, Kecamatan Rembang, Jumat (13/9) di Lapangan Desa Wanogara Wetan. Acara yang digelar rutin ini, Bupati beserta rombongan tidak membawa tangan kosong untuk diberikan kepada masyarakat setempat.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon MM menyampaikan, pada ajang silaturahmi ini Bupati dan jajaran pejabat Pemkab Purbalingga menyerahkan sejumlah bantuan. Diantaranya 288 paket beras dan lele, santunan kepada 4 Orang Dengan Kecacatan Berat (ODKB) setempat, bantuan krek, walker, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Balita 12 paket, PMT Ibu Hamil 16 paket, Jersey Sepak Bola, bola kaki dan bola voli.
“Semoga semua bantuan ini bermanfaat, dan bantuan perlengkapan olah raga ini guna mendukung pembinaan Karangtaruna dan generasi muda untuk lebih semangat meluangkan waktunya untuk ke hal
positif seperti olah raga,” katanya.
Tujuan laga persahabatan ini juga sebagai sarana silaturahmi tilik sedulur, bertatap muka langsung antara bupati dengan masyarakat. Sepak bola kapuk juga untuk mengajak membudayakan olah raga.
“Semua masyarakat, pria wanita, tua muda semuanya suka sepak bola. Ini bertujuan untuk mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga,” ungkap bupati.
Bupati mengajak masyarakat untuk meningkatkan keguyubrukunan. Ia titip kepada masyarakat untuk senantiasa mendukung setiap program pemerintah termasuk apa yang menjadi visi misi kepala desa.
“Sehebat apapun pimpinan tidak akan bisa bekerja jika masyarakat tidak kompak, tidak guyub. Saya doakan agar masyarakat Wanogara Wetan semakin maju, berkembang. Pemkab juga siap menerima aspirasi inshaallah akan kita tindaklanjuti,” ungkapnya.
Adapun pertandingan laga persahabatan ini bertanding antara Tim Pemkab Purbalingga melawan Tim Kecamatan Rembang berakhir dengan skor 2:1. Laga persahabatan ini juga disemarakkan dengan pentas kuda lumping dari seniman masyarakat setempat. Bupati Tiwi juga mendapatkan cindera mata berupa (Gn/Humas)

3,487 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Purbalingga Juara Umum Pertihusada VI Kwarda Jateng

Purbalingga Juara Umum Pertihusada VI Kwarda Jateng

Prestasi membanggakan kembali diraih Pramuka Purbalingga, kali ini dari golongan Pramuka Penegak dan Pandega yang berhasil menjadi juara umum pada kegiatan Perkemahan Bakti Satuan Karya Bakti Husada (Pertihusada) VI Kwartir Daerah Jawa Tengah. Yang dilaksanakan pada tanggal 9 – 13 September 2019 di Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok, Banyumas.
Dari total delapan giat prestasi yang dilaksanakan, kontingen Kwarcab Purbalingga berhasil meraih kejuaraan di lima mata lomba. Kejuaraan yang diraih yakni juara 1 Parade Budaya, juara 2 Safari Krida, juara 2 Lomba Cerdas Tangkas Bakti Husada (LCTBH), juara 2 Seni Drama Tari dan Musik (Sendratasik), juara 2 Short Movie (Film pendek penyuluhan kesehatan). “Dengan berbekal lima mata lomba inilah Kwarcab Purbalingga berhasil meraih yang terbaik di arena Pertihusada VI,” jelas Pimpinan Kontingen Farah Sukma Wardhani saat dihubungi, Jumat (13/9).
Pada event lima tahunan ini, Kwarcab Purbalingga memang sangat serius untuk menampilkan yang terbaik di setiap jenis kegiatan yang dilaksanakan. Bukan hanya di giat prestasi, di kegiatan lainnya mereka juga sangat antusias mengikuti.
“Bukan hanya giat prestasi, tapi juga ada giat bakti fisik, giat bakti non fisik, giat wawasan, giat persaudaraan, giat wisata, giat kesakaan dan kegiatan lain yang muaranya pada pengembangan softskill dan peningkatan jiwa bakti masyarakat,” tambah Farah.
Menurut Pembina Pendamping Kontingen, Taufik Nur Arifan, hasil yang didapat pada kegiatan ini merupakan jerih payah dari semua unsur kontingen. Unsur yang terlibat meliputi peserta dari pramuka penegak dan pandega, pimpinan kontingen, pembina pendamping, Kwarcab Purbalingga, Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, dan seluruh tim pendukung yang terlibat.
“Kami menyiapkan kontingen ini dengan sangat serius, kami sudah melakukan pemusatan latihan dari empat bulan sebelum pelaksanaan kegiatan. Ini dilakukan agar kontingen benar-benar siap mengikuti Pertihusada VI ini, dan alhamdulilah hasilnya sangat memuaskan,” ungkap Taufik yang juga merupakan Instruktur Saka Bakti Husada.
Taufik menambahkan bukan hal yang mudah untuk menjadi juara umum, karena 34 kwarcab lain yang menjadi peserta juga memiliki kualitas yang sangat bagus dan butuh strategi khusus, serta setiap giat prestasi dinilai oleh juri – juri yang sudah profesional. Moment penyerahan piala Juara Umum semakin terasa spesial karena diserahkan langsung oleh Ketua Kwartir Daerah Jawa Tengah Siti Atiqoh Suprianti, yang memimpin upacara penutupan kegiatan.
“Penyerahan piala ini semakin berkesan karena diserahkan langsung oleh Ketua Kwarda Jateng yang sekaligus menjadi inspektur upacara penutupan Pertihusada VI,” pungkas Taufik. (PI-7)

3,200 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini