KOMUNIKASI MASSA

KOMUNIKASI MASSA

Latar belakang

Komunikasi menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari-hari. Dalam komunikasi kita mengenal istilah komunikasi massa, komunikasi yang merujuk pada penyebaran informasi kepada khalayak dalam jumlah yang banyak. Komunikasi massa dapat menggunakan media massa. Dalam studi komunikasi massa secara umum menjelaskan tentang dua hal pokok yaitu studi komunikasi massa yang melihat peran media masa terhadap masyarakat luas beserta institusi-institusinya. Pandangan ini menggambarkan keterkaitan antara media dengan berbagai institusi lain seperti institusi politik, ekonomi, pendidikan, agama dan sebagainya. Kedua, studi komunikasi massa yang melihat hubngan anatara media dengan audiensnya, baik secara kelompok maupun individual. Teori-teori mengenai hubungan antara media audien terutama menekan pada efek-efek individu dan kelompok sebagai hasil interaksi dengan media (Morissan, 2009:14).

Tujuan

 Untuk mengetahui definisi, karakteristik, fungsi, bentuk, efek komunikasi massa.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Komunikasi Massa

 Komunikasi massa merupakan komunikasi dengan menggunakan media massa. Media komunikasi yang termasuk media massa adalah siaran radio dan televisi (media elektronik),  surat kabar, majalah (media cetak) ataupun dengan media film.

 Pengertian komunikasi massa menurut para ahli yaitu:

  • Menurut Jay Black dan Frederick C. Whitney (1988),

Komunikasi massa adalah sebuah proses dimana pesan-pesan yang diproduksi secara massal atau  tidak sedikit disebarkan kepada massa penerima pesan yang luas, anonim, dan heterogen.

  • Menurut Bittner (1980)

Komunikasi massa adalah komunikasi melalui pesan yang disampaikan melalui media massa pada sejumlah besar orang.

  • Menurut Joseph A Devito

Komunikasi massa adalah komunikasi yang ditujukan kepada massa, kepada khalayak yang luar biasa banyaknya.  Dan komunikasi massa adalah komunikasi yang disalurkan oleh pemancar-pemancar yang audio atau visual.

  • Menurut Jalaluddin Rakhmat

Komunikasi massa adalah jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen, dan anonim melalui media cetak atau elektronik sehingga pesan yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat.

  • Menurut Joseph R. Dominick

Komunikasi massa adalah suatu proses dimana suatu organisasi yang kompleks dengan bantuan satu atau lebih mesin memproduksi dan mengirimkan pesan kepada khalayak yang besar, heterogen, dan tersebar.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa komunikasi massa adalah salah satu bentuk penyampaian pesan dengan menggunakan media pada khalayak ramai yang sifat penyebaran pesannya berlangsung begitu cepat, serempak,  dan luas. Penerima pesan dalam komunikasi massa tidak hanya besar dalam jumlah, tetapi memiliki sifat yang berbeda dari segi usia, jenis kelamin, tingkat sosial, jenis pekerjaan, agama dan lain sebagainya.

 2.2 Karakteristik Komunikasi Massa

Komunikasi massa memiliki karakteristik sebagai berikut :

Komunikator bersifat melembaga.

Komunikator dalam komunikasi massa terdiri dari kumpulan orang-orang. Artinya gabungan antara berbagai macam unsur yang bekerja satu sama lain dalam sebuah lembaga. Komunikator dalam komunikasi massa adalah lembaga media massa itu sendiri. Komunikator dalam komunikasi massa biasanya adalah media massa  seperti surat kabar, televisi, stasiun radio, majalah, dan penerbit buku. Media massa disebut sebagai organisasi sosial karena merupakan kumpulan beberapa individu dalam proses komunikasi massa tersebut. (Nurudin,2004:16-18)

 Komunikan bersifat anonim dan heterogen.

Komunikan dalam komunikasi massa bersifat heterogen. Artinya pengguna media memiliki pendidikan, umur, jenis kelamin, status sosial, tingkat ekonomi, latar belakang budaya, dan kepercayaan yang berbeda-beda. Selain itu dalam komunikasi massa, komunikator tidak mengenal komunikan (anonim) karena dalam proses komunikasinya menggunakan media dan tidak tatap muka. (Ardianto,2004:9)

Pesan yang disampaikan bersifat umum.

Pesan dalam komunikasi massa ditujukan kepada semua orang atau khalayak yang plural. Oleh karena itu pesan-pesan yang dikemukakan bersifat umum tidak boleh bersifat khusus. Khusus disini memilki arti pesan itu memang tidak disengaja untuk golongan tertentu saja.

Proses komunikasi berlangsung satu arah

Komunikasi massa dilakukan melalui media massa, artinya komunikator dan komunikannya tidak dapat melakukan kontak langsung. Komunikator aktif menyampaikan pesan dan komunikan pun aktif menerima pesan, namun diantara keduanya tidak dapat melakukan dialog sebagaimana halnya terjadi dalam komunikasi antar pribadi. Dengan demikian komunikasi massa itu bersifat satu arah.

Menimbulkan keserempakan.

Dalam komunikasi massa proses penyebaran pesan-pesannya terjadi secara serempak. Serempak disini berarti khalayak bisa menikmati media massa tersebut hampir bersamaan. Effendi (1999)  mengartikan keserempakan media massa itu ialah kontak dengan sejumlah besar penduduk dalam jarak yang jauh dari komunikator, dan penduduk tersebut satu sama lainnya berada dalam keadaan terpisah.

Dikontrol oleh

Gatekeeper atau yang sering disebut dengan penjaga gawang adalah orang yang sangat berperan dalam penyebaran informasi melalui media massa. Gatekeeper berfungsi sebagai orang yang ikut menambah atau mengurangi, menyederhanakan, mengemas agar semua informasi yang disebarkan lebih mudah dipahami. Gatekeeper juga berfungsi untuk menginterpretasikan pesan, menganalisis, menambah atau mengurangi pesan-pesannya.

Karakteristik Khusus dari Komunikasi Massa Menurut McQuaill 2000, yaitu:

  1. Jumlah audiens yang sangat besar dan heterogen,
  2. Bersifat impersonal yaitu sumber penyampai informasi tidak mengenal keseluruhan partisipan secara personal,
  3. Terencana yaitu dapat diprediksikan dan formal,
  4. Adanya kontrol terhadap sumber informasi
  5. Keterbatasan interaktifitas antara sumber dengan audience-nya,

2.3 Fungsi Komunikasi Massa

 Fungsi komunikasi massa menurut Jay black dan Frederick C.Whitney (1988), antara lain :

  1. To inform (menginformasikan)

Fungsi informasi merupakan fungsi paling penting yang terdapat dalam komunikasi massa. Komponen paling penting untuk mengetahui fungsi informasi dari berita-berita yang disajikan.Fakta-fakta yang dicari wartawan dilapangan kemudian dituangkannnya dalam tulisan juga merupakan informasi. Fakta yang terjadi di masyarakat dan kemudian diringkas dalam 5W  + 1 H.

  1. To entertain (memberi hiburan)

Fungsi hiburan untuk media elektronik mendapatkan posisi yang paling tinggi dibandingkan dengan fungsi-fungsi yang lain. Misalnya, media televisi dijadikan oleh masyarakat sebagai media hiburan. Hal ini berbeda dengan media cetak, media cetak biasanya lebih mengutamakan isi informasinya ketimbang hiburannya.

  1. To persuade (membujuk)

Fungsi persuasif komunikasi massa sama pentingnya dengan fungsi informasi dan hiburan. Bagi Joseph na. Devito (1997), fungsi persuasif dianggap fungsi yang paling penting dari komunikasi massa. Persuasif bisa dalam berbagai bentuk, yaitu :

  1. Mengukuhkan atau memperkuat sikap, kepercayaan atau nilai seseorang.
  2. Mengubah sikap, kepercayaan dan nilai seseorang.
  3. Menggerakan seseorang untuk melakukan sesuatu
  4. Memperkenalkan etika atau menawarkan sistem nilai tertentu.
  1. Transmission of the culture (transmisi budaya)

Transmisi budaya merupakan salah satu fungsi komunikasi massa yang paling luas, meskipun paling sedikit dibicarakan. Transmisi budaya tidak dapat dielakkan, tetapi selalu hadir dalam berbagai bentuk komunikasi yang mampu mempunyai dampak pada penerimaan individu, demikian juga beberapa bentuk komunikasi menjadi bagian dari pengalaman dan pengetahuan individu.

Selain itu komunikasi massa berfungsi untuk:

  • Mendorong Kohesi Sosial

Kohesi yang dimaksud disini adalah penyatuan. Artinya, media massa mendorong masyarakat untuk bersatu. Dengan kata lain, media massa merangsang masyarakat untuk memikirkan dirinya bahwa bercerai berai bukan keadaan yang baik bagi kehidupan mereka.

  • Pengawasan

Bagi Laswell, komunikasi massa mempunyai fungsi pengawasan. Artinya, menunjuk pada pengumpulan dan penyebaran informasi mengenai kejadian-kejadian yang ada di sekitar kita. Fungsi pengawasan bisa dibagi menjadi dua yakni warning or beware surveillance atau pengawasan peringatan dan instrumental surveillance atau pengawasan instrumental.

  • Korelasi

Fungsi korelasi yang dimaksud adalah fungsi yang menghubungkan bagian-bagian dari masyarakat agar sesuai dengan lingkungannya. Erat kaitannya dengan fungsi ini adalah peran media massa sebagai penghubung antara berbagai komponen masyarakat. Sebuah berita yang disajikan oleh seorang reporter akan menghubungkan antara narasumber (salah satu unsur bagian masyarakat) dengan pembaca surat kabar (unsur bagian masyarakat yang lain).

  • Pewarisan Sosial

Media massa berfungsi sebagai seorang pendidik, baik yang menyangkut pendidikan formal maupun informal yang mencoba meneruskan atau mewariskan suatu ilmu pengetahuan, nilai, norma, pranata, dan etika dari suatu generasi ke generasi selanjutnya.

  • Melawan Kekuasaan dan Kekuatan Represif

Komunikasi massa dapat menjadi sebuah alat untuk melawan kekuasaan dan kekuatan represif. Komunikasi massa berperan memberikan informasi, tetapi informasi yang diungkapkannya ternyata mempunyai motif-motif tertentu untuk melawan kemapanan. Komunikasi massa juga bisa berperan untuk memperkuat kekuasaan, tetapi bisa juga sebaliknya.
2.4  Model  Proses Komunikasi Massa

  1. Model Jarum Suntik (Hypodermic Needle Model)

Model jarum suntik pada dasarnya adalah aliran satu tahap (one step flow), yaitu dari media massa langsung pada khalayak sebagai massa audience. Model ini mengasumsikan, media massa secara langsung, cepat dan mempunyai efek yang amat kuat atas massa audience. Model Hypodemic Needle cenderung sangat melebihkan peranan komunikasi massa dengan media massa.

  1. Model Alir Dua Tahap (two-step flow model)

Model ini menyatakan, pesan-pesan media massa yang tidak seluruhnya mencapai massa audience secara langsung, sebagian besar pesan yang disampaikan berlangsung secara bertahap. Tahap pertama dari media massa kepada orang-orang tertentu di antara mass audience (opinion leaders) yang bertindak selaku gate-leaders. Dari sini pesan-pesan media ditentukan kepada anggota-anggota mass audience yang lain sebagai tahap yang kedua sehingga pesan-pesan media akhirnya mencapai ke seluruh penduduk.

  1. Model Alir Satu Tahap (one-step flow model)

Hampir serupa dengan Model Hypodermic Needle, model alir satu tahap ini menyatakan saluran-saluran media massa berkomunikasi secara langsung kepada mass audience. Artinya pesan-pesan media mengalir tanpa harus melalui opinion leaders. Namun, berbeda dengan Model Hypodermic Needle, model alir satu tahap mengakui bahwa pesan-pesan komunikasi penerima-penerima yang seluruhnya sama. Efek yang ditimbulkan juga tidak selalu sama untuk masing-masing penerima.

  1. Model Alir Banyak Tahap (multi-step flow model)

Model alir banyak tahap merupakan golongan dari semua model. Model ini menyatakan pesan-pesan media massa menyebar kepada khalayak melalui suatu interaksi yang amat kompleks. Media mencapai khalayak dapat secara langsung dan dapat pula melalui macam-macam penerusan (relaying) secara beranting, baik melalui pemuka-pemuka masyarakat (opinion leaders) maupun melalui situasi saling berhubungan antara anggota khalayak.

2.5 Efek Komunikasi Massa

Secara umum komunikasi massa mempunyai tiga efek. Berdasarkan teori hierarki efek yaitu:

  1. a)      Efek kognitif, pesan komunikasi massa mengakibatkan khalayak berubah dalam hal pengetahuan, pandangan, dan pendapat terhadap sesuatu yang diperolehnya.
  2. b)      Efek afektif, di mana pesan komunikasi massa mengakibatkan berubahnya perasaan tertentu dari khalayak.
  3. c)      Efek konatif, di mana pesan komunikasi massa mengakibatkan orang mengambil keputusan untuk melakukan atau tidak melakukan suatu tindakan.

2.6 Kelemahan Komunikasi Massa

  2.7 Contoh Komunikasi Massa

   BAB III

                                PENUTUP

3.1 Kesimpulan

 Komunikasi massa merupakan suatu komunikasi yang disampaikan kepada sejumlah besar orang melalui media massa. Media massa yang digunakan dapat berupa siaran radio, televisi, surat kabar. Dalam komunikasi massa memiliki 5 karakteristik diantaranya adalah komunikator bersifat melembaga, komunikator bersifat anonim dan heterogen, pesan yang disampaikan bersifat umum, proses komunikasi bersifat satu arah, menimbulkan keserempakan, dikontrol oleh gatekeeper.

  DAFTAR PUSTAKA

 Anonim. Komunikasi Massa. Diakses dari http://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab1/2011-2-00396-mc%201.pdf. Tanggal 06 Oktober 2013.

Salmawati. Komunikasi Massa. Diakses dari http://dirimu.files.wordpress.com/2010/04/fungsi-komunikasi-masa.pdf. Tanggal 06 Oktober 2013.

Anonim. Komunikasi Massa. Diakses dari

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/18052/4/Chapter%20II.pdf

Tanggal 06 Oktober 2013

 

7,948 kali dilihat, 169 kali dilihat hari ini