SMA N Bobotsari Rengkuh Juara

SMA N Bobotsari Rengkuh Juara

tegarroli.com –

SMA N 1 Bobotsari keluar sebagai juara Turnamen Sepakbola Bupati Cup 2019 setelah mengalahkan SMA N 1 Kutasari lewat drama adu penalty dengan skor 4-2, Senin (12/8/2019) di Stadion Goentoer Darjono Purbalingga. Di waktu normal, kedua kesebelasan bermain sama kuat 0-0 namun di babak tos-tosan, SMA N 1 Bobotsari keluar sebagai kampiun dan berhak atas trofi dan uang pembinaan.

Kedua tim menjalankan pola permainan berbeda. SMA N 1 Bobotsari memainkan strategi offensive atau menyerang sedangkan SMA N 1 Kutasari memainkan pola bertahan dan hanya mengandalkan serangan balik. Di menit 30 babak pertama, SMA N 1 Bobotsari memperoleh peluang emas lewat tendangan bebas dari posisi ideal namun berhasil diblok oleh pagar hidup yang dibangun barisan belakang SMA N 1 Kutasari.

Di babak kedua, kedua tim bermain keras dengan tempo yang relative cepat sehingga banyak pelanggaran dilakukan kedua tim. Dimenit 40, pemain Kutasari harus mendapat kartu kuning akibat pelanggaran keras yang dilakukan. Di menit akhir pertandingan babak kedua, Bobotsari gagal memanfaatkan peluang emas setelah pemain bernomor punggung 21 (kapten kesebelasan) yang sudah berhadapan dengan penjaga gawang tak bisa mengkonversi peluang menjadi gol

Pertandingan harus dilanjutkan ke babak adu penalty setelah kedua tim gagal membobol gawang lawan. Penendang pertama dari  Bobotsari gagal menceploskan si kulit bundar dan penendang pertama dari Kutasari berhasil. Tekanan berbalik kala penendang ketiga, keempat dan kelima  Kutasari berhasil ditepis penjaga gawang Bobotsari dan sisa penendang Bobotsari mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

Ditemui seusai pertandingan, pelatih yang sekaligus guru olahraga SMA N 1 Bobotsari, Budi Handoyo mengaku bangga dengan pencapaian anak didiknya. Semua tim yang dihadapi oleh sekolahnya dinilainya sangat berkelas dan berat sehingga mereka tidak pernah meremehkan lawan di setiap pertandingannya.

“Kami bangga dengan prestasi mereka. Kami anggap semua musuh berat sehingga kami tetap focus pada pertandingan karena kami tidak pernah meremehkan semua lawan,” kata lelaki yang akrab disapa Yoyo ini.

Lebih lanjut, dirinya mengapresiasi kompetisi yang diadakan Pemkab Purbalingga. Menurutnya, kompetisi semacam ini bisa menjaring bibit sepakbola untuk bisa mengharumkan nama Purbalingga di kancah persepakbolaan nasional. “Saya sangat support dengan kompetisi-kompetisi semacam ini, karena melalui ini bibit pemain sepak bola Purbalingga bisa lahir,” imbuhnya.

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) saat menutup gelaran kompetisi mengaku bangga dengan para peserta yang berjumlah 32 tim tersebut. Dirinya berharap prestasi sepak bola Purbalingga bisa meningkat lewat kompetisi itu.

“Animonya luar biasa. Semoga dengan kompetisi ini, sepakbola di Purbalingga bisa lebih berprestasi lagi,” pungkasnya. (KP-4).

39 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Kontak

Kontak : 0856 4777 1424 (WA/SMS)

Email : tegarroly@gmail.com

136 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

KEINGINAN ADALAH SUBER PENDERITAAN

KEINGINAN ADALAH SUBER PENDERITAAN

Hawa nafsu merupakan suatu kewajaran karena manusia tercipta dengan membawanya. Akan tetapi jika hawa nafsu tidak dikendali dengan baik maka ia akan terbalik mengendalikan manusia. Hawa nafsu sering kali disamakan dengan keinginan atau hasrat. Sebagai manusia, kita pun mempunyai aneka keinginan, terutama keinginan yang bersifat duniawi.

Kita ingin hidup dengan berlimpah harta. Kita ingin mempunyai pasangan yang cantik. Kita ingin mempunyai mobil mewah keluaran terbaru. Kita ingin ini dan itu, semuanya semuanya dan semuanya. Banyak hal yang kita inginkan di dunia ini yang bersifat duniawi tersebut.

Jika kita tidak mengendalikan keinginan tersebut maka keinginan itulah yang akan mengendalikan kita. Itulah maksud dari hawa nafsu. Jika tidak memperoleh apa yang kita inginkan maka kita akan menderita. Karena tidak ingin menderita, kita bias berbuat hal yang melanggar hokum, seperti korupsi, mencuri, merampok, dan menipu.

Itulah jika hidup kita dikendalikan oleh keinginan. Lain halnya jika kita mengendalikan keinginan. Maka , keinginan tersebut tidak akan menguasai kita. Sungguh, keinginan adalah sumber penderitaan dalam hidup jika kita tidak bisa mengendalikannya dengan baik.

Seolah kita hidup di dunia ini hanya mengejar keinginan-keinginan yang tak kekal dan tak akan kita bawa mati.

Jika kita sederhanakan, keinginan tersebut merupakan kerjaan untuk hidup dalam kekayaa. Keinginan kita bertujuan untuk kekayaan. Padaha, keinginan tersebut adalah sumber penderitaan. Jika kita telah hidup dalam kekayaan maka kita akan merasa miskinjika kita terus mengejar kekayaan yang lebih. Dan begitu seterusnya.

Merasa cukup adalah kekayaan. Jika kita merasa cukup terhadap apa yang kita miliki maka kita sudah kaya. Sederhananya, jika kita tidak menginginkan beragam keinginan maka kita sudah kaya. Hal itu membebaskan kita dari penderitaan yang diakibatkan oleh keinginan –keinginan yang tidak berkesudahan.

Lantas, bagaimana cara agar kita bisa terlepas dari keinginan serta merasa cukup dengan adanya? Jawabannya adalah dengan segala penyakit hati, terutama keinginan-keinginan yang tak berkesudahan.

Sementara itu, syukur adalah menerima apa adanya serta merasa cukup dengan apa yang telah dimiliki.

Manusia yanb berjiwa besar dengan menekankan sikap sabra adalah manusia yang akan menerima kabar gembira. Begitulah kira-kira. Karena sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.

Sementara itu, manusia yang berjiwa besar dengan mengedepankan sikap syukur adalah manusia yang senantiasa bahagia karena berlimpah nikmat. Hal itu dikarenakan bahwa orang yang bersyukur akan senantiasa ditambahkan kenikmatan untuknya.

*Tegar Roli A., M.Sos

Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MPI PDM) Banyumas

136 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Tegar Ajak Anak Muda Bikin Karya yang Mendunia

Tegar Ajak Anak Muda Bikin Karya yang Mendunia

Tegar Roli A. yang akrab disapa Tegar merasa senang ketika melihat para generasi milenial mau dan mampu dalam mengisi kemerdekaan.

Ia berharap semua anak Indonesia harus membuat sebuah karya yang bisa membuat mata dunia terpana.

“Ada rasa bangga ketika melihat pejuang generasi hari ini dalam hal kemerdekaan diri. Penuh gairah, hebat dan bermartabat serta penuh dengan kreativitas. Bagaikan busur panah siap melesat menembus sasaran paling tengah,” ungkap Tegar.

Lebih lanjut Tegar mengatakan, setiap manusia memiliki massanya, dan setiap massa ada manusia yang berperan didalamnya.

“Artinya kita sebagai generasi hari ini harus berbuat sesuatu yang beda dari biasanya agar mampu bersaing dengan seluruh dunia dan tentunya dengan penuh sportivitas,” ungkapnya.

Pria kelahiran April 1992 itu, juga menyadari tantangan anak muda saat ini tidak hanya datang dari bangsa sendiri. Di era teknologi dan serba digital, persaingan terjadi dengan anak muda seluruh dunia.

“Kita harus melakukan sesuatu yang tidak bisasa dilakukan oleh orang lain. Saat mereka masih tidur, kita sudah bangun. Saat mereka baru bangun, kita sudah bekerja. Saat mereka baru bekerja, kita sudah sukses. Dan saat mereka baru sukses. Kita sudah menyukseskan orang lain,” pungkasnya. (*)

134 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Pembentukan Identitas Diri Remaja Menggunakan Media Sosial

Pembentukan Identitas Diri Remaja Menggunakan Media Sosial

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah merubah cara interaksi individu dengan individu yang lain. Internet menjadi sebuah ruang digital baru yang menciptakan sebuah ruang kultural. Tidak dapat dihindari bahwa keberadaan internet meberikan banyak kemudahan kepada penggunanya. Beragam akses terhadap informasi dan hiburan dari berbagai penjuru dunia dapat dicari melalui internet. Internet menembus batas dimensi kehidupan pengguna, waktu, dan ruang, yang dapat diakses oleh siapapun, kapanpun, dan dimanapun.

Keberadaan internet secara tidak langsung menghasilkan sebuah generasi yang baru. Generasi ini dipandang menjadi sebuah generasi masa depan yang diasuh dan dibesarkan dalam lingkungan budaya baru media digital yang interaktif, yang berwatak menyendiri (desosialisasi), berkomunikasi secara personal, melek komputer, dibesarkan dengan videogames, dan lebih banyak waktu luang untuk mendengarkan radio dan televisi.enerasi digital adalah mereka yang lahir pada jaman digital dan berinteraksi dengan peralatan digital pada usia dini. Dalam konteks Indonesia, mereka yang lahir setelah tahun 1990-an sudah bisa disebut sebagai awal generasi digital native, tapi bila ingin dikatakan sebagai sebuah generasi, mereka yang lahir setelah tahun 2000. Merekalah penduduk asli dari sebuah dunia yang disebut dunia digital.

Terjadi pergeseran budaya, dari budaya media tradisional yang berubah menjadi budaya media yang digital. Salah satu media sosial yang cukup berpengaruh di Indonesia adalah Facebook. Koran Kompas  menyatakan bahwa pengguna Facebook di Indonesia mencapai 11 juta orang. Keberadaan media sosial telah mengubah bagaimana akses terhadap teknologi digital berjaringan.

Media sosial merupakan salah satu bentuk dari perkembangan internet. Dijelaskan ada tiga motivasi bagi anak dan remaja untuk mengakses internet yaitu untuk mencari informasi, terhubung dengan teman (lama dan baru) dan untuk hiburan. Pencarian informasi yng dilakukan sering didorong oleh tugas-tugas sekolah, sedangkan penggunaan media sosial dan konten hiburan di dorong oleh kebutuhan pribadi.

Penggunaan media sosial di kalangan remaja pada saat ini merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari lagi. Hampir setiap hari remaja mengakses media sosial hanya untuk sekedar mencari informasi melalui twitter, kemudian menyampaikan kegiatan yang mereka lakukan melalui facebook.

CEO Twitter, Dick Costolo menyebut Indonesia sebagai salah satu pengguna daring (online) terbesar di dunia. Dia menambahkan dengan adanya Twitter membuat masyarakat Indonesia pada saat ini menyadari apa yang sedang terjadi, saling memberikan informasi yang bermanfaat. Anak muda Indonesia mampu menggunakan industry kreatifnya dan menggunakan Twitter untuk hal-hal positif. “Keuntungan Twitter adalah semakin banyak pengguna semakin banyak yang dapat mengonfirmasi rumor yang ada”, Dick Costolo.

Kehadiran media sosial di kalangan remaja, membuat ruang privat seseorang melebur dengan ruang publik. Terjadi pergeseran budaya di kalangan remaja, para remaja tidak segan-segan mengupload segala kegiatan pribadinya untuk disampaikan kepada teman-temannya melalui akun media sosial dalam membentuk identitas diri mereka.

Identitas Diri

Identitas, merupakan hal yang penting di dalam suatu masyarakat yang memiliki banyak anggota. Identitas membuat suatu gambaran mengenai seseorang, melalui; penampilan fisik, ciri ras, warna kulit, bahasa yang digunakan, penilaian diri, dan faktor persepsi yang lain, yang semuanya digunakan dalam mengkonstruksi identitas budaya. Identitas menurut Klap meliputi segala hal pada seseorang yang dapat menyatakan secara sah dan dapat dipercaya tentang dirinya sendiri – statusnya, nama, kepribadian, dan masa lalunya.

Dijelaskan bahwa identitas merupakan hal yang penting dalam sebuah komunikasi budaya. Identitas mengacu pada satu ciri khas. Keunikan. Identitas, dalam konteks masa kini kian penting untuk diteguhkan. Konon, suatu bangsa yang terpuruk bukanlah bangsa dengan GDP terendah, pantai terjelek, atau jumlah penduduk paling sedikit. Bangsa yang terpuruk itu bangsa yang tanpa identitas.Konsep identitas juga dapat dilihat dari aspek budaya yang didefinisikan sebagai emotional signifikan, yang membuat seseorang dilekatkan pada suatu hal, yang membedakannya dengan orang lain sehingga lebih mudah untuk dikenal.

Dalam perspektif komunikasi, identitas tidak dihasilkan secara sendiri, melainkan dihasilkan melalui proses komunikasi dengan yang lain. Identitas dapat dinegosiasikan, diperkuat, dan dirubah dalam suatu proses komunikasi. Tujuan dari identitas ini adalah menjadikan dan membangun sebuah komunikasi.

Interaksi simbolik

Interaksi simbolik merupakan sebuah cara berpikir mengenai pikiran, diri, dan masyarakat. George Herbert Mead, memahami interaksi simbolik sebagai interaksi di antara manusia, baik secara verbal maupun nonverbal untuk memunculkan suatu makna. Dengan adanya aksi dan respon dari individu yang lain, secara tidak langsung kita memberikan makna ke dalam kata-kata atau tindakan yang ada.

Ekologi media

Konvergensi media menghasilkan perubahan dalam arus informasi. Konvergensi media merupakan sebuah istilah yang mulai banyak digunakan sejak tahun 1990-an. Konvergensi menjadi suatu istilah yang umum dipakai dalam perkembangan teknologi digital, dimana di dalam konvergensi terjadi pengintergrasian teks, angka, gambar, video, dan suara dalam suatu media.

Kehadiran teknologi memberikan pengaruh sangat besar dalam kehidupan manusia. Manusia memiliki hubungan simbolik dengan teknologi, dimana kita menciptakan teknologi dan kemudian teknologi kembali pada siapa diri kita. Menurut McLuhan, teknologi media telah menciptakan revolusi di tengah masyarakat karena masyarakat pada saat ini masyarakat sudah sangat tergantung kepada teknologi dan tatanan masyarakat terbentuk berdasarkan pada kemampuan masyarakat menggunakan teknologi.

Teknologi komunikasi menjadi penyebab utama perubahan budaya, McLuhan dan Innis menyatakan bahwa media merupakan kepanjangan atau eksistensi dari pikiran manusia, dengan demikian media memegang peran dominan dalam mempengaruhi tahapan perkembangan manusia. O’Brien mengatakan bahwa perilaku manusia dan teknologi memiliki interaksi di dalam lingkungan sosioteknologi. Sehingga bisa dikatakan bahwa ketika IT hadir dalam bentuk yang baru, maka akan mempengaruhi struktur masyarakat, strategi komunikasi, masyarakat dan budaya, serta proses sosial. Kehadiran new media secara tidak langsung merubah struktur masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia, bisa dikatakan menganut struktur sosial yang lama atau sering disebut tradisional.

Tegar Roli A., M.Sos

Anggota Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MPI PDM) Banyumas

Humas Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)

134 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Lebih baik rendah hati daripada pamer

Lebih baik rendah hati daripada pamer

Pikir dulu sebelum mau pamer soal pencapaianmu, kalau memang mau melakukannya, harus ada hal lain yang bisa mendukungnya.

Berdasarkan penelitian baru yang dirilih oleh jateng.antaranews.com, ternyata orang-orang lebih merespons positif individu yang rendah hati ketimbang mereka si tukang pamer. Ketika orang memamerkan sesuatu, studi itu menemukan bahwa promosi tersebut lebih bisa diterima bila didukung bukti.

“Jika Anda mau memperlihatkan diri dengan cara positif dan bicara tentang pencapaian, akan lebih membantu untuk punya informasi eksternal atau bukti untuk membuktikan Anda unggul dalam satu hal,” kata penulis Erin O’Mara, profesor psikologi di University of Dayton seperti dikutip dari Time.

Berdasarkan studi itu, orang-orang akan lebih menyukai Anda jika Anda rendah hati dan mendeksripsikan diri dengan cara yang sederhana.

Tapi jangan jadikan itu alasan untuk melakukan humblebrag, merendahkan diri sendiri sebagai kedok untuk pamer. Humblebrag, berdasarkan studi, takkan membuat Anda mendapatkan teman.

“Untuk humblebragging, ada upaya mempromosikan diri sendiri dengan membuat diri terkesan rendah hati,” kata Kunz. Akan lebih membantu bila orang mengetahui prestasi Anda lewat orang ketiga, seperti yang ditemukan di studi baru, imbuh dia.

134 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini