‘Bang Petol’ Ada di Purbalingga

‘Bang Petol’ Ada di Purbalingga

329 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Tegarroli.com – Dalam rangka mendongkrak prestasi olahraga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga meluncurkan program Bapak Angkat Prestasi Olahraga atau Bang Petol. Bang Petol merupakan sebuah inovasi sekaligus upaya yang dilakukan oleh Pemkab Purbalingga guna meningkatkan prestasi olahraga di Kabupaten Purbalingga.

“Launching ‘Bang Petol’ ini merupakan salah satu inovasi Pemda sekaligus upaya pemerintah agar bagaimana yang namanya prestasi olahraga di Kabupaten Purbalingga bisa semakin meningkat lagi,” kata Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) dalam sambutannya pada acara Launching Program ‘Bang Petol’ dalam Mendongkrak Prestasi Olahraga di Kabupaten Purbalingga bertempat di Pendopo Dipokusumo, Rabu (12/6).

Dari ‘Bang Petol’ inilah, pentingnya seluruh jajaran tidak hanya pemerintah tetapi seluruh elemen masyarakat ikut serta mendorong prestasi atlet-atlet olahraga di Kabupaten Purbalingga. Mulai dari Tokoh Masyarakat, Pimpinan BUMN/BUMD, pengusaha dan elemen yang lainnya bersama-sama melakukan upaya untuk meningkatkan pembinaan atlet di Purbalingga.

“Selain itu kami juga menghaturkan terima kasih kepada para pimpinan dinas yang ternyata dengan sukareja menjadi Bapak Angkat Prestasi Olahraga,” ujar Tiwi.

Saat ini sudah ada 15 orang yang sudah menyatakan kesanggupannya untuk menjadi ‘Bang Petol’ dari 31 cabang olahraga (cabor) yang ada di Kabupaten Purbalingga. Bahkan Bupati Purbalingga, Ketua DPRD Kabupaten Purbalingga, Sekda Purbalingga dan Para Asisten Sekda Purbalingga suap untuk ikut berkontribusi menjadi ‘Bang Petol’.

“Ada beberapa cabor yang belum memiliki ‘Bang Petol’, nanti saya (Bupati Purbalingga, Red), Ketua DPRD, Sekda kalau perlu seluruh Asisten menjadi ‘Bang Petol’ cabang-cabang olahraga dan tentunya ‘Bang Petol’ ini tidak hanya satu orang tapi bisa lebih dari satu ‘Bang Petol’,” imbuhnya.

Program ‘Bang Petol’ ini diharapkan tidak hanya sekedar menjadi Bapak Angkat saja melainkan juga ikut membantu memfasilitasi dan memberikan sarana prasarana bagi para atlet. Bahkan pemberian uang pembinaan bagi atlet-atlet berprestasi sehingga dapat memotivasi dan memacu prestasi para atlet di Purbalingga.

“Karena tentunya pembinaan olahraga membutuhkan dukungan dari semua pihak, selain itu pembinaan olahraga juga mumbutuhkan pembiayaan yang lebih. Semakin besar biayanya tentu pembinaan atlet akan semakin maksimal dan juga prestasinya akan semakin optimal,” ungkap Tiwi.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purbalingga, Yanuar Abidin menjelaskan 15 orang yang menjadi ‘Bang Petol’ diantaranya Saryono (Kepala SMK YPT 1 Purbalingga) sebagai Bapak Angkat Cabor Atletik. Gunarto (Kepala Dinnaker Purbalingga) sebagai Bapak Angkat Cabor Karate (Inkai), Mukodam (Sekretaris DPMPTSP Purbalingga) sebagai Bapak Angkat Cabor Silat dan Untung Sugimas (Direktur Utama PD BPR Artha Perwira) sebagai bapak Angkat Cabor Panahan.

“M. Hartono (Direktur Perumda Owabong) Bapak Angkat Cabor Renang berupa pemberian fasilitas untuk pelatihan club-club renang, penyelenggaraan kejuaraan renang dan memberikan perhatian kepada atlet renang berprestasi,” kata Yanuar.(tgr)

Kisah Jembatan Merah

Kisah Jembatan Merah

329 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Tegarroli.com – Peresmian jembatan yang menghubungkan Pepedan Karangmoncol-Tegal Pingen Pengadegan menunggu rekomendasi hasil audit yang dilakukan Pusjatan (Pusat Litbang Jalan dan Jembatan). Hal tersebut disampaikan Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) saat melakukan sambutan pada acara silaturahmi Bupati Purbalingga dengan aparatur dan masyarakat Karangmoncol, Kamis (20/6) di Pendapa Kecamatan Karangmoncol.

Tiwi mengatakan, jembatan tersebut sudah selesai dibangun namun belum akan diresmikan. Hal itu dikarenakan jembatan itu sedang diaudit oleh Pusjatan dan sedang menunggu rekomendasi apakah hasil pengerjaannya layak atau tidak. Tiwi meminta masyarakat Karangmoncol bersabar dengan tahapan tersebut.

“Sabar njih. Kalau sudah ada rekomendasi dari yang berwenang pasti kita resmikan dan kita akan nanggap wayang,” kata Tiwi.

Tiwi menambahkan, sarana penunjang juga akan dibangun seperti akses jalan. Pemkab telah menganggarkan pembangunan jalan penunjang jembatan merah itu pada APBD 2019 ini dan jika rekomendasi Pusjatan bernilai baik, pembangunan jalan akan segera dieksekusi.

“Nanti jalan juga akan kita bangun. Jembatannya sudah ada tapi kalau jalannya belum ya percuma,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Karangmoncol Titis Panjer Rahino menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Purbalingga yang telah banyak membantu pembangunan di Karangmoncol khususnya infrastruktur. Pembangunan-pembangunan yang ada di Karangmoncol sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Terima kasih kepada Pemkab Purbalingga yang telah membantu pembangunan di Karangmoncol. Manfaatnya sangat kami rasakan dan semoga meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat Karangmoncol,” pungkas Titis.(tgr)

Berbagi Kebaikan dengan Rantang Berkah

Berbagi Kebaikan dengan Rantang Berkah

288 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tegarroli.com – Unik Program yang dicanangkan oleh Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi). Ya Rantang Berkah, yakni program untuk para lansia yang tersebar di 7 Kecamatan yaitu Kutasari, Bojongsari, Mrebet, Rembang, Kaligondang, Kemangkon dan Bukateja. Tiwi  mengajak lembaga dan perseorangan filantropi untuk berkontribusi ikut didalamnya.

Tiwi mengatakan, program rantang berkah sampai dengan hari ini telah memasuki hari ke-113. Setiap hari Pemkab menyediakan 305 rantang berkah dengan anggaran Rp 2,2 M, para lansia dijamin pangannya selama 289 hari dalam satu tahun anggaran.

“Kami anggarkan Rp 2,2 M untuk 305 lansia. Dana tersebut untuk menjamin ketersedian pangan lansia selama 289 hari,” kata Tiwi.

Atas keterbatasan anggaran, Tiwi mengajak lembaga filantropi seperti LazisMu, Lazis-Nu, Baznas atau PMI untuk ikut membantu berkontribusi bagi keberlangsungan program rantang berkah yang digagas Pemerintah kabupaten (Pemkab) Purbalingga. Menurutnya, pengentasan kemiskinan harus dilakukan semua stake holder agar pengentasan kemiskinan mengalami percepatan.

“Pengentasan kemiskinan harus dilakukan gropyokan (rame-rame) sehingga kemiskinan bisa cepat diatasi,” ujarnya.

Tiwi menambahkan, jika memungkinkan sisi anggarannya, program rantang berkah akan merambah semua kecamatan yang ada di Purbalingga yang berjumlah 18 Kecamatan. Tiwi juga memperkirakan lansia yang akan menerima manfaat rantang bertambah dari 305 menjadi 497 penerima.

“Ya kalau nanti memungkinkan kita tambah sasarannya dari 305 jadi 497 yang tersebar di 18 Kecamatan. Kami masih pilah-pilah berdasarkan skala prioritas seperti wilayah yang memiliki tingkat kemiskinan paling tinggi,” pungkasnya.(tgr)

Promosikan Desa Wisatamu Dengan Teknologi

Promosikan Desa Wisatamu Dengan Teknologi

295 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

tegarroli.com – Era digital seperti sekarang bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal termasuk mempromosikan potensi Desa yang di dalamnya juga potensi wisata. Hal tersebut disampaikan M.Sunardi, Direktur Indonesia Strategic Consulting sebuah perusahaan konsultan media digital melalui suratnya yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata, Sabtu (22/6).

Sunardi mengatakan, pemasaran sekarang sudah harus beradaptasi dengan dunia digital dan multimedia termasuk wisata. Dirinya mengajak Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Desa di Purbalingga untuk mengikuti pelatihan multimedia di perusahaannya. Menurutnya, potensi wisata Purbalingga sedang bergeliat dan masif maka dari itu pemasaran wisata harus ditunjang dengan kompetensi yang mumpuni.

“Wisata Purbalingga ini sedang bergeliat dan masif sekali bahkan di tingkat Desa yang jumlahnya luar biasa. Sayang kalau tidak dilengkapi kemampuan multimedia yang mumpuni,” kata Sunardi.

Sunardi menuturkan, pelatihan akan dibagi dalam 11 angkatan yang dimulai dari Juli mendatang hingga Desember. Per angkatan akan digembleng selama tiga hari dengan materi pemasaran pariwisata yang akan menjadi bekal pelaku wisata Purbalingga untuk bertarung di persaingan dunia pariwisata yang ketat.

“Silakan yang berniat untuk segera mendaftar. Kami akan gembleng pelaku wisata untuk selalu bertahan dalam persaingan dunia pariwisata,” tuturnya.

Pendaftar bisa mengkonfirmasi pendaftaran dan segala informasi di nomor WA 085290000578 atau email indoconsulting15@gmail.com. Pendaftar diimbau untuk segera mendaftar karena kuota terbatas.”Silakan hubungi kontak tersebut dan kami harap untuk segera mendaftar bagi yang berminat,” imbuhnya.

Kadin Porapar Purbalingga, melalui Kasi SDM Pariwisata Wasis Abadi mengungkapkan, Pelaku wisata di Purbalingga sudah harus sadar pemasaran pariwisata melalui teknologi multimedia sehingga industry pariwisata di Purbalingga akan lebih cepat tersiar ke luar dengan baik.

“Kami menilai industry pariwisata penting untuk berkelindan dengan teknologi multimedia agar potensi wisata yang ada di Desa yang luar biasa itu bisa cepat diketahui dunia luar,” pungkasnya.(tgr)

Satu Jam Kamu Bisa Miliki Kartu NPWP

Satu Jam Kamu Bisa Miliki Kartu NPWP

329 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Siapa bilang buat NPWP atau Nomor Pokok Wajib Pajak itu lama, ribet dan susah. Buktinya sekarang bisa cepat dengan waktu satu jam kamu bisa langsung memiliki NPWP. Eits, sebelumnya kenapa si kita harus bayar Pajak? Ya pajak merupakan kontribusi dari masyarakat kepada negara. Bagi setiap warga negara Indonesia yang sudah memenuhi persyaratan wajib pajak, harus membayar pajak dan memiliki NPWP.

Jadi bagi wajib pajak, mengetahui nomor ini sangatlah penting karena dalam pengurusan berbagai dokumen, nomor NPWP selalu ditanyakan. Oleh karenanya kepemilikan kartu NPWP ini wajib bagi semua orang yang menjadi wajib pajak.

Terus, membuat kartu NPWP secara langsung tidaklah sulit, lebih sulit melupakan sang mantan malah,,!@#$% Untuk membuat NPWP Anda hanya cukup membutuhkan satu jam saja untuk menerima kartu NPWP Anda. Jadi jangan sampai Anda tertipu dengan orang yang menamakan diri konsultan pajak dan menawarkan bantuan untuk mengurus NPWP.

Berikut akan saya paparkan bagaimana caranya untuk membuat NPWP berdasarkan pengalaman yang pernah saya lakukan belum lama ini, diantaranya yaitu:

  1. Siapkan FC KTP, Asli dan Materai

Ya dalam setiap pembuatan apa saja, mulai dari Kartu Keluarga, SKCK Maupun apalah-apalah pasti memerlukan persayaratan. Sementara untuk membuat kartu NPWP Anda cukup membutuhkan FC KTP anda untuk dilampirkan, dengan menunjukan KTP asli Anda kepada petugas Pajak. Dan siapkan materai satu buah senilai 6000 untuk ditempelkan di blangko yang telah disediakan. Namun dalam proses mengurus kartu NPWP, Anda tidak boleh diwakilkan. Selain itu, tempat tinggal yang ada di KTP harus juga mencakup area Kantor Pajak tempat Anda mengurus NPWP. Jika Anda tidak tinggal di tempat Anda membuat KTP, maka Anda harus mengurus surat domisili di kelurahan setempat.

  1. Mengisi Blangko yang telah di sediakan

Setelah memenuhi persyaratan, Anda bisa langsung menemui petugas, security ataupun resepsionis yang betugas. Dengan pelayanan ramah, mereka akan membantu untuk menunjukan point-point mana saja yang harus kita isi.

  1. Mengambil No. Antrian

Pastikan semua data yang terisi dalam blangko sudah terisi dengan benar. Jangan sungkan untuk minta dikoreksi kepada security ataupun resepsionis yang betugas. Setelah semuanya dinyatakan sesuai dan benar maka ambilah antrian dengan system komputerisasi. Dengan memilih salah satu tombol pilihan dalam monior, maka akan muncul no. antrian yang telah disesuaikan.

  1. Dapatkan NPWP dengan Cerdas

Tanpa harus menunggu lama, NPWP akan diproses saat itu juga. Kemudian, sesuai dengan ketentuan yang ada, kartu NPWP akan dikirimkan lewat POS Indonesia. Namun jika tempat tinggal Anda di daerah terpencil, maka kartu NPWP dapat diambil pada hari yang sama.

Perlu diingat gaes, bahwa proses mengurus kartu NPWP tidak dikenakan biaya apapun. Sehingga Anda tidak memerlukan bantuan calo, atau jika ada petugas yang memungut biaya tidak perlu Anda hiraukan.Oke. Begitu kira2 yang yang dapat saya sampaikan, kurang lebih mohon maaf, semoga bermanfaat…

 

Informasi Merupakan Kebutuhan Pokok

Informasi Merupakan Kebutuhan Pokok

374 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Dewasa ini informasi merupakan kebutuhan pokok masyarakat, seiring dengan kemajuan teknologi dan komunikasi. Bahkan menurut Ziauddin Sardar, informasi bukan hanya kebutuhan, melainkan juga dapat menjadi sumber kekuasaan. Maka benar kiranya apa yang dikatakan oleh John Naisbitt, seorang futurolog, bahwa kekuatan baru dewasa ini bukanlah harta karun ditangan segelintir manusia, tetapi jaringan informasi ditangan banyak manusia.

Mengingat begitu pentingnya informasi, peranan wartawan, kolomnis, sastrawan, dan lainnya yang bergerak dalam bidang kepenulisan sangatlah penting. Merekalah yang menyugukan informasi kepada khalayak. Baik berdasar fakta atau kejadian dilapangan (wartawan) atau pandangan subjektif-kritis dari seorang penulis mengenai suatu realita yang ada (opini, kolomnis).

Oleh karenanya, kemampuan menulis mutlak harus dikuasi dewasa ini. Terlebih buat mahasiswa yang menyandang julukan agen perubahan. Dengan memilki kemampuan menulis, seseorang (mahasiswa) tidak hanya mendapat penghasilan (honor), tetapi juga bisa menyumbangkan pemikirannya (opini) untuk solusi masalah yang sangat kompleks di masyarakat.

Sebuah tulisan, yang berisi kata-kata memang luar biasa. Bukankah sejarah juga mencatat, bahwa berkat tulisan peradaban sebuah bangsa bisa berubah. Maka benarlah apa yang dikatakan oleh M. Fauzil Adhim, seperti yang dikutip oleh Bramma Aji, bahwa dalam setiap untaian kata terdapat sihir. Sebuah sihir yang mampu mengobati sakit fisik dan psikis sekaligus penggugah semangat. Semangat untuk melakukan perubahan yang lebih baik. Menulis untuk perubahan.

Saat Hujan Lebat Tiba

Saat Hujan Lebat Tiba

625 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Pada satu hari hujan yang lebat membuat sejumlah orang terjebak di dalam pusat perbelanjaan. Sejumlah orang menggerombol di dekat pintu keluar sambil terus memandangi hujan yang turun dengan deras. Mereka rata-rata diam karena tidak banyak yang saling mengenal satu sama lain. Tiba-tiba ada seorang anak kecil mungil dengan licahnya berlari dari dalam, menerobos kerumunan orang dan dikejar oleh sangi ibunya sambil kerepotan membawa barang belanjaan untuk kebutuhan sehari-hari.

Menjelang pintu keluar, tangan anak ini ketangkap oleh ibunya sambil berusaha membujuk, “Jangan nak, masih hujan!,,” perintah sang ibu “Kita tunggu dulu biar hujannya sedikir mereda,” kata sang ibu.

Si anak terus berontak, “Tidak Umi, kita harus pulang sekarang, hujan tidak apa-apa, kita bisa berlari melewatinya…” paksa si Anak.

Dialog sang ibu dan anak ini mendapatkan perhatian orang-orang yang menyaksikannya, yang tadinya pandangan mereka kearah luar menunggu hujan turu, hampir seluruh mata tertuju padanya, menyaksikan perdebatan sang anak dan sang ibu ini.

Sang Umi pun berusaha terus menjelaskan pada anaknya, “Nanti kita bisa sakit nak,” ucap ibu dengan lirih, “Terus siapa yang merawat kita bila kita juga ikutan sakit,” lanjut sang ibu.

Si anak yang masih balita ini kemudian berusa memberikan jawabannya, “Umi bilang, kalau kita bisa melalui ini, kita akan bisa melalui apa saja..!!”.

Uminya terkejut, “Kapan nak Umi bilang demikian?”

Si anak menjelaskan “Tadi pagi ketika kita meninggalkan Abi dirumah, umi bilang ke abi bahwa ‘kalau kita bisa melalui ini kita bisa melalui apa saja” jawab sang anak.

Si Umi jadi ingat, tadi pagi ketika berangkat berbelanja kepada suaminya yang lagi sakit keras di rumah dia memang berbicara demikian. Persis yang ditirukan anaknya. Akan tetapi yang ia maksud sebenarnya, menyemangati suaminya melawan penyakit yang dengan dahsyat menggerogoti tubuhnya.

Si Umi sadar bahwa yang disampaikan anaknya memang betul, hujan bukan apa-apa dibandingkan dengan apa yang tehan dialami oleh suaminya di rumah. Sambil tersenyum akhirnya dia menuruti keinginan anaknya, “Baik nak, kita akan berlari hujan-hujanan sekarang,” ucap sang ibu, sambil memegang erat tangan si anak itu.

Anak yang tidak sabar, kini menarik tangan ibunya sambil berlari gembira di tengah hujan yang lebat.

Oarng –orang yang sempat tertegun menyaksikan dialog antara ibu dan anaknya tadi mulai terpengaruh. Satu demi satu ikut berlari sambil gembira di tengah hujan lebat yang memang tidak kunjung reda. Barangkali di hati orng-orang yang ikut berlari ini juga tumbuh perasaan yang sama dengan ibu dan anak tadi. Ini hanya air hujan, bila mereka bisa melalui ini, mereka bisa melalui apa saja!

Dalam kondisi basah kuyup, ibu dan anak tersebut akhirnya sampai di rumah. Mereka menjumpai suami dan ayah anak ini semakin parah kondisinya dan si Umi merasakan waktu kepergian suaminya akan segera tiba. Sang Abi kemudian melambaikan tangannya agar istrinya mendekat, sambil tersenyum kepada istrinya dia berbisik, “Umi, aku sudah mencium harumnya bau surga…”

Sambil menangis sedih karena hendak ditinggal suaminya, namun juga gembira karena nampak tanda-tanda khusnul khatimah suaminya, sang istri pun berbisik, “Ajak kami ya bi…”

Sang Abi masih sempat menjawab sekali lagi, “Bukan hanya umi dan anak anak, abi ingin megajak semua orang yang abi kenal…” setelah itu dari mulutnya lirih keluar kalimat La Ilaha Illallah, kemudian sambil tersenyum menutup dan tidak membuka lagi untuk selamanya…

Pecahlah suasana haru dalam keluarga itu… semua perasaan tercampur aduk,

***

Hari itu pun hujan tidaklah mereda, , maka jenazah si Abi dimandikan sampai dimakamkan dalam kondisi hujan yang terus turun. Si Umi yang menunggu di rumah sambil memeluk anaknya, terus meneteskan air mata karena tidak mudah untuk menghilangkan kesedihannya itu. Namun hatinya juga penuh syukur tentang tanda-tanda khusnul khatimah suaminya, tentang semangat yang dibangkitkan oleh anaknya menemani akhir hayat suaminya bisa berlari dalam kondisi hujan. Dia juga ikut bahagia, tadi ketika melihat banyaknya orang yang ikut berlari melewati hujan menirukan apa yang dia dan anaknya lakukan.

Hujan adalah anugrah, banyak rahmat Allah yang kebanyakan kita masih salah memahami hujan ini. Tidak sedikit orang yang sering mengumpat datangnya hujan. Saat hujan datang, banjir pun tiba, itu akibat ulah manusia. Namun alam yang selalu kena getahnya.

Bila kita pelajari dengan benar, kita atasi dampak buruk yang bisa ditimbulkannya, bukan karena hujannya sendiri, tetapi karena kesalahan kita juga, maka insya Allah kita akan bisa mengambil berkahnya.

Betapa banyak di antara kita baik di dalam individu mau pun negara, yang seperti kerumunan orang di pusat perbelanjaan tadi. Kita hanya memelototi hujan yang turun dan menunggunya reda. Betapa banyak kesempatan emas yang bisa jadi adalah satu satunya kesempatan, kita lewatkan dengan sikap “menunggu hujan berhenti”. Si Umi tidak mendapatkan kabar harumnya bau surga bila dia tidak berlari menerobos hujan, maka kini waktunya bagi kita untuk mulai mau berlari ‘mengelola’ hujan. Siapa tahu ‘kabar dari surga’ pun sedang menunggu kita.

Lestarikan alam sekarang juga, janganlah berbuat kerusakan di muka bumi ini, manusia diciptakan untuk memimpin alam jagad raya ini, tapi jangan kau hancurkan sendiri, mudah-mudahan kita dimudahkan untuk senantiasa berbuat dalam kebaikan, Amiin..

Menulis adalah Proses Kreatif yang Terus Menerus

Menulis adalah Proses Kreatif yang Terus Menerus

428 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Menulis adalah persoalan pilihan eksistensi, yaitu kesadaran untuk berproses secara aktif-kreatif yang terus menerus. Inilah yang harus disadari mahasiswa, bahwa menulis ini membutuhkan proses yang panjang, tidak bisa secara instan, Bukankah kalau kita masak mie instan saja butuh proses? Selain itu menurut Howard dan Barton, sebagaimana dikutip oleh Etty Indriati, bahwa menulis pada dasarnya adalah kegiatan berfikir, selain berkomunikasi.

Janganlah ketiadaan ide dijadikan sebagai pembenaran untuk tidak menulis. Karena sebenarnya ide ada dimana-mana. Tinggal bagaimana kepekaan kita menangkap ide itu, dan menjadikannya sebuah karya. Beberapa tips tentang cara menumbukan ide (bab sebelumnya) bisa dijadikan referensi buat kita. Setelah itu mulailah menulis, menulis, dan menulis.

Menulis itu mengasyikan, setidaknya itulah gambaran dari kalimat motivasi yang penulis kutip dari penulis novel remaja. “Ketika menulis, kamu menggunakan berbagai otak yang berbeda. Saat proses terjadi, kamu tidak menyadarinya. Kamu tidak mengetahui dari mana asal tulisanmu. Sewaktu membacanya kemudian,  “Wow! Akukah yang menulisnya?” Itu bagaikan sebuah kejutan yang mengasyikan”. (Judi Blume, penulis novel remaja dan anak-anak).

Merasakan Lezatnya Martabak Mini Minul

Merasakan Lezatnya Martabak Mini Minul

739 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Martabak, satu di antara makanan yang memiliki penggemar hampir dari seluruh lapisan masyarakat. Kini aneka macam modifikasi martabak mulai banyak Anda jumpai mulai dari aneka rasa hingga variasi bentuk dan ukurannya.

Pemilik Minul (Martabak Mini Menul), Eko Pujiono bersama istrinya, Suci Tuningsih melihat peluang bisnis martabak ini. pasalnya ukuran martabak yang besar, menginspirasi mereka untuk membuat martabak mini.

“Kita buat konsep martabak ini dengan tema yang lebih unik dan keratif. Sehingga martabak mini ini bisa dijadikan pengganti kue ulang tahun,” Ucap Eko di Ruang Humas Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Rabu (19/6/2019).

Dalam proses pembuatan martabak, kata Suci, tidak terlalu rumit, diawali dengan proses pembuatan adonan, pemanggangan, pembuat topping, selai hingga ke bagian hiasan diluar permukaanya.

“………..,”

Ia mengatakan pangsa pasar dalam bidang kuliner martabak ini masih sangat besar. Khususnya Minul untuk edisi promosi.

“Martabak ini cukup terjangkau, mulai paket S isi 6 pcs dengan harga 15 ribu. Untuk paket M isi 9 pcs harganya 23 ribu. Paket L isi 12 pcs harganya 30 ribu, dan paket XL isi 15 pcs harganya 36 ribu. Kita juga sedang pro dengan beli dua paket L dapat satu paket S, berlaku sampai 23 Juni 2019,” pungkasnya. (tgr)

Singkirkan Kebiasaan Buruk

Singkirkan Kebiasaan Buruk

1,045 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

“Setelah wisuda dengan symbol lebaran, terbitlah la’allakum tattaqun.”

Tegar Roli A.

Lebaran memang sudah berlalu, namun suasana Ramadan masih melekat dalam pikiran dan perilaku kita yang menjalaninya. Salah satu nilai ibadah yang diajarkan dan ditanamkan adalah pengendalian diri.

Pengendalian diri ini berlaku baik terhadap kebutuhan dasar manusia maupun terhadap berbagai perilaku dan kebiasaan diri yang dipandang buruk. Akan lebih positif apabila kita dapat mengubah kebiasaan buruk, sehingga kita dapat menjadi manusia yang lebih baik. Atau dalam istilah agama Islam mencapai titik La’allakum Tattaqun.

Psikologi Agustine Dwiputri yang dikutip pada Harian Kompas edisi Sabtu Juni 2019 Hal. 19 mengatakan kebiasaan buruk adalah pola perilaku negative yang dianggap merusak kesehatan fisik atau mental seseorang dan sering dikaitkan dengan kurangnya kontrol diri. Contohnya menunda penyelesaian tugas, menghabiskan uang, tetlalu banyak, menggigit kuku, merokok, mengumpat dengan kata kasar, ataupun menggunakan gadget berlebihan.

Sebenarnya tidak mudah menentukan mana kebiasaan yang baik dan buruk karena berbeda antar-individu. Namun, ada beberapa kebiasaan umum yang bisa diterima dan tidak diterima oleh masyarakat. Secara sederhana, kebiasaan baik adalah kebiasaan yang membantu mengembangkan diri Anda dan memberi rasa puas tanpa menyakiti diri sendiri dan sesama manusia.

Mengubah Kebiasaan Buruk

Menghilangkan kebiasaan buruk bukanlah dengan menghentikannya, tetapi menggantinya dengan perilaku lain yang leih baik. (Bob Taibbi 2017).

Sejalan dengan ini, Darius Foroux (2019) menemukan cara yang lebih efektif untuk mengubah hidup dengan mengganti berbagai kebiasaan kita. Agak berbeda dengan pandangan sebelumnya, Foroux mengatakan, semua perilaku yang tidak memberi hasil positif adalah kebiasan buruk.

Terkadang, hal yang tidak kita lakukan justru merupakan kebiasaan buruk. Misalnya, saya menganggap kemalasan sebagai kebiasaan buruk. Jika anda terlalu malas untuk bangun dari tempat tidur dipagi hari , malas membersihkan tempat tidur di pagi hari, atau berolahraga, Anda bukanlah orang yang tidak berharga. Anda hanya punya kebiasan buruk yang harus Anda singkirkan.

Bukan berarti setiap orang memiliki ide ide yang sama tentang arti hidup. Akan tetapi, jika kita yakin bahwa tujuan hidup adalah agar berguna, kita perlu kebiasan yang tepat untuk mendukungnya.

Tiga Tips Singkirkan Kebiasaan Buruk

Kita semua tahu bahwa banyak perilaku kita yang buruk. Sederhananya, apa pun yang mencegah Anda menjadi berguna adalah kebiasan buruk. Kebiasan makan junk food, minuman alcohol, mengeluh, menjelajai media social terus-menerus, atau menyerang orang adalah hal-hal buruk. Kebiasaan ini tidak memberikan hasil yang positif. Tidak ada yang merasa senang setelah melakukan hal-hal itu. Namun, kita cenderung mengulangnya, sulit sekali menghentikannya.

Mari kita simak beberapa saran dari Foroux

  1. Nasihat disalahpahami

Kita cenderung membentuk kebiasaan kita berfokus pada suatu kebiasaan sajmembentuk kebiasaan kita berfokus pada suatu kebiasaan saja pada suatu waktu. Padahal, kita memiliki kemampuan unguk membentuk diri satu kebiasaan sekaligus.

Kritik paling umum tentang gagasan “membentuk suatu kebiasaan pada suatu waktu” untuk mengubah hidup Anda. Dalam beberapa hal, itu benar mengingat kadang diperlikan waktu berbulan-bulan untuk membentuk suatu kebiasaan. Mungkin juga perlu bertahun-tahun untuk membangun fondasi kebiasaan baik yang mendukung tujuan Anda.

Kita semua memang harus lebih sabar. Hal-hal yang baik akan dating pada waktunya. Hanya saja, banyak diantara kita yang banyak menyerah sebelum kita benar-benar membentuk suatu kebiasaan baik. Jika ita menghendikan suatu kebiasan baik, kita sering kembali ke perilaku lama kita dalam waktu singkat.

 

  1. Pendekatan lebih ekstrem

Mengganti kebiasaan buruk dengan kebiasaan baik bukanlah nasihat buruk. Masalahnya, kebanyakan dari kita hanya menerapkan saran itu pasa suatu kebiasaan pasa suatu waktu dan biasanya itu tidak berhasil.

Jika minum soda setiap hari dan makan makanan yang tidak sehat, apa yang akan terjadi jika ana berhenti minum? Jika anda mencoba menggantinya dengan terus makan permen, kripik kentang, atau burger, dalam waktu tidak lama kemudian Anda akan berpikir, “Soda pasti akan terasa enak dengan burger ini”.

Jika anda kecanduan mengkonsumsi berita di media social dan menonton acara televise, Anda tidak bisa “hanya” menyingkirkan aplikasi media social di ponsel Anda, lalu hanya menonton film di salah satu program televise. Sebelum Anda menyadarinya, Anda akan meng-instal ulang aplikasi tersebut dengan satu klik saja. Artinya, dengan mudah Anda akan kembali pada kebiasaan lama.

Jangan menggunakan cara itu. Sebaliknya, berkomitmenlah untuk berubah. Jika Anda benar-benar ingin menghendikan kebiassan buruk Anda, bersikaplah ekstrem pada diri sendiri. Jadi Anda harus menganggapnya lebih serius karena hidup kita adalah masalah serius.

Kita perlu mengingat bahwa jika Anda ingin menghendikan berbagai kebiasaan buruk, hentikan semuanya pada saat yang sama.

 

  1. Perlu gaya hidup yang berbeda

Semuanya bermuara pada satu pertanyaan. Seberapa serius Anda menjalani kehidupan yang bertujuan? Umumnya, kembali pada berbagai kebiasaan buruk terjadi karena suatu alasan.

Hidup itu sulit, kita mengalami kemunduran, stress, dan sakit hati sepanjang waktu. Reaksi alami kita adalah melepaskan diri dari tantangan tersebut. Kita kemudian berkata “Aku perlu bersantai dengan secangkir kopi di sofa”. Nah, di sini sebenarnya kita menipu diri sendiri.

Kita tengah berusaha melepaskan diri dari keputusan hidup. Di dalam diri kita, kita merasa kesepian dan kosong, lalu mencoba mengisinya dengan omong kosong.

Omong kosong itu berbeda untuk setiap orang. Saya mungkin membuka sekantong keriik kentang dan menonton film, Anda mungkin menelpon teman-teman sepanjang malam, dan yang lain mungkin membeli gawai terbaru.

Akan tetapi, jika kita ingin memberikan kontribusi dan membuat diri kita berguna di masa kehidupan yang singkat ini, kita sama-sama membutuhkan gaya hidup yang berbeda.

Kita perlu menjaga tubh dan pikiran kita. Kita pelu tidur nyenyak, makan sehar, berolahraga, membaca buku, merenung hidup kita, dan yang terpenting: jadilah seseorang yang dapat diandalkan orang lain. Kita tidak dapat melakukan hal ini dengan berbagai kebiasaan buruk.

 

  1. Apa berikutnya?

Pikiran tentang seberapa serius Anda menjalani kehidupan yang bermakna. Kemudian, kenali berbagai kebiasaan tidak produktif yang menghambat Anda. Setelah Anda mengidentifikasi kebiasaan itu, putuskan untuk menghentikan semuanya dan putuskan hal itu sekarang juga.

Anda tidak pelu membentuk hanya suatu kebiasaan pada suatu waktu. Jika Anda menghentikannya semua kebiasaan buruk Anda, Anda memiliki kemampuan mental untuk membentuk lebih dari satu kebiasaan sekaligus.

Hanya ada satu kebiasaan: focus pada suatu kebiasaan per area kehidupan Anda. Pembagian area tersebut adalah karir, Anda mungkin ingin tiba dikantor lebih awal setiap hari. Untuk kesehatan, Anda bisa berlari setiap hari. Untuk belajar, Anda dapat menghabiskan satu jam sehari untuk mempelajari keterampilan baru. Untuk hubungan interpersonal, Anda bisa mempraktikan perilaku menolong. Untuk uang, Anda dapat menghemat 20 persen dari penghasilan Anda.

Anda dapat melakukan semuanya dalam satu waktu tertentu. Hanya, peluang kesuksesan Anda akan berkurang ketika Anda akan mencoba untuk mengambil terlalu banyak.

Dapatkanlah Anda belajar banyak keterampilan secara bersamaan? Dapatkah Anda menyimpan uang untuk masa pensiun Anda dan membeli mobil baru? Mungkin dapat, tetapi Anda akan jauh lebih sukses jika melakukan satu hal pada satu waktu.

Selamat mencoba. Mohon maaf lahri dan batin.