Lima Makna dalam Bekerja

Lima Makna dalam Bekerja

Makan sekedar makan, babi pun bisa makan. Kerja sekedar kerja, Kera di hutan pun bisa bekerja. itu perumpamaan yang di ungkapkan oleh Sang Ulama Besar kita terdahulu, yaitu Buya Hamka. Artinya kita diminta untuk bekerja yang sunguh-sunggu. Tidak bekerja yang asal-asalan.

Ya kerja sekedar kerja, kera pun bisa bekerja. Kita sebagai manusia yang diciptakan di muka bumi ini untuk menjadi pemimpin, diberi akal dan fasilitas lebih harus bisa memaknai bekerja dalam kehidupan. Apa saja yang bisa dimaknai dalam bekerja, berikut saya paparkan lima makna dalam bekerja:

  1. Belajar

Yang pertama belajar, bekerja merupakan proses untuk belajar. Belajar yang tidak tahu menjadi tahu. Belajar tentang komunikasi, belajar tentang etika kerja, belajar tentang berinteraksi sosial itu bisa dimaknai dalam bekerja. Untuk menempuh karir yang tinggi dibutuhkan sosok orang yang selalu ingin belajar. Banyak orang yang “sok tahu” hingga pada akhirnya mereka justru mengkerdil. Karena melakukan kesalahan itu biasa, tetapi berani mencoba adalah hal yang luar biasa. Maka dari itu, dalam bekerja maknailah sebagai proses untuk belajar.

  1. Pengalaman

Ya,, sebaik2 guru adalah pengalaman. Pengalaman memberikan kita pelajaran yang sangat berarti, semakin banyak pengalaman maka semakin bijak pula dalam menghadapi sesuatu. Selagi masih muda, carilah pengalaman sebanyak banyaknya, agar kamu tahu tetang banyak meskipun itu sedikit. Dengan pengalaman kamu bisa lebih dewasa, dengan pengalaman kamu bisa melakukan apa saja, dan dengan pengalaman pula kamu bisa menjadi orang2 besar.

  1. Menabung

Ya dalam bekerja, juga bisa dimaknai sebagai menabung. Menabung tidak harus dengan uang menabung juga bisa dilakukan dengan cara :

  1. Menabung keterampilan

Selagi masih diberi kesempatan untuk bekerja, maka menabunglah dalam keterampilan. Media yang paling mahal dan tidak bisa digantikan adalah keterampilan. Jika seseorang telah memiliki keterampilan yang ahli, maka ia akan bernilai mahal. Percayalah, miliki keterampilan itu akan memiliki banyak manfaat. Lakukanlah apa yang orang lain tidak lakukan, disaat orang masih tertidur, kita sudah bangun. Disaat orang sudah bangun, kita sudah bekerja. Disaat orang sudah bekerja, kita sudah sukses. Dan saaat orang lain sudah sukses maka kita sudah menyukseskan orang lain. Itulah sebaik2 manusia yang memiliki banyak manfaatnya. .

  1. Ilmu Pengetahuan

Sedikit tahu tetang banyak, atau banyak tahu tentang sedikit. Itulah ilmu pengetahuan. Mana yang harus kita miliki? Kita harus memiliki ilmu pengetahuan untuk memaknai sebuah pekerjaan. Ilmu jika ditulis dengan air tinta sebanyak lautan, itu belum lah cukup untuk menuliskan tentang ilmu itu, ilmu begitu luasnya dan banyaknya yang belum kita dapatkan.

  1. Sahabat

sahabat, merupakan asset yang sangat mahal. Tanpa sahabat hidup pun terasa hampa. Dengan bekerja, salah satunya kita bisa menapatkan sahabat yang baik. Sahabat yang mau mengerti tentang diri kita. Sahabat, bisa kita miliki sesuai dengan polah dan perilaku kita. Semakin baik kita dinilai oleh rekan kerja kita, maka akan semakin banyak pula sahabat yang kita miliki. Karena dengan sahabat kita bisa jadi lebih baik.

  1. Nama Baik dan Amal Shaleh

Setelah kita bekerja dengan baik, niat baik, maka itu akan menjadi sebuah amal shaleh. Jadi yang namanya ibadah, tidak hanya ritual saja, atau seremonial saja yang biasa kita lakukan. Ibadah itu ada dua, yaitu ibadah mahdah dan ibadah hairu mahdhah. Dengan bekerja kita bisa melakukan ibadah hairu mahdhah.

  1. Investasi Waktu

Dengan bekerja kita telah investasi waktu, selagi kita masih muda lakukan sesuatu dengan semaksimal saja. Sebelum kita berusia 45 tahun kita harus sudah sukses. Jika sampai usia 45 th belum berhasil, kaka gagal semasa hidupnya. Dari dulu kemana saja, hari gini masih kerja.

  1. Pemuliaan Diri

Iya bagi, orang yang memiliki pekerjaan, maka dia memperoleh setatus sosial atau pemuliaan diri. Ia lebih dihargai oleh lingkungan sekitar, ketika ia memiliki pekerjaan yang jelas, dari pada orang yang tidak memiliki kerjaan apa.

Jadi maknailah pekerjaanmu dengan penuh semangat, antusias dan optimis. Terkadang kita lupa, sering mengeluh ketika ditimpa dengan numpuknya pekerjaan, mereka selalu mengeluh padahal banyak orang yang menginginkan pekerjaan.

Begitu kira, kita cukup dari saya sekian dulu dan terimakasih

Purwokerto 17/10/2018 []  22:19

9,342 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Share/Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *