Inspirasi Peneliti

Inspirasi Peneliti

Kali ini tulisan saya akan mengangkat terkait peneliti yang akhir-akhir ini ramai diperbincangkan di Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Ya, Slogan Universitas Muhammadiyah Purwokerto mendunia yang kerap digaungkan, nampaknya menjadi harapan serius yang ingin dicapai. Jalan menuju harapan tersebut, kembali terbuka dengan hasil riset salah satu dosen UMP tentang kultur jaringan kelapa kopyor.

Temuan tersebut merupakan satu-satunya hasil riset di Indonesia. Dan, karena kelapa kopyor hanya ada di Indonesia, maka sekaligus menjadi satu-satunya riset kelapa kopyor di dunia.

Saya (tegarroli.com) bersama Dosen UMP, Sisunandar, memperlihatkan proses pembibitan kelapa Kopyor di Leb UMP

Atas prestasinya tersebut, Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan, Kemenristek, Muhammad Dimyati, menyempatkan untuk datang dan melihat langsung panen perdana kelapa kopyor di Science Techno Park UMP, Rabu (22/5/2019) lalu.

Dimyati menyatakan, kebun plasma nutfah kelapa kopyor ini merupakan pertama di dunia, dan selanjutnya diharapkan hasil penelitian bisa memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dan yang lebih luas bagi bangsa.

Hasil penelitian ini, lanjutnya, harus bisa ikut mewarnai industri makanan ataupun kosmetik dunia.

“Inti dari penelitian adalah inovasi dan harus memberikan manfaat. Sehingga bagaimana temuan ini bisa terhilirkan, bisa dimanfaatkan oleh industri skala nasional maupun dunia. Sebab, kelapa kopyor tidak hanya untuk makanan saja, tetapi bisa dipergunakan untuk kesehatan maupun kosmetik,” terangnya.

Dimyati berharap, UMP bisa mengembangkan dengan membuat unit bisnis kelapa kopyor. Mengingat kebutuhan kelapa kopyor di Indonesia sangat besar.

Ia mencontohkan, satu perusahaan es krim yang mempunyai banyak cabang hampir di seluruh kota di Indonesia, dalam satu hari membutuhkan kelapa kopyor hingga 1.000 butir.

Sisunandar berswafoto bersama teman-teman humas UMP

“Jadi, bisnis kelapa kopyor ini sangat menjanjikan, itu baru satu perusahaan es krim saja. Belum perusahaan makanan lainnya, kemudian perusahaan kosmetik. Apalagi, jika bicara ekspor,” tuturnya.

Penemu kultur jaringan kelapa kopyor, Sisunandar, yang merupakan dosen Program Studi Pendidikan Biologi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMP, mengatakan, kelapa kopyor tidak bisa dibenih, karena isinya sudah mengelupas semua dan hancur. Sehingga ia memakai metode kultur jaringan.

Sisunandar memaprkan, awalnya kultur embrio ditanam dalam botol atau tabung dengan medium tanam. Kurang lebih ada 30 bahan kimia yang digunakan selama masa penanaman embrio tersebut. Setiap bulan, rutin dipindahkan media tanamnya hingga usia 14 bulan dan tinggi tanaman sudah mencapai 15 sentimeter.

“Setelah itu, baru tanaman dipindah keluar. Bibit ini baru bisa ditanam di lahan setelah usia tanaman 2 tahun. Dan, untuk lahan yang bagus, dengan air cukup, kelapa kopyor bisa dipanen setelah 4 tahun,” terangnya.

 

Pada lahan seluas 1 hektare di halaman belakang kampus UMP tersebut, ditanam 148 pohon kelapa kopyor, terdiri dari 10 kultivar. Yaitu, dari Banyumas 4 kultivar, Pati 4, Sumenep1 dan Lampung 1. Sejauh ini baru empat daerah tersebut yang terdapat kelapa kopyor. Semua jenis kelapa kopyor tersebut dibudidayakan dengan dengan sistem kultur jaringan, dan hasilnya 100 persen isi kelapa, kopyor.

“Ada beberapa enzim yang membuat dinding sel tidak melekat pada dinding kelapa, sehingga isinya luntur atau hancur dan hasil budi daya kita, 100 persen seluruhnya kopyor,” kata Sisunandar.

Belum cukup disitu, karena dalam waktu dekat ini, UMP akan membangun Coconut Research Center di kompleks Science Techno Park Kampus I UMP. Peletakan batu pertama pembangunan pusat penelitian kelapa ini dilakukan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah VI Jawa Tengah Prof DYP Sugiharto, Senin (24/6).

 

2,202 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Bagian  dari Seni Tuhan

Bagian dari Seni Tuhan

Ini bagian dari seni Tuhan, untuk membuat umatnya tidak cepat bosan.

Ya setiap peristiwa yang terjadi yang menimpa pada dirimu, keluargamu, orang-orang terdekatmu itu tidak terlepas dari kuasa Tuhan.

Tuhan tak mau umatnya bosan, sehingga selalu memberikan variasi dalam hidupnya.

Ada suasah, ada senang, ada hitam ada putih, ada gembira, ada susah, itulah kekuasaan Tuhan yang senantiasa kita pahami. Persoalannya tinggal apakah kita mau menerima, atau tidak bagian dari seni Tuhan tersebut.

Ya manusia diciptakan untuk menjadi pemimpin dimuka bumi ini. Kenapa bukan malaikat? Yang selalu berbuat baik. Karena manusia berada ditengah antara setan dan malaikat. Ketika manusia itu keimanannya sedang meningkat, maka kebaikannya bisa melebihi malaikat. Namun sebaliknya, ketika keimanan itu sedang menghilang, maka kejahatannya bisa melebihi Iblis.

Terkadang kita sering merasa bosan dengan rutinitas, tetapi Tuhan tahu apa yang terbaik untukmu. Karena terbaik menurut kita belum tentu terbaik menurut Tuhan. Tugas kita hanya berencana, untuk hasil kita serahkan kepada yang lebih menguasai rencana, yaitu Tuhan.

Tuhan tidak beranak dan tidak pula diperanakan, seperti yang tercantum dalam dalam Quran Surat Al –Ikhlas,

“Qul huwa Allaahu ahad, Allahu shamas, lam yalid walam yuulad, walam yakun lahu kufuwan ahad.

Katakanlah: Dia-lah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakan. Dan tidak ada seseorang pun yang setara dengan dia.

Begitulah kira-kira tulisan saya hari ini tentang “Bagian dari Seni Tuhan”  saya yakin tulisan yang begitu panjang, kemungkinan besar bukan dibaca tapi malah bisa jadi di buang.

The Jayakarta Yogyakarta Hotel & SPA, 10/10/2018 23:34

3,416 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Benarkah Musim Kemarau Tahun Ini Akan Lebih Lama

Benarkah Musim Kemarau Tahun Ini Akan Lebih Lama

Musim kemaru kini sudah mulai terasa, rasa dingin pun menyelimuti malam hari kita. Menjaga kondisi dan stamina agar tetap fit itu yang harus dijaga. Namun apakah betul musim kemaru kali ini akan lebih lama dari biasanya? Mari kita simak bersama tentang kemarau kalai ini…

Berdasarkan analisa dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG), musim kemarau tahun ini diperkirakan akan lebih panjang dibanding musim kemarau tahun lalu. Kepala Stasiun Geofisika Badan BMKG Banjarnegara, Jawa Tengah, Setyoajie Prayoedhi mengatakan, musim kemarau tahun ini akan lebih panjang antara satu hingga tiga dasarian dibanding musim kemarau tahun lalu.

“Berdasarkan hasil analisa BMKG, musim kemarau tahun ini lebih kering dibanding tahun lalu, lebih lama satu hingga tiga dasarian). Diprakirakan musim hujan akan mulai sekitar awal Oktober,” kata Setyoajie melalui berita yang dimuat oleh kompas, Rabu (26/6/2019) kemarin.

Dalam berita tersebut, Setyoajie mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi dampak kekeringan dengan menghemat penggunaan air.

Terkait dengan pertanian, Setyoajie meminta agar petani berkoordinasi dengan Dinas Pertanian mengenai pola masa tanam dan dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) tentang ketersedian air irigasi.

“Saat ini merupakan masa tanam ketiga (MT3), di mana biasanya komoditas yang ditanam adalah palawija dan hortikultura, namun demikian perlu koordinasi dengan dinas terkait,” ujar Setyoajie.

Seperti diketahui bersama, hingga saat ini sejumlah desa di Kabupaten Banyumas dan Cilacap, Jawa Tengah, mulai mengalami krisis air bersih. Berbagai air bersih pun mulai diturunkan untuk mencukupi warga sekitar. Selain itu, sekitar 663 hektar lahan pertanian di dua wilayah tersebut juga terancam kekeringan.

808 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini