BERKARYA DAN MENGINSPIRASI

BERKARYA DAN MENGINSPIRASI

Perempuan memiliki peran penting dalam setiap langkah kehidupan. Ia adalah sosok yang memiliki semangat hidup inspiratif. Tak lelah terus berkarya demi pengembangan diri, bahkan juga berbagi inspirasi dengan orang lain.

Di sisi lain, perempuan juga merupakan makhluk special dari masa ke masa. Secara kodrati, dia boleh dibilang “pusat kehidupan”, inti keluarga yang merupakan lingkungan terkecil kelompok social. Dari dialah tercetak generasi penerus masa depan bangsa.

Melintas abad ke-21, kemajuan zaman menghadirkan tantangan baru yang semakin kompleks. Di tengah kesibukan menjalani perannya, para pemrempuan perlu mengembangkan potensi, meraih pendidikan tinggi, dan memiliki karir yang baik.

Istilah Multi-tasking alias multiperan begitu lekat dengan kehidupan perempuan. Dia memiliki peran rangkap sebagai pribadi, istri, dan ibu. Sering kali waktu 24 jam tak pernah cukup untuk berbagai aktivitas. Beberapa keinginan kerap harus dikorbankan karena begitu banyak hal lain yang menyita keseharian.

Kemandirian

Namun, apakah mulitperan membuat para perempuan menyerah dan tak lagi mengembangkan diri? Tentu tidak.

Kemandirian menjadi kata kunci untuk menjawab dan tuntutan hidup masa kini. Dengan penuh optimis meraih mimpi, setiap perempuan dapat menemukan potensi terbaik dari diri mereka. Bahkan, tak hanya penyokong, tetap juga dapat menjadi tulang punggung keluarga untuk menopang kehidupan yang lebih baik.

Belakangan ini, banyak kesempatan yang terbuka bagi perempuan untuk mengembangkan diri. Terlebih lagi, seiring kemajuan teknologi yang semaki membuka arus informasi, mendorong munculnya beragam profesi dan bisnis kreatif yang dapat ditekuni. Slah satunya adalah Esi Saputri (23), perempuan inspiratif yang bekerja di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).

Selain bekerja di Kantor Urusan Internasional, dan Kantor Urusan Dalam Negeri, Esi juga mengajar BIPA dan menjadi guru les prifat di kota setempat. Bahkan hingga kini dia juga focus menekuni usaha online yang merupakan salah satu usaha yang sedang ramai dilakukan oleh anak muda jaman sekarang.

Sebelum masuk menjadi magang karyawan KUI UMP, Esi telah berhasil menjadi mahasiswa terbaik di prodinya. Setelah wisuda menjadi sarjana Pendidikan Bahasa Inggris, Esi langsung ditarik untuk bekerja di kampus tempat dia belajar (UMP).

Dia bercerita, “Dulu saya sering diminta bantuan untuk bantu-bantu setiap ada acara di KUI. Sebelum wisuda pun saya sudah magang di KUI. Dan setelah wisuda magang pun terus dilanjutkan hingga sampai sekarang.”

“Dukungan dari orangtua dan keluarga sangat penting ketika mengawali kita untuk bekerja, disamping memiliki keberanian dan mimpi. Sebab dukungan itu menjadi bekal kita menghadapi banyak rintangan dalam proses mencapai imipan masa depan. Dan yang terpenting perempuan itu harus berani untuk lebih kreatif. Jadilah inspirasi yang dimulai dari lingkungan kita dlu,” tutur Esi antusias.

Berkerja dan bersyukur

Melanjutkan cerita pengalaman hidupnya, selama ini yang menjadi motivasi Esi dalam bekerjanya adalah karena ada keinginan kuat untuk terus berprestasi dalam hidup. “Sebab, kesuksesan itu bukan dating dari penilaian orang lain, tapi yang aling tahu adalah diri kita sendiri. Serta yang paling penting itu adalah kita senantiasa terus bersyukur,” tungkasnya.

Seperti Esi, magang karyawan KUI UMP lainnya yaitu Dian juga mengungkapkan pentingnya rasa syukur dalam proses bekerja dan berkarya. Sebagai Sarjana Muda yang belum lama wisuda, Dian merasa butuh untuk terus berkreasi dan berkarya.

Dia berpendapat, “Salah satu tujuannya adalah agar kelak di saat saya sudah menikah dan punya anak, dia (anaknya) tah alau yang

Memaknai dalam bekerja,,,

3,192 kali dilihat, 41 kali dilihat hari ini

Share/Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *