Hakekat Ilmu dan Falsafah

Hakekat Ilmu dan Falsafah

Pernahkah Anda melihat patung yang termasyuhyr dari auguste Rodin: seorang manusia yang sedang tekun berpikir? Dialah lambang kemanusiaan kita, Homo sapiens, makhluk yang berpikir. Setiap saat dari hidupnya, sejak dia lahir sampai masuk liang lahat, dia tak pernah berhenti berpikir, hampir tak ada masalah.

Berpikir pada dasarnya merupakan sebuah proses yang membuahkan pengetahuan. Proses ini merupakan serangkaian gerak pemikiran dalam mengikuti jalan pemikiran tertentu yang akhirnya sampai pada sebuah kesimpulan yang berupa pengetahuan.

Ilmu merupakan salah satu dari buah pemikiran manusia dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan ini. Ilmu merupakan salah satu dari pengetahuan manusia. Untuk bisa menghargai ilmu sebagaimana mestinya sesungguhnya kita harus mengerti apakah hakekat ilmu itu sebenarnya. Seperti kata peribahasa Perancis, ”Mengerti berarti mamaafkan segalanya,” maka pengertian yang mendalam terhadap hakekat ilmu, bukan saja akan mengikatkan apresiasi kita terhadap ilmu namun juga membuka mata kita terhadap berbagai kekurangannya.

Ilmu dan falsafah

Istilah falsafah mengandung banyak pengertian, namun untuk tujuan pembahasan kita, falsafah diartikan sebagai suatu cara berpikir yang radikal dan menyeluruh, suatu cara berpikir yang mengupas sesuatu sedalam-dalamnya. Tak satu hal yang bagaimanapun kecilnya terlepas dari pengamatan kefalsafahan. Tak ada suatu pertanyaan yang bagaimanapun sederhananya yang kita terima begitu saja tanpa pengkajian yang seksama. Falsafah menanyakan segala sesuatu dari kegiatan berpikir kita dari awal hingga akhir seperti dinyatakan oleh socrates, bahwa tugas falsafah yang sebenarnya bukanlah menjawab pertanyaan kita namun mempersoalkan jawaban yang diberikan. Kemajuan manusia dalam berfalsafah bukan saja diukur dari jawaban yang diberikan namun juga dari pertanyaan yang diajukannya.

Lalu apakah hubungan falsafah dengan ilmu ? seperti diketahui ilmu merupakan kumpulan pengetahuan yang memjpunyai ciri-ciri tertentu yang membedakan ilmu dengan pengetahuan-pengetahuan lainnya. Ciri-ciri keilmuwan ini didasarkan pada jawaban yang diberikan ilmu terhadap ketiga pertanyaan pokok seperti telah kita sebutkan terdahulu. Falsafah mempelajari masalah ini sedalam-dalamnya dan hasil pengkajiannya merupakan dasar bagi eksistensi ilmu. Seperti diketahui pertanyaan pokok itu mencakup masalah tentang apa yang kita ketahui, bagaimana cara mendapatkan pengetahuan tersebut dan apa nilai kegunaannya bagi kita.

591 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Pilu, Kepala Pusdatinmas BNBP Sutopo Purwo Meninggal di China

Pilu, Kepala Pusdatinmas BNBP Sutopo Purwo Meninggal di China

Kabar duka, mulai beredar di media social.

Innalillahi wa Inna ilaihi Raji’un

Telah Berpulang ke Rahmatullah

Bapak Sutopo Purwo Nugroho,

Minggu, 07 July 2019, sekitar pukul 02.00 waktu Guangzhou/ pukul 01.20 Wib

Semoga amal ibadah almarhum selama hidupnya diterima di sisi Allah Swt dan bagi keluarga yang ditinggalkan agar tabah dan sabar dalam menghadapi musibah ini.

Informasi duka tersebut beredar melalui pesan singkat WhatsApp. “Iya, benar (informasi yang menyebutkan Bapak Sutopo meninggal dunia),” kata Kepala Subbagian Tata Usaha Pusdatinmas BNBP, Yahya Djunaid melalui Kompas.com, Minggu.

Ya, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas (Pusdatinmas) Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia di Guangzhou, China, Minggu (7/7/2019), pukul 02.20 waktu setempat atau 01.20 WIB.

Hingga saat ini, Yahya mengaku masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak keluarga Sutopo.  “Mungkin setelah Subuh baru ada informasi (lengkapnya),” kata Yahya.

Seperti diketahui, Sutopo bertolak ke Guangzhou, China untuk berobat penyakit kanker paru selama sebulan. Hal itu disampaikan Sutopo dalam akun Instagram miliknya, @sutopopurwo pada Sabtu (15/06/2019).

“Hari ini saya ke Guangzou untuk berobat dari kanker paru yang telah menyebar di banyak tulang dan organ tubuh. Kondisinya sangat menyakitkan sekali,” kata Sutopo di akun Instagram tersebut.

Sutopo telah menjalani serangkaian perawatan kesehatan di sejumlah rumah sakit (RS) karena kanker paru-paru yang diidapnya.

Ia divonis kanker paru-paru pada 17 Januari 2018. Semenjak vonis itu, dia masih aktif menjalani tugas-tugasnya untuk menginformasikan berita-berita kebencanaan kepada media.

Baru beberapa minggu belakangan ini, Sutopo sudah tidak aktif lagi di grup WhatsApp media selepas pamit kepada rekan-rekan wartawan untuk fokus berobat.

495 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini