KLASIFIKASI ILMU PENGETAHUAN

KLASIFIKASI ILMU PENGETAHUAN

Klasifikasi atau penggolongan ilmu pengetahuan mengalami perkembangan atau perubahan sesuai dengan semangat zaman. Terdapat banyak pandangan yang terkait dengan klasifikasi ilmu pengetahuan yang dapat kita temui.

Ilmu pengetahuan menurut subyeknya dan obyeknya, adalah sebagai berikut :

  1. Menurut subyeknya
  2. Teoritis

a). Nomotetis adalah ilmu yang menetapkan hukum-hukum yang universal berlaku, mempelajari obyeknya dalam keabstrakannya dan mencoba menemukan unsur-unsur yang selalu terdapat kembali dalam segala pernyataannya yang konkrit bilamana dan di mana saja, misalnya adalah ilmu alam, ilmu kimia, sosiologi, ilmu hayat dan sebagainya.

b). Ideografis (ide: cita-cita, grafis: lukisan), ilmu yang mempelajari obyeknya dalam konkrit menurut tempat dan waktu tertentu, dengan sifat-sifatnya yang menyendiri (unik). Misalnya ilmu sejarah, etnografi (ilmu bangsa-bangsa), sosiologi dan sebagainya.

  1. Praktis (applied science/ ilmu terapan) : ilmu yang langsung ditujukan kepada pemakaian atau pengalaman pengetahuan itu, jadi menentukan bagaimanakah orang harus berbuat sesuatu, maka ini pun diperinci lebih lanjut yaitu :

a). Normatif, ilmu yang memesankan bagaimanakah kita harus berbuat, membebankan kewajiban-kewajiban dan larangan-larangan misalnya : etika (filsafat kesusilaan?filsafat moral)

b). Positif, (applied dalam arti sempit) yaitu ilmu yang mengatakan bagaimanakah orang harus berbuat sesuatu, mencapai hasil tertentu. Misalnya adalah ilmu pertanian, ilmu teknik, ilmu kedokteran dan sebagainya.

Kedua macam ilmu pengetahuan ini saling melengkapi, jadi walaupun dibedakan tetap tidak boleh dipisahkan. Kebanyakan ilmu pengetahuan mempunyai bagian teoritis di samping bagian praktis, sehingga sering sulit diterapkan dimana suatu ilmu harus dimasukkan dalam pembagian ini, ilmu teoritis, biasanya dapat berdiri sendiri terlepas dari ilmu praktis, akan tetapi ilmu praktis selalu mempunyai dasar yang teoritis.

  1. Menurut Obyeknya (terutama obyek formalnya atau sudut pandangnya)
  2. Universal/umum : meliputi keseluruhan yang ada, seluruh hidup manusia, misalnya : teologi/agama dan filsafat
  3. Khusus : hanya mengenai salah satu lapangan tertentu dan kehidupan manusia, jadi obyeknya terbatas, hanya ini saja atau itu saja. Inilah yang biasanya disebut ”ilmu pengetahuan”

a). Ilmu-ilmu alam (natural science,) yaitu ilmu yang mempelajari barang-barang menurut keadaannya di alam kodrat saja, terlepas dari pengaruh manusia dan mencari hukum-hukum yang mengatur apa yang terjadi di dalam alam, jadi terperinci lagi menurut obyeknya. Termasuk di dalamnya adalah ilmu al;am, ilmu fisika, ilmu kimia, ilmu hayat, dan sebagainya.

b). Ilmu pasti (mathematics)

Ilmu yang memandang barang_barang, terlepas dari isinya hanya menurut besarnya. Jadi mengadakan abstraksi barang-barang itu. Ilmunya dijabarkan secara logis berpangkal pada beberapa asas-asas dasar (axioma). Termasuk di dalamnya adlah ilmu pasti, ilmu ukur, ilmu hitung, ilmu al jabar dan sebagainya.

c). Ilmu-ilmu kerohanian / kebudayaan (geisteswissen_schaften/social-sciences)

Ilmu yang mempelajari hal-hal dimana jiwa manusia memegang peranan yang menentukan. Yang dipandang bukan barang-barang seperti di al;am dunia, terlepas dari manusia, melainkan justru sekedar mengalami pengaruh dari manusia. Termasuk misalnya ilmu sejarah, ilmu mendidik, ilmu hukum, ilmu ekonomi, imu sosiologi, ilmu bahasa dan sebagainya.

Ketiga macam ilmu pengetahuan ini juga dibeda-bedakan tetapi jangan sampai dipisah-pisahkan, karena memang berhubungan satu sama lain dan saling mempengaruhi dan melengkapi.

 

Klasifikasi Ilmu Pengetahuan menurut Para Filsuf

Dalam sub tema ini, kami mangambil bebrapa contoh klasifikasi ilmu pengetahuan manurut para filsuf, antara lain :

1). Cristian Wolff

Cristian Wolff mengklasifikasikan ilmu pengetahuan ke dalam tiga kelompok besar, yakini ilmu pengetahuan empiris, matematika, dan filsafat. Klasifikasi ilmu pengetahuan menurut  cristian Wolff dapat dikemaskan sebagai berikut :

  1. Ilmu pengetahuan empiris

– Kosmologis empiris

– Psikologis empiris

  1. Matematika

– Murni : aritmatika, geometri, aljabar

– Campuran : mekanika, dan lain-lain

  1. Filsafat

– Spekulatif (metafisika )

– umum : ontologi

– khusus : psikologi, kosmologi, theologi praktis

– kehendak : ekonomi, etika, politik

– pekerjaan fisik : teknologi

2). Auguste Comte

Pada dasarnta penggolongan ilmu pengetahuan yang dikemukakan Auguste Comte sejalan dengan sejarah ilmu pengetahuan itu sendiri, yang menunjukkan bahwa gejala-gejala dalam ilmu pengetahuan yang paling umum akan tampil terlebih dahulu. Kemudian disusul dengan gejala pengetahuan yang semakin lama semakin rumit atau kompleks dan semakin konkret. Karena dalam mengemukakan penggolongan ilmu pengetahuan. Auguste Comte memulai dengan mengamati gejala-gajala yang paling sederhana, yaitu gejala yang letaknya paling jauh dari suasana kehidupan sehari-hari. Urutan dalam penggolongan ilmu pengetahuan Auguste Comte sebagai berikut :

  • ilmu pasti (matematika)
  • ilmu perbintangan ( astronomi)
  • ilmu alam (fisika)
  • ilmu kimia
  • ilmu hayat (fisiologi atau biologi)
  • fisika sosial (sosiologi)

Klasifikasi ilmu pengetahuan menurut Auguste Comte secara garis besar dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

  1. Logika (matematika murni)
  2. Ilmu pengetahuan empiris empiris (astronomi, fisika, biologi, sosiologi)

Filsafat

  1. Metafisika
  2. Filsafat ilmu pengetahuan

 

2,985 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Share/Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *