PSHT Purbalingga Berhasil Meraih Juara Umum di Kejurnas

PSHT Purbalingga Berhasil Meraih Juara Umum di Kejurnas

Tegarroli.com – Persatuan Setia Hati Terate (PSHT) Purbalingga berhasil menjadi juara umum di Kejurnas di Jakarta Timur baru-baru ini. Hal tersebut disampaikan Dedi Ruwanto, pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kab. Purbalingga bidang prestasi saat ditemui di SMP 1 Kalimanah tempatnya mengajar sebagai guru olahraga, Jum’at (12/7).

Dedi mengatakan, turnamen tersebut merupakan turnamen dua tahunan yang dimulai pada 2014 itu menjadi ajang unjuk prestasi bagi atlet Purbalingga. Di tahun 2014, kontingen Purbalingga berhasil menduduki posisi juara umum kedua dan di tahun ini Purbalingga berhasil meraih juara umum pertama dengan raihan empat emas dan satu perak.

“Tahun ini kita berhasil meraih posisi satu juara umum dengan capaian empat emas dan satu perak. Ini tentu saja prestasi yang membanggakan,” kata Dedi.

Dedi menambahkan kelima atlet yang berhasil mengharumkan nama Purbalingga adalah Wiwi Safitri, Nuraeni, Rufi Alisjahbana, Gatot Utomo dan Khoirur Rofiah. Dirinya berharap para atlet tersebut tidak berpuas diri agar prestasi bisa dijaga dan ditingkatkan lagi di kesempatan-kesempatan turnamen yang lain.

“Saya harap mereka bisa menjaga performa agar terus bisa berpretasi bagi Purbalingga,” imbuhnya.

Saat disinggung tentang perhatian Pemkab, Dedi sangat mengapresiasi dengan apa yang telah diberikan Pemkab Purbalingga. Dedi menilai, Pemkab sangat memperhatikan atlet berprestasi dengan memberikan bonus-bonus bagi mereka yang berhasil meraih medali dalam setiap kejuaraan. Dia mencontohkan Pemkab memberikan bonus Rp 2 juta kepada peraih emas, Rp 1 juta bagi peraih perak dan Rp 450 ribu bagi peraih perunggu.

“Perhatian Pemkab saya kira cukup bagus. Bonus dan bantuan stimulus guna mendongkrak prestasi juga diberikan bagi para atlet,” ujarnya.

Target IPSI ke depan adalah para atlet PSHT Purbalingga berhasil menjadi andalan Jawa Tengah di setiap ajang yang dipertandingkan. Oleh karenanya dia berharap porsi latihan untuk tetap dan tidak berkurang bahkan ditambah agar kondisi fisik lebih prima.

“Target kami ke depan adalah para atlet ini bisa menembus Jawa Tengah dan menjadi andalan Provinsi pada setiap ajang yang dilombakan,” pungkasnya. (KP-4).

889 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Kemajuan destinasi wisata

Kemajuan destinasi wisata

Tegarroli.com – Kemajuan destinasi wisata ternyata tidak nya tergantung pada indahnya destinasi wisatanya. Tetapi kemajuan destinasi wisata sangat tergantung dengan sapta pesonanya yang meliputi  aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Purbalingga, Yanuar Abidin mengatakan dengan sapta pesona inilah pengunjung bisa kembali lagi ke tempat wisata karena tempatnya yang bersih. Bagaimana para pelaku usaha jasa pariwisata membuat para pengunjung kembali lagi ke objek wisata karena kenyamanannya ataupun tempat parkir yang aman.

“Bagaimana para pengunjung wisata kembali lagi karena makanannya enak, kopinya enak dan tidak mahal, tidak mahal bukan berarti murah,” kata Yanuar saat Aksi Sapta Pesona Tahun 2019 di Goa Lawa Purbalingga, Kamis (11/7).

Selain itu, kemajuan destinasi wisata ini dapat dilihat bagaimana pengunjung wisata ingin kembali lagi ke tempat wisata. Bukan karena indah akan tetapi karena toiletnya bersih, musholanya bersih, para pelaku usaha jasa pariwisatanya ramah.

“Hal ini sepele tapi kalau kita tidak menyadari hal ini sebagai contoh misalnya pengunjung yang parkir helmnya hilang, saya yakin tidak akan datang lagi untuk yang kedua kalinya,” jelasnya.

Kemudian ketika sedang musim liburan, pengunjung yang datang ingin mencoba makanan yang ada tapi karena sedang ramainya harga makanan kemudian dinaikan dua kali lipat maka pengunjung pun akan kapok untuk datang kembali. Pengunjung juga akan kapok ketika ke tempat wisata masuk ke toilet  tapi toiletnya kotor atau tidak ada airnya.

“Jadi tidak hanya tergantung pada destinasi wisatanya, alamnya tapi semua itu sangat tergantung pada hal-hal yang tadi yang menjadi pendukung wisata,” ujar Yanuar.

Oleh karena itu, ia mengajak kepada para pelaku usaha jasa pariwisata untuk selalu mentaati sapta pesona. Ada tujuh hal yang harus diperhatikan dan ditingkatkan agar objek wisata akan selalu menjadi tempat yang didatangi pengunjung.

“Saya mencontohkan Goa Lawa ini pada tahun 2018 sudah bisa mendapatkan pendapatan 1,4 miliar,” katanya.

Ia pun menambahkan di tahun ini Goa Lawa Purbalingga (Golaga) ditargetkan pendapatan sebesar Rp 5 Miliar. Dan ini akan sangat tergantung pada para pelaku usaha jasa pariwisata yang terlibat mengelola objek wisata Golaga.

“Agar bagaimana para pengunjung betah datang ke Golaga dan selalu kembali ke Golaga,” lanjut Yanuar.

Menurutnya, Golaga tidak hanya satu atau dua tahun ke depan tapi harus selalu dipelihara karena menjadi kebanggaan dan aset milik Purbalingga. Ia juga mengimbau agar Golaga selalu ditingkatkan sehingga suatu saat Golaga akan menjadi kunjungan tidak hanya wisatawan dalam negeri tapi juga wisatawan manca negara.

“Ini sedang kita rintis, mulai ada tema di atas pohon walaupun baru satu, besok-besok akan dibuat banyak sehingga itu akan menjadi destinasi apa yang diharapkan oleh orang-orang luar negeri,” terangnya.

Ia berharap para wisatawan mancanegara juga akan banyak yang datang terlebih di tahun mendatang Bandara Jenderal Besar Soedirman akan segera terealisasi di Kabupaten Purbalingga. Untuk itu para pelaku usaha jasa pariwisata untuk selalu menerapkan sapta pesona di bidangnya masing-masing.

“Jangan sampai sekali-kali membuat wisatawan kapok datang kesini (Golaga, Red) atau ke tempat wisata yang lain karena ulah kita. Semoga dengan diterapkannya sapta pesona ini menjadi dampak positif demi kemajuan Golaga, pariwisata di Purbalingga dan kemajuan pariwisata di Jawa Tengah,” pungkas Yanuar (PI-7)

 

797 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini