Mengubah Ijtihad dan Pendapat Sesuai dengan Kondisi

Mengubah Ijtihad dan Pendapat Sesuai dengan Kondisi

Di antara metode Nabi saw. dalam mengembangkan kreatifitas berfikir untuk membina para sahabat, adalah selalu bersikap bijaksana terhadap berbagai situasi yang berbeda dan terhadap perubahan-perubahan yang terjadi. Hal ini beliau lakukan karena pola pikir inovatoris dan pembaharuan lebih elastis dalam menyikapi peristiwa-peristiwa yang dijumpai dan tidak monoton pada satu pendapat tertentu.

Mengutip bukunya Muhammad Abdul Jawwad dalam bukunya yang berjudul Menjadi Manajer Sukses diceritakan pernah dijumpai Rosulullah saw. tatkala tersiar berita bahwa serombongan orang kafilah besar milik suku Quraisy yang dipimpin oleh Abu Sufyan, dating dari Syam menuju Mekah dengan membawa harta yang melimpah. Lalu, sebagian sahabat mengusulkan untuk menghadang dan menyerang kafilah tersebut.

Akan tetapi, segera setelah mencium adanya bahanya yang mengancam kafilahnya, Abu Sufyan meminta bantuan dari Mekah untuk melindungi kafilahnya tersebut, dengan mengabarkan fanatisme mereka. Lalu, orang-orang Mekah pun segera memobilisasi tentara guna menghadapi segala kemungkinan serangan. Akhirnya, Abu Sufyan berhasil menyelamatkan khafilah yang ia pimpin dengan bantuan orang-orang Mekah. Maka dalam peristiwa ini, keadaan berubah total, rombongan kafilah yang akan diserang oleh orang-orang muslim ternyata berubah menjadi sekelompok tentara.

Realita membuktikan, bahwa seseorang terkadang dibenturkan oleh berbagai peristiwa yang dating tiba-tiba tatkala ia sedang dalam menjalai hidupnya. Sehingga untuk menghadapi peristiwa itu, perlu mengumpulkan segenap kemampuannya dan mengingat kembali pengalamannya, kemudian menghadapinya denga penuh kewaspadaan dan kepekaan. Ujian-ujian yang sifatnya tiba-tiba ini, lebih tepat untuk menilai keperibadian seseorang dan mengetahui sikapnya dalam melihat ujian-ujian yang dating menghadanya. Sehingga, tatkala menghadapinya, ia merasa optimis dan siap.

Dalam kisah tersebut Rasulullah saw. mampu berinteraksi dengan kondisi yang berubah total, dengan keputusan yang sangat cerdik. Yaitu, beliau segera mengumpulkan segenap informasi mengenai jumlah, kekuatan keseluruhan, dan kekuatan garis depan pasukan musuh. Kemudian membicarakan kondisi tersebut dalam musyawarah. Lalu, merangkum ide-ide yang muncul, denga tidak lupa meminta pertolongan kepada Allah ‘azza wa jalla.

8,441 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Share/Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *