Tanamkan Nilai Perjuangan

Tanamkan Nilai Perjuangan

tegarroli.com – Guna menanamkan nilai perjuangan pada generasi muda, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga mengadakan lomba Unisono atau lomba lagu-lagu perjuangan untuk siswa SMP/MTs se Kabupaten Purbalingga. Hal tersebut disampaikan Rien Anggraeni, Kabid Kebudayaan Dindikbud Purbalingga saat menyampaikan laporan kegiatan lomba, Rabu (21/8/2019).

Rien mengatakan, jiwa nasionalisme harus distimulus dengan berbagai cara termasuk dengan lagu-lagu perjuangan yang sarat akan nilai pembangkit nasionalisme. Menurutnya, generasi muda perlu diingatkan dan dikenalkan nilai perjuangan para pahlawan dan dalam tataran pelajar, lagu perjuangan adalah sarana yang tepat untuk hal tersebut.

“Tujuan dari diadakannya lomba ini adalah untuk membangkitkan dan mengenalkan nilai nasionalisme yang diwariskan oleh pahlawan kepada para pelajar,” kata Rien.

Dia menambahkan, tujuan lain adalah untuk memasyarakatkan lagu-lagu perjuangan yang telah diciptakan oleh para komponis dalam rangka membakar semangat perjuangan para pejuang untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Hal itu dinilainya penting karena nilai kejuangan melalui lagu-lagu perjuangan mulai dilupakan oleh generasi muda Indonesia.

“Tujuan lain adalah untuk memasyarakatkan lagu perjuangan yang dulu digunakan untuk membakar para pejuang agar tidak dilupakan oleh generasi muda,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dindikbud Purbalingga, Setiyadi yang hadir mewakili Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi. Dia menuturkan, nilai nasionalisme bisa dilakukan lewat berbagai bidang termsauk kesenian. Melalui ajang tersebut, selain kreativitas juga bisa menumbuhkan rasa memiliki Negara bagi generasi muda. Dirinya berharap agar lagu-lagu perjuangan tetap dikenang oleh setiap warga Negara Indonesia termasuk para pelajar.

“Selain kreativitas, lomba ini juga sebagai sarana terpeliharanya jiwa nasionalisme bagi pelajar serta membangkitkan rasa memiliki Negara kita yang tercinta ini,” tuturnya.

Lomba tersebut diikuti 30 sekolah baik SMP maupun MTs di Kabupaten Purbalingga dengan menampilkan lagu wajib dan lagu pilihan. Hingga berita ini diturunkan, loma masih berjalan dengan beberapa kriteria penilaian yang telah ditentukan oleh juri. (KP-4).

3,512 kali dilihat, 15 kali dilihat hari ini

Share/Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *