Trend Investasi Pasar Modal Syariah di Indonesia

Trend Investasi Pasar Modal Syariah di Indonesia

Pemalang-Sudah saatnya anak muda menguasai ekonomi syariah, sekarang sudah mulai trend antaralain wisata syariah, hotel syariah, baju pengantin syariah, bisnis online syariah. Jangan hanya termenung dan diam saja melihat banyak orang luar yang berinvestasi menanam modalnya di sini. Hal ini disampaikan oleh Dra.Hj. Amiroh M.Ag dalam acara Seminar Pasar Modal Syariah di aula STIT Pemalang,jumat(13/09/2019).

Bersahabatlah dengan hidup bersyariah, tidak harus gembar-gembor syariah dengan bendera masing-masing tetapi laksanakan secara nyata dengan sendirinya syariah. Generasi muda harus bisa ikut memasarkan syariah. Apabila NU dan Muhammadiyah bisa bersatu dalam membangun ekonomi syariah maka akan menjadi kekuatan.

Hal senada juga disampaikan oleh Drs.H Tobaroni,SE.MM bahwa kita sampai hari ini hanya sebagai konsumen bukan sebagai 򔁰emain atau pelaku pasar modal. Ada indofood, telkomsel, garuda indonesia,sidomuncul dan masih banyak lagi. Oleh karena itu kita harus bisa investasi menanam modal melalui bursa efek indonesia. Fungsi dari bursa efek indonesia adalah menyampaikan informasi baik cara yang benar berinvestasi.

Banyak masyarakat tertipu atau tergiur investasi dengan hasil yang besar, contohnya koperasi pandawa berapa orang yang tertipu berinvestasi, dan blum lama adalah biro travel umroh yang menggiurkan harga murah. Harapannya dengan kegiatan seminar pasar modal syariah masyarakat akan paham cara berinvestasi yang benar, ungkap Drs.Tobaroni,SE.MM yang juga sebagai Anggota PBNU bidang dakwah.

Heriyanto S.sos selaku Sekretaris Yayasan LP2SDK bahwa STIT Pemalang selalu mengadakan seminar dengan menghadirkan pembicara nasional maupun lokal. Sebelumnya seminar pra nikah, dan hari ini seminar pasar modal syariah yang bekerjasama antara STIT Pemalang dengan PDN Pendidikan Dai Nusantaraqq. Kegiatan Seminar Pasar Modal Syariah menghadirkan narasumber Bursa Efek Indonesia cabang jawatengah dan peserta yang mengikuti Mahasiswa, Guru, dan Masyarakat.

846 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Share/Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *