Motor Klasik Makin Asyk Di Kalangan Anak Muda Mendunia

Motor Klasik Makin Asyk Di Kalangan Anak Muda Mendunia

Seiring dengan pesatnya perkembangan sepeda motor di indonesia ini, yang membuat para manufaktur untuk berinovasi dengan produknya, segelintir orang masih memilih Motor Tua  untuk menemani kehidupan mereka sehari hari. “Makin Tua Makin Cinta” mungkin itu adalah istilah yang tepat untuk Motor Klasik yang semakin menjadi Trend di kalangan Milenial. Motor Tua atau Jadul sampai saat ini menunjukkan eksistensinya karena keunikan dan keistimewanya dari desain motor itu sendiri hingga sejarah yang mengiringi cerita motor – motor tersebut.

Berbeda dengan motor motor sekarang yang tampangnya seperti itu-itu saja, salah satu alasan anak muda pada motor klasik yang menjadikan motor klasik terlihat eye-catching, bisa jadi, ini jadi poin tambah untuk seseorang karena tampangnya beda daripada yang lain. Berikut ini merupakan beberapa motor tua yang masih eksis hingga sekarang.

Siapa anak muda yang tidak tahu film Dilan 1990? Film ini merajalela di tahun 2018, salah satu pemeran utamanya yang ikonik yaitu Iqbal Ramadhan sebagai Dilan dengan mengendarai motor klasik yaitu Honda CB 100. Honda CB 100 merupakan seri motor sport bermesin 4 tak yang pertama kali diluncurkan oleh Honda pada tahun 1971 yang memiliki kapasitas mesin 100cc. Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh motor ini yaitu perawatanya yang mudah dan desain motor mudah untuk dimodifikasi dari ide seni pecinta motor. CB 100 mempunyai mesin yang sangat handal, tahan hingga bermil-mil dalam rpm tinggi.

Motor satu generasi dengan honda CB ini  memang tak lekang oleh zaman. Motor dengan original bermesin 70cc dengan 3 speed ini kerap kali dimodifikasi untuk beberapa kontes atau kompetisi. Mengapa sebutan “Ulung” disematkan pada motor tua yang satu ini? Jawabanya adalah “Ulung” merupakan nama lain dari Elang, sebutan  tersebut mengacu pada setang C-70 seperti bentangan sayap hewan tersebut.

9,743 kali dilihat, 74 kali dilihat hari ini

Penataan Alun-alun Purbalingga Jadi Keren

Penataan Alun-alun Purbalingga Jadi Keren

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon MM memastikan pengerjaan penataan alun-alun Purbalingga pertengahan bulan September ini bisa selesai dan segera dimanfaatkan publik. Untuk memastikan pekerjaan sesuai dengan yang diharapkan, Bupati Tiwi memonitoring pelaksanaan pengerjaan alun-alun tersebut, Kamis (6/8).

“Alun-alun sedang berprogres, inshaallah nanti dijadwalkan pada pertengahan September ini bisa selesai,” ungkapnya.

Pekerjaan pemugaran/penataan Alun-alun tahun ini merupakan tahap yang ke-2, yakni pengerjaan pada sisi selatan. Pada tahun sebelumnya, atau pada tahap pertama telah dilakukan renovasi di sisi utara.

Menurut Bupati, Alun-alun Purbalingga nanti ada beberapa fasilitas-fasilitas yang ditambahkan dibanding sebelum dipugar. Diantaranya tempat play ground/tempat bermain anak dan air mancur, termasuk beberapa tempat duduk yang bisa digunakan orang untuk duduk-duduk membaca atau mengerjakan tugas.

“Saya ingin alun-alun Purbalingga ke depan bisa menjadi area publik yang bisa dirasakan oleh masyarakat, apalagi nanti kita akan ada Bandara JB Soedirman tahun 2021 sudah tentu alun-alun menjadi wajahnya Purbalingga,” katanya.

Berdasarkan monitoring kali ini, Bupati menyatakan progress pengerjaan tidak ada kendala yang berarti. Seperti yang diketahui, pembangunan penataan Alun-alun kali ini tengah dikerjakan oleh CV Hortus Mundi dengan nilai kontrak Rp 2.064.193.000. Kontrak pekerjaan dimulai tertanggal 21 April 2020 dengan masa pekerjaan 150 hari dan masa pemeliharaan 180 hari.(Gn)

9,863 kali dilihat, 77 kali dilihat hari ini