Sepak Bola Kapuk

Sepak Bola Kapuk

tegarroli.com – Rombongan ASN Pemkab Purbalingga bertandang laga persahabatan sepak bola kapuk di Desa Wanogara Wetan, Kecamatan Rembang, Jumat (13/9) di Lapangan Desa Wanogara Wetan. Acara yang digelar rutin ini, Bupati beserta rombongan tidak membawa tangan kosong untuk diberikan kepada masyarakat setempat.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon MM menyampaikan, pada ajang silaturahmi ini Bupati dan jajaran pejabat Pemkab Purbalingga menyerahkan sejumlah bantuan. Diantaranya 288 paket beras dan lele, santunan kepada 4 Orang Dengan Kecacatan Berat (ODKB) setempat, bantuan krek, walker, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Balita 12 paket, PMT Ibu Hamil 16 paket, Jersey Sepak Bola, bola kaki dan bola voli.
“Semoga semua bantuan ini bermanfaat, dan bantuan perlengkapan olah raga ini guna mendukung pembinaan Karangtaruna dan generasi muda untuk lebih semangat meluangkan waktunya untuk ke hal
positif seperti olah raga,” katanya.
Tujuan laga persahabatan ini juga sebagai sarana silaturahmi tilik sedulur, bertatap muka langsung antara bupati dengan masyarakat. Sepak bola kapuk juga untuk mengajak membudayakan olah raga.
“Semua masyarakat, pria wanita, tua muda semuanya suka sepak bola. Ini bertujuan untuk mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga,” ungkap bupati.
Bupati mengajak masyarakat untuk meningkatkan keguyubrukunan. Ia titip kepada masyarakat untuk senantiasa mendukung setiap program pemerintah termasuk apa yang menjadi visi misi kepala desa.
“Sehebat apapun pimpinan tidak akan bisa bekerja jika masyarakat tidak kompak, tidak guyub. Saya doakan agar masyarakat Wanogara Wetan semakin maju, berkembang. Pemkab juga siap menerima aspirasi inshaallah akan kita tindaklanjuti,” ungkapnya.
Adapun pertandingan laga persahabatan ini bertanding antara Tim Pemkab Purbalingga melawan Tim Kecamatan Rembang berakhir dengan skor 2:1. Laga persahabatan ini juga disemarakkan dengan pentas kuda lumping dari seniman masyarakat setempat. Bupati Tiwi juga mendapatkan cindera mata berupa (Gn/Humas)

614 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Purbalingga Juara Umum Pertihusada VI Kwarda Jateng

Purbalingga Juara Umum Pertihusada VI Kwarda Jateng

Prestasi membanggakan kembali diraih Pramuka Purbalingga, kali ini dari golongan Pramuka Penegak dan Pandega yang berhasil menjadi juara umum pada kegiatan Perkemahan Bakti Satuan Karya Bakti Husada (Pertihusada) VI Kwartir Daerah Jawa Tengah. Yang dilaksanakan pada tanggal 9 – 13 September 2019 di Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok, Banyumas.
Dari total delapan giat prestasi yang dilaksanakan, kontingen Kwarcab Purbalingga berhasil meraih kejuaraan di lima mata lomba. Kejuaraan yang diraih yakni juara 1 Parade Budaya, juara 2 Safari Krida, juara 2 Lomba Cerdas Tangkas Bakti Husada (LCTBH), juara 2 Seni Drama Tari dan Musik (Sendratasik), juara 2 Short Movie (Film pendek penyuluhan kesehatan). “Dengan berbekal lima mata lomba inilah Kwarcab Purbalingga berhasil meraih yang terbaik di arena Pertihusada VI,” jelas Pimpinan Kontingen Farah Sukma Wardhani saat dihubungi, Jumat (13/9).
Pada event lima tahunan ini, Kwarcab Purbalingga memang sangat serius untuk menampilkan yang terbaik di setiap jenis kegiatan yang dilaksanakan. Bukan hanya di giat prestasi, di kegiatan lainnya mereka juga sangat antusias mengikuti.
“Bukan hanya giat prestasi, tapi juga ada giat bakti fisik, giat bakti non fisik, giat wawasan, giat persaudaraan, giat wisata, giat kesakaan dan kegiatan lain yang muaranya pada pengembangan softskill dan peningkatan jiwa bakti masyarakat,” tambah Farah.
Menurut Pembina Pendamping Kontingen, Taufik Nur Arifan, hasil yang didapat pada kegiatan ini merupakan jerih payah dari semua unsur kontingen. Unsur yang terlibat meliputi peserta dari pramuka penegak dan pandega, pimpinan kontingen, pembina pendamping, Kwarcab Purbalingga, Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, dan seluruh tim pendukung yang terlibat.
“Kami menyiapkan kontingen ini dengan sangat serius, kami sudah melakukan pemusatan latihan dari empat bulan sebelum pelaksanaan kegiatan. Ini dilakukan agar kontingen benar-benar siap mengikuti Pertihusada VI ini, dan alhamdulilah hasilnya sangat memuaskan,” ungkap Taufik yang juga merupakan Instruktur Saka Bakti Husada.
Taufik menambahkan bukan hal yang mudah untuk menjadi juara umum, karena 34 kwarcab lain yang menjadi peserta juga memiliki kualitas yang sangat bagus dan butuh strategi khusus, serta setiap giat prestasi dinilai oleh juri – juri yang sudah profesional. Moment penyerahan piala Juara Umum semakin terasa spesial karena diserahkan langsung oleh Ketua Kwartir Daerah Jawa Tengah Siti Atiqoh Suprianti, yang memimpin upacara penutupan kegiatan.
“Penyerahan piala ini semakin berkesan karena diserahkan langsung oleh Ketua Kwarda Jateng yang sekaligus menjadi inspektur upacara penutupan Pertihusada VI,” pungkas Taufik. (PI-7)

619 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Trend Investasi Pasar Modal Syariah di Indonesia

Trend Investasi Pasar Modal Syariah di Indonesia

Pemalang-Sudah saatnya anak muda menguasai ekonomi syariah, sekarang sudah mulai trend antaralain wisata syariah, hotel syariah, baju pengantin syariah, bisnis online syariah. Jangan hanya termenung dan diam saja melihat banyak orang luar yang berinvestasi menanam modalnya di sini. Hal ini disampaikan oleh Dra.Hj. Amiroh M.Ag dalam acara Seminar Pasar Modal Syariah di aula STIT Pemalang,jumat(13/09/2019).

Bersahabatlah dengan hidup bersyariah, tidak harus gembar-gembor syariah dengan bendera masing-masing tetapi laksanakan secara nyata dengan sendirinya syariah. Generasi muda harus bisa ikut memasarkan syariah. Apabila NU dan Muhammadiyah bisa bersatu dalam membangun ekonomi syariah maka akan menjadi kekuatan.

Hal senada juga disampaikan oleh Drs.H Tobaroni,SE.MM bahwa kita sampai hari ini hanya sebagai konsumen bukan sebagai 򔁰emain atau pelaku pasar modal. Ada indofood, telkomsel, garuda indonesia,sidomuncul dan masih banyak lagi. Oleh karena itu kita harus bisa investasi menanam modal melalui bursa efek indonesia. Fungsi dari bursa efek indonesia adalah menyampaikan informasi baik cara yang benar berinvestasi.

Banyak masyarakat tertipu atau tergiur investasi dengan hasil yang besar, contohnya koperasi pandawa berapa orang yang tertipu berinvestasi, dan blum lama adalah biro travel umroh yang menggiurkan harga murah. Harapannya dengan kegiatan seminar pasar modal syariah masyarakat akan paham cara berinvestasi yang benar, ungkap Drs.Tobaroni,SE.MM yang juga sebagai Anggota PBNU bidang dakwah.

Heriyanto S.sos selaku Sekretaris Yayasan LP2SDK bahwa STIT Pemalang selalu mengadakan seminar dengan menghadirkan pembicara nasional maupun lokal. Sebelumnya seminar pra nikah, dan hari ini seminar pasar modal syariah yang bekerjasama antara STIT Pemalang dengan PDN Pendidikan Dai Nusantaraqq. Kegiatan Seminar Pasar Modal Syariah menghadirkan narasumber Bursa Efek Indonesia cabang jawatengah dan peserta yang mengikuti Mahasiswa, Guru, dan Masyarakat.

434 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Berburu “Celeng”

Berburu “Celeng”

tegarroli.com – Merasa resah karena tanaman nya sering diganggu babi hutan (celeng), warga masyarakat Grantung bersama Polsek Karangmoncol dan Koramil 11 Karangmoncol melakukan perburuan celeng. Perburuan juga diikuti oleh Camat Karangmoncol, Kasi Trantibum dan beberapa staf serta perangkat desa Grantung.

Camat Karangmoncol Juli Atmadi mengatakan perburaan babi hutan memang diperlukan dikarenakan keberadaan sudah dirasakan mengganggu tanaman warga. Kurang lebih 20 orang ikut dalam perburuan tersebut, dengan perlengkapan 3 pucuk senapan laras panjang, tombak dan parang.
” Harapannya dengan perburuan ini, tanaman warga bisa aman dari serangan babi hutan,” katanya disela-sela perburuan.
Sedangkan Kades Grantung, Karyono mengatakan kami telah berkoordinasi dengan pihak Polsek Karangmoncol dan Koramil 11 Karangmoncol pada Minggu ini (8/9) dilakukan perburuan. Alhamdulillah berkat bantuan dari semua pihak hari ini, perburuan mendapatkan 2 ekor babi hutan.
” Kami gotong royong, ada yang bawa parang, bawa tombak dan perlengkapan lainnya. Kami juga di support oleh ibu-ibu yakni dengan perbekalan nasi bungkusnya,” kata Karyono.
Perburuan babi hutan, menurut Karyono akan terus dilakukan sampai babi hutan tidak menganggu tanaman lagi. Perkebunan yang sering diganggu babi hutan memang berdekatan dengan hutan yakni hutan Cahyana dan hutan Serang.
Selain babi hutan, menurut Karyono Desa Grantung juga terkena serangan hama tikus. Setiap Minggu warga melakukan gropyokan. Minggu kemarin 700 ekor tikus kita dapatkan.
” Perburuan dan gropyokan diharapkan tahun ini warga Grantung bisa panen,” katanya.

2,095 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Jamaah Haji Purbalingga

Jamaah Haji Purbalingga

tegarroli.com – Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon MM menjemput kepulangan Jamaah Haji asal Purbalingga di Asrama Haji Donohudan/Embarkasi Solo, Ahad (8/9). Penjemputan ini, Bupati didampingi suami beserta Ketua DPRD, Wakil Ketua DPRD dan sejumlah pejabat struktural Pemkab Purbalingga untuk kemudian membantu mengantarkan kembali para jamaah hingga ke Purbalingga.

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi SE BECon MM dalam acara serah terima jamaah haji dari pihak Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Adi Sumarmo Solo kepada Bupati, Ia menyampaikan selamat datang kepada para jamaah haji yang baru saja tiba ke tanah air.

“Alhamdulillah atas seizin Allah Subhanauwataala bapak ibu jamaah haji masih diberi kesehatan, umur yang panjang,  dan keselamatan. Mudah-mudahan ibadah haji yang dilaksanakan di tanah suci selama kurang lebih 40 hari dapat membuat bapak ibu sekalian menyandang haji dan hajah yang mabrur dan mabruroh,” kata Bupati Tiwi saat menerima rombongan Kloter 71 di Gedung Musdalifah Embarkasi Solo.

Atas nama pemerintah, Bupati mengucapkan terimakasih kepada PPIH Adi Sumarmo Solo yang telah memberikan banyak sekali bantuan dan perhatian bagi jamah haji Purbalingga khususnya di bidang pelayanan. Karena mulai dari keberangkatan hingga kepulangan semua berjalan dengan baik dan lancar.

“Kami harap pelayanan dalam penyelenggaraan haji ke depan bisa ditingkatkan semakin baik lagi. Semoga keikhlasan atas bantuan bapak ibu (PPIH) dalam melayani ibadah haji mudah-mudahan tercatat sebagai amal ibadah yang akan mendapatkan balasan dari Allah Subhanahuwataala,” katanya.

Kepala Bidang Penerimaan dan Pemberangkatan PPIH Adi Sumarmo Solo, Muhammad Afif Muhdzir MSi juga menyampaikan selamat datang kembali ke Tanah Air dengan selamat sentosa. “Dan Alhamdulillah kloter 71 ini utuh sebagaimana ketika diberangkatkan,” ungkapnya.

Atas nama PPIH ia mengucapkan terimkasih kepada Bupati dan jajaran Pemkab Purbalingga, berkat kerjasama ini semua rangkaian layanan dari awal sampai dengan pulang bisa berjalan dengan lancar. Namun demikian pihaknya menyadari masih ada kekurangan kesalahan yang dirasakan oleh karena itu pihaknya juga memohon maaf yang setulus-tulusnya.

“Atas nama PPIH kami serahkan kembali Jamaah Haji untuk selanjutnya pulang ke Purbalingga bertemu kembali dengan sanak keluarga . Kami senantiasa berharap perjalanan haji ini betul betul membawa keberkahan bagi panjenengan semuanya, Kabupaten Purbalingga dan Bangsa Indonesia,” katannya.

Sementara itu Kepala kantor Kementerian Agama (Kemenag) Purbalingga, H Karsono SPdI MM melaporkan Jumlah Jamaah Haji Tahun 2019/1440H dari Purbalingga sebelumnya rencana diberangkatkan sebanyak 582 orang yang terbagi menjadi 4 kloter (70,71,72,96). Persis sebelum keberangkatkan 1 orang menyatakan batal karena alasan kesehatan.

“Pada perjalanannya di tanah suci, jamaah atas nama Yusri Sanrosid Muhraji warga Pasunggingan RT 25/10 Kecamatan Pengadegan dari Kloter 71 meninggal dunia di tanah suci,” katanya.

Masih pada pelaksanaan Ibadah Haji di Arab Saudi tercatat ada 3 jamaah haji asal Purbalingga yang tanazul/mutasi kloter atau pemulangan lebih cepat  untuk jamaah sakit. Mereka diantaranya Sudiarto Sanrusdi Sanraji, warga Desa Slinga RT 02/06 Kecamatan Kaligondang dari Kloter 72 dimajukan pulang ikut ke Kloter 30; Heru Suhadi Wiramedja warga Desa Karangmalang RT 03/02 Kecamatan Bobotsari dari Kloter 71 dimajukan ke Kloter 31 dan Latiyah Amad Karta warga Desa Tidu RT 01/02 Kecamatan Bukateja dari Kloter 72 dimajukan ke Kloter 34.

“Sehingga jumlah Jamaah Haji asal Purbalingga yang hari ini (8/9) pulang ada 577 orang setelah dikurangi yang batal, meninggal dan tanazul,” katanya.(Gn/Humas)

1,745 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Sarasehan Kebangsaan

Sarasehan Kebangsaan

tegarroli.com – Kantor Kesbangpol (Kesejahteraan Bangsa dan Politik) Kabupaten Purbalingga menyelenggarakan  Sarasehan Kebangsaan yang diselenggarakan di 9 kecamatan, yakni Kecamatan Pengadegan, Kejobong, Bojongsari, Rembang, Kutasari, Padamara, Kemangkon, Kertanegara, dan Purbalingga. Sarasehan tersebut mengambil tema “Peran tokoh masyarakat, tokoh agama, partai politik, organisasi kemasyarakatan, LSM, tokoh pemuda, dan tokoh wanita dalam peningkatan rasa persatuan dan kesatuan bangsa untuk menjaga NKRI”.

Kepala Kantor Kesbangpol Kabupaten Purbalingga M. Faturrahman dalam sambutannya mengatakan, tujuan diadakannya kegiatan sarasehan tersebut adalah untuk meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa seluruh elemen dalam masyarakat dan mempersiapkan seluruh komponen masyarakat agar memiliki kepribadian dan mental yang bersumber pada nilai-nilai kebangsaan.

“Selain itu mengoptimalkan pengembangan dan pelaksanaan nilai-nilai kebangsaan dan pemberdayaan serta penguatan kesadaran berbangsa dan bernegara yang berlandaskan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI,”kata Faturrahman dalam acara Sarasehan Kebangsaan di Pendopo Kecamatan Kejobong, Senin (9/9).

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga didasari dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 71 tahun 2012 tentang Pedoman Pendidikan Wawasan Kebangsaan.

“Dalam peraturan tersebut ada 1 pasal yang menyebutkan Pemerintah Daerah berkewajiban untuk menyelenggarakan kegiatan seperti ini sebagai upaya mencetak komponen masyarakat, teladan, dan berwawasan kebangsaan, serta membina, dan mengembangkan sikap nasionalisme,” imbuhnya.

Assisten Ekonomi dan Pembangunan Agus Winarno membacakan sambutan Bupati Purbalingga mengatakan, Negara Kebangsaan Indonesia terbentuk dengan ciri yang sangat unik dan spesifik, berbeda dengan Negara-negara lainnya.

“Jerman, Inggris, Prancis, Italia, Yunani menjadi satu negara bangsa karena kesamaan bahasa. Australia, India, Srilanka, Singapura menjadi satu karena kesamaan daratan, atau Jepang, Korea, dan negara-negara Timur Tengah menjadi satu karena kesamaan ras. Indonesia menjadi satu negara bangsa meski terdiri dari banyak bahasa, etnis, ras, dan daratan yang berbentuk kepulauan yang jumlahnya sekitar 17 ribu. Hal itu terwujud karena sejarah kesamaan masa lalu.” kata Agus.

Ia juga mengatakan, akan sangat disayangkan apabila bangsa kita saling adu konflik, saling memecah belah antar sesama bangsa akibat isu suku, agama, dan ras yang belum tentu kebenarannya.

“Negara kebangsaan kita juga terbentuk atas jasa jerih payah, keringat, dan tumpah darah para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan. Oleh karena itu kita patut menjaga persatuan dan kesatuan. Kegiatan ini janagan hanya berhenti di sini saja, tetapi dijadikan sebagai pedoman dalam rangka menciptakan rasa nasionalisme,” tutur Agus.

Sarasehan Kebangsaan tersebut menghadirkan narasumber dari berbagai unsur, diantaranya dari Polres Purbalingga, Kodim 0702, dan Kejaksaan Negeri Purbalingga. (PI-9)

926 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Warga Keroyok Tikus

Warga Keroyok Tikus

tegarroli.com – Kurang lebih sudah setahun tidak menikmati panen, warga Desa Grantung menggiatkan geropyokan tikus. Kegiatan ini sudah dilakukan selama 3 bulan, setiap hari minggu dan tanggal merah sebagian masyarakat bekerja bhakti melakukan gropyokan tikus. Setiap kegiatan ada kurang lebih 1.000 sampai 2.000 ekor tikus ditangkap.

Sekdes Grantung, Ahmad Sukirno mengatakan hama tikus yang menyerang satu tahun terakhir membuat para petani tidak panen, kalaupun panen hasilnya tidak sesuai harapan atau merugi. Antara ongkos produksi dan hasilnya tidak imbang, kadang ada petani yang tidak panen sama sekali.

“ Karena sudah parah serangan tikut biasanya tanaman padi dipotong sebelum masanya,” katanya kegiatan gropyokan tikus, Minggu (25/8/2029)

Sukirno menambahkan mumpung musim kemarau, petani tidak menggarap sawah pemerintah desa menggiatkan gropyokan tikus. Hal ini dilakukan agar perkembanganbiakan tikus bisa di kurangi, sehingga garapan Oktober-Maret, hasilnya bisa maksimal.

Sedangkan salah satu warga Grantung, Ranto sudah hampir 3 tahun tidak menggarap sawahnya lagi dikarenakan setiap tahunnya tidak panen. Terakhir panen yang berhasil hanya di tahun 2014. Dengan adanya hama tikus, harga jual sawah garapan di Grantung semakin turun. Ranto berharap dengan gencarnya gropyokan tikus akan mendapatkan hasil yang maksimal.

“ Berkembang biak tikus yang cepat, sehingga diperlukan kerjasama petani dan masyarakat dalam pembrentasan hama tikus,” katanya.

4,059 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Pembentangan Bendera 74 Meter

Pembentangan Bendera 74 Meter

tegarroli.com – Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi mengapresiasi berbagai partisipasi dan kreatifitas yang dibawa oleh peserta Pawai Pembangunan 2019 yang digelar dalam rangkaian peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, Pawai Pembangunan kali ini lebih berwarna karena masing-masing peserta memaksimalkan keikutsertaanya dengan menampilkan tema-tema promotif dan mengusung berbagai potensi yang dimiliki baik itu potensi pertanian, pariwisata, bisnis dan lainnya.

“Saya tadi terkesan dengan tema perjuangan yang dibawa oleh perwakilan peserta dari kelompok Kecamatan Bobotsari yang membentangkan bendera ukuran panjang menyamai usia kemerdekaan Indonesia yakni 74 meter. Hebatnya lagi yang membentangkan seluruhnya kaum putri,” katanya usai menerima seluruh peserta Pawai Pembangunan di panggung kehormatan tepat di depan pintu gerbang Pendapa Cahyana, Sabtu (24/8).

Bupati Tiwi menegaskan, digelarnya Pawai Pembangunan dimaksudkan untuk membangun semangat masyarakat agar di momentum hari kemerdekaan kita semua mampu meningkatkan semangat nasionalisme dan semangat untuk membangun Purbalingga yang mandiri, berdaya saing, menuju masyarakat yang sejahtera dan berakhlak mulia.

“Sekaligus untuk menunjukan hasil-hasil pembangunan dan potensi desa dan kecamatan yang ada di kabupaten Purbalingga. Harapannya ini bisa menyemangati kita semua agar bisa terus bergerak bersama untuk membangun Purbalingga,” jelasnya.

Selain tema perjuangan yang juga ditampilkan banyak peserta lainnya, Bupati Tiwi yang berada di panggung kehormatan bersama suami Rizal Diansyah dan putrinya Namira, unsur forkopimda dan pimpinan DPRD juga berterima kasih kepada para peserta yang menampilkan berbagai program yang digalakan pemkab Purbalingga. Dicontohkan Bupati, Purbalingga saat ini sedang menggalakan program pilah sampah melalui Gerakan Pos Emas (Pilah Olah Sampah Meningkatkan Ekonomi Masyarakat).

“Salah satu upayanya adalah menggerakan masyarakat untuk melakukan 3R yakni (Reduce, Reuse dan Recycle). Tadi banyak peserta yang memanfaatkan produk daur ulang untuk karangan bunga, baju plastik dan produk-produk lainnya,” katanya.

Sementara kelompok peserta dari Kecamatan Bukateja juga mengusung program Rantang Berkah yang digalakan pemkab dalam rangka memberikan perhatian kepada para lanjut usia sebatang kara. Meski belum seluruhnya tercover program tersebut, namun setidaknya, Bupati Tiwi telah mengawali program pemberian bantuan makanan siap saji itu dan berkomitmen menambah sasaran penerima program itu pada tahun berikutnya.

Tema ragam kebhinekaan juga ditampilkan peserta dari Polres Purbalingga. Pada keikutsertaanya pada Pawai Pembangunan kali ini, Polres Purbalingga menghadirkan sejumlah warga Papua yang bermukim di kabupaten Purbalingga. Berbaur dengan warga lainnya, mereka bersama-sama menari senam Maumere di hadapan panggung kehormatan. Bupati Tiwi bersama pejabat lainnya juga bergabung menari bersama sebagai bentuk dukungan Papua Cinta Damai.

Sementara, peserta kelompok ASN Purbalingga mengusung optimisme berkembangnya Kabupaten Purbalingga seiring tengah dibangunna Bandar udara Jenderal Besar Soedirman di Desa Wirasaba Kecamatan Bukateja. Rencananya, PT Angkasa Pura II yang bakal mengelola operasional bandara itu, akan menyelesaikan pembangunan tahap pertama pada 2020 mendatang.

Pimpinan Pawai yang juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Purbalingga Setiyadi menuturkan, Pawai Pembangunan 2019 diikuti 145 peserta yang dibagi menjadi kategori kelompok Organisasi Pimpinan Daerah dan instansi vertical, kategori pelajar, kelompok kecamatan, BUMD dan perusahaan swasta, serta kategori umum.

Pawai diawali oleh pasukan pembuka yang terdiri dari pasukan pembawa spanduk, pasukan Paskibra Purbalingga, pembawa lambang negara dan lambang daerah, Drumband SMA Muhammadiyah 1 Purbalingga, serta mobil pembawa tokoh mirip sukarno. Iring-iringan pasukan pembuka juga diisi pasukan Polres Purbalingga, Drumband Saka Wira Kartika, Pasukan Kodim 0702 Purbalingga, GOW, DWP, PKK dan barisan Rumah Pancasila Purbalingga. (Hr/Humpro2019).

3,389 kali dilihat, belum ada yang melihat hari ini

Bleng Mengandung Boraks

Bleng Mengandung Boraks

tegarroli.com – Tim Jejaring Keamanan Pangan Terpadu (JKPT) Kabupaten Purbalingga menemukan garam bleng yang positif mengandung boraks di Pasar Bobotsari dan Pasar Padamara. Hal ini diketahui ketika tim berkeliling melakukan monitoring keamanan pangan di Pasar Bobotsari dan Pasar Padamara.

Samsul Hidayat, salah satu anggota tim JKPT Purbalingga dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Purbalingga mengatakan bleng memang sudah mulai jarang beredar bahkan beberapa pedagang yang dulunya menjual saat ini sudah tidak menjual lagi. Namun, ternyata masih dijumpai kembali pedagang yang menjual bleng tersebut pada masyarakat.

Penemuan ini disinyalir karena masih banyaknya konsumenyang mencari garam bleng sebagai bahan campuran pembuatan kerupuk. Menurutnya, kerupuk yang diberikan tambahan berupa garam bleng memiliki tekstur yang renyah namun dari segi rasa terasa getir pahit.

“Terkait dengan penggunaan boraks pada bleng itu memang cukup sulit untuk diidentifikasi,” kata Samsul seusai melakukan pemeriksaan sampel makanan di Pasar Padamara, Jumat (23/8).

Namun, ia menjelaskan sebenarnya ada cara mudah bagi masyarakat untuk mengidentifikasi adanya boraks pada bleng. Metode yang digunakan salah satunya menggunakan alat yang paling sederhana yakni dnegan tusuk gigi yang dilumuri dengan kunyit.

“Di sana itu senyawa di kunyit akan bereaksi dengan boraks yang akan menghasilkan warna pada kunyitnya itu lebih kuat jadi berubah warna, itu cara pengujian yang paling sederhana,” ujarnya.

Adapun cara yang lebih pasti untuk memastikan adanya kandungan boraks pada bleng yakni dengan uji laboratorium. Bleng yang murni sebenarnya tidak ada tambahan boraks, namun untuk menghasilkan hasil yang lebih renyah dan tahan lama kemudian banyak yang mencampuri dengan boraks.

“Sebenarnya ditambahi dengan menggunakan natrium benzoate atau pengawet yang diizinkan oleh badan POM dalam kadar tertentu tidak menjadi masalah,” terang Samsul.

Kadar boraks yang terlalu banyak tentunya apabila dikonsumsi akan membahayakan kesehatan manusia. Terlebih, boraks merupakan pengawet yang biasanya digunakan untuk mengawetkan kayu bahkan dicampuri dengan formalin untuk mengawetkan mayat.

“Tentu ini akan sangat membahayakan dan bisa menyebabkan kanker pada tubuh manusia yang mengkonsumsinya,” jelasnya.

Ketika garam bleng yang mengandung boraks ini sudah bercampur dengan bahan makanan atau bahan pembuat kerupuk maka akan sulit diidentifikasi menggunakan metode sederhana. Untuk mengetahui kadar boraks yang terkandung dalam kerupuk maka harus menggunakan uji laboratorium.

“Kalau untuk membuktikan adanya penggunaan boraks pada kerupuk yang sudah matang harus uji lab karena kalau sudah matang itu sudah tercampur dengan minyak dan lain-lain sehingga untuk identifikasi tidak cukup menggunakan tusuk gigi yang dilumuri kunyit,” ujar Samsul.

Adanya penemuan bleng yang mengandung boraks ini Tim JKPT melakukan pembinaan langsung ke penjual agar tidak menjual barang tersebut. Adapun untuk langkah hukumnya, ia menjelaskan menjadi ranah pengegak hukum untuk menindak tegas hingga melakukan penyitaan barang tersebut.

“Saat ini kita belum ada Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) sehingga tidak bisa mengarah ke penyitaan, hanya sebatas pembinaan, pengawasan makanan ini kan rutin dilakukan, setelah ada temuan nanti kita akan berikan penyuluhan dengan pihak-pihak terkait,” pungkasnya. (PI-7)

1,885 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Purbalingga Gelar Gowes Nusantara 2019

Purbalingga Gelar Gowes Nusantara 2019

tegarroli.com – Pemerintah Kabupaten Purbalingga bekerjasama dengan Kementerian Pemuda Olah Raga (Kemenpora) akan menggelar sepeda santai bertajuk Gowes Nusantara 2019, Hari Minggu 1 September 2019.

Kemenpora setidaknya menggelar acara serupa di 50 kabupaten kota di Indonesia. Di Jawa Tengah sendiri ada empat kabupaten terpilih, salah satunya Kabupaten Purbalingga.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Purbalingga Ir Prayitno, M.Si mengatakan, Gowes Nusantara kali ini bertajuk ‘Kita Semua Bersaudara’. Melalui tema ini diharapkan dapat mempererat tali persaudaraan khususnya bagi warga masyarakat Purbalingga dan bagi seluruh rakyat Indonesia, apa pun sukunya, bahasa dan agamanya.

“Pemkab Purbalingga ingin masyarakat hidup aktif, hidup sehat, hidup bugar dengan cara gowes nusantara,” kata Prayitno, Kamis (22/8).

Dikatakan Prayitno, tema ‘Kita Semua Bersaudara’ itu selaras dengan dinamika sekarang yang mungkin masih banyak hal-hal yang menyangkut merapuhkan keutuhan kita, dan kita satukan lewat sepeda,” jelasnya.

Rute yang ditempuh, lanjut Prayitno, sekitar 12 kilometer. Peserta tidak dipungut biaya apapun, dan bagi peserta beruntung akan mendapat kaos seragam dari Kemenpora. Setidaknya disiapkan 1.000 kaos untuk peserta.  Panitia juga memberikan kesempatan bagi penyandang difabel untuk ikut serta dalam gowes ini. Rute tentunya tidak sejauh peserta umum, hanya 3,16 kilometer.

Hadiah yang dibagikan  sangat menarik, dengan hadiah utama sepeda motor, kemudian sepeda gunung, kulkas, televisi, dan ratusan doorprice menarik seperti setrika. “Panitia setidaknya menyiapkan 7.000 tiket, dan setiap tiket dapat digunakan untuk masuk waterpark Owabong, Golaga (Goa Lawa Purbalingga) dan Sanggaluri Park dengan diskon 50 persen,” kata Prayitno.

Prayitno menambahkan, usai pengibaran bendera star Gowes Nusantara oleh Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, juga digelar lomba sepeda hias ‘Merdeka’ dengan total hadiah puluhan juta rupiah. Rute yang ditempuh hanya di seputaran kota Purbalingga. (y)

2,230 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini