10 Karakteristik dan Ciri Pribadi yang Termanajemeni

10 Karakteristik dan Ciri Pribadi yang Termanajemeni

Pepatah mengatakan, lima jam orang yang tidak termanajemen, itu sama dengan lima menit orang yang ter manajemen dengan baik. Itulah kenapa kita harus belajar untuk memanajemen diri.

Dulu kita sempat berfikir, bahwa semua permasalahan yang muncul itu karena sistem pemerintah atau kapitalis yang memiliki modal, kita sering mencari kambing hitam, bahkan sampai Gajah Hitam pun ikut dipersoakan.

Akan tapi nyatanya musuh terbesar hari ini adalah melawan diri sendiri. Ya melawan kemalasan diri sendiri, melawan keinginan pribadi yang tak penting, dan sering kali melakukan sabotase diri.

Dari situ mari kita belajar bagaimana karakteristik dan ciri orang yang memiliki pribadi yang termanajemeni. Dengan mengutip bukunya Muhammad Abdul Jawwad yang berjudul “Menjadi Manajer Sukses” berikut saya paparkan beberapa poin penting yang perlu kita catat, diantaranya yaitu :

  1. Setiap hari menggunakan sebagian waktunya untuk berpikir tentang pekerjaannya, untuk kemudian membuat rancangannya itu. Hal itu dilakukan pada saat-saat tenang, bukan pada jam –jam penuh pekerjaan. Seperti misalnya, setelah maghrib, atau diwaktu sepertiga malam.
  2. Menentukan target-target yang ingin dicapai sekaligus dead line
  3. Menyiapkan jadwal kegiatan harian, menyusun pekerjaan sesuai dengan urutan prioritas, memberikan prioritas untuk pekerjaan-pekerjaan penting, dan menyesuaikan jadwal kerja harian pada waktu yang telah ditentukan.
  4. Membuat jadwal yang dilengkapi dengan waktu untuk hal yang tidak terduga sehingga dia dapat bersikap elastis ketika ada kepentingan mendadak atau kejadian yang tak terduga.
  5. Menyelesaikan tugas-tugas sulit dan mengganggu tanpa menunda.
  6. Tidak memeras tenaga berlebihan dan tanggung jawab pada dirinya jelas.
  7. Memiliki keteraturan dalam manajemen, harta, rumah, dan dokumen-dokumennya.
  8. Membangun pribadi yang cepat, tanggap, tenang, sabra, berperilaku baik, berotak encer, berpandangan jelas, memiliki langkah yang mantap, serta berkepribadian mantap dan percaya diri.
  9. Dapat memberikan banyak jawaban, pekerjaan dan keputusan dalam waktu singkat namun tetap bekerja dengan pedoman keteraturan: teliti, mudah dan cepat.
  10. Selalu bergerak sesuai dengan jadwal kerja dan tidak membiarkan keadaan mengatur dirinya.

Begitulah kira-kira sebagian kecil yang dapat saya paparkan dalam karakteristik dan ciri pribadi yang termanajemeni. Tantangan berat memang, jika kita melakukan itu semua, akan tetapi ayolah, buka lembaran-lembaran baru kehidupan, selagi masih muda kenapa tidak. Perbaharuilah harapan kita, niat kita, keinginan dan cita-cita kita, perkuatlah semangat, Majulah.!! Kia semua berhak untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Wasalam…

4,437 kali dilihat, 41 kali dilihat hari ini

Lima Makna dalam Bekerja

Lima Makna dalam Bekerja

Makan sekedar makan, babi pun bisa makan. Kerja sekedar kerja, Kera di hutan pun bisa bekerja. itu perumpamaan yang di ungkapkan oleh Sang Ulama Besar kita terdahulu, yaitu Buya Hamka. Artinya kita diminta untuk bekerja yang sunguh-sunggu. Tidak bekerja yang asal-asalan.

Ya kerja sekedar kerja, kera pun bisa bekerja. Kita sebagai manusia yang diciptakan di muka bumi ini untuk menjadi pemimpin, diberi akal dan fasilitas lebih harus bisa memaknai bekerja dalam kehidupan. Apa saja yang bisa dimaknai dalam bekerja, berikut saya paparkan lima makna dalam bekerja:

  1. Belajar

Yang pertama belajar, bekerja merupakan proses untuk belajar. Belajar yang tidak tahu menjadi tahu. Belajar tentang komunikasi, belajar tentang etika kerja, belajar tentang berinteraksi sosial itu bisa dimaknai dalam bekerja. Untuk menempuh karir yang tinggi dibutuhkan sosok orang yang selalu ingin belajar. Banyak orang yang “sok tahu” hingga pada akhirnya mereka justru mengkerdil. Karena melakukan kesalahan itu biasa, tetapi berani mencoba adalah hal yang luar biasa. Maka dari itu, dalam bekerja maknailah sebagai proses untuk belajar.

  1. Pengalaman

Ya,, sebaik2 guru adalah pengalaman. Pengalaman memberikan kita pelajaran yang sangat berarti, semakin banyak pengalaman maka semakin bijak pula dalam menghadapi sesuatu. Selagi masih muda, carilah pengalaman sebanyak banyaknya, agar kamu tahu tetang banyak meskipun itu sedikit. Dengan pengalaman kamu bisa lebih dewasa, dengan pengalaman kamu bisa melakukan apa saja, dan dengan pengalaman pula kamu bisa menjadi orang2 besar.

  1. Menabung

Ya dalam bekerja, juga bisa dimaknai sebagai menabung. Menabung tidak harus dengan uang menabung juga bisa dilakukan dengan cara :

  1. Menabung keterampilan

Selagi masih diberi kesempatan untuk bekerja, maka menabunglah dalam keterampilan. Media yang paling mahal dan tidak bisa digantikan adalah keterampilan. Jika seseorang telah memiliki keterampilan yang ahli, maka ia akan bernilai mahal. Percayalah, miliki keterampilan itu akan memiliki banyak manfaat. Lakukanlah apa yang orang lain tidak lakukan, disaat orang masih tertidur, kita sudah bangun. Disaat orang sudah bangun, kita sudah bekerja. Disaat orang sudah bekerja, kita sudah sukses. Dan saaat orang lain sudah sukses maka kita sudah menyukseskan orang lain. Itulah sebaik2 manusia yang memiliki banyak manfaatnya. .

  1. Ilmu Pengetahuan

Sedikit tahu tetang banyak, atau banyak tahu tentang sedikit. Itulah ilmu pengetahuan. Mana yang harus kita miliki? Kita harus memiliki ilmu pengetahuan untuk memaknai sebuah pekerjaan. Ilmu jika ditulis dengan air tinta sebanyak lautan, itu belum lah cukup untuk menuliskan tentang ilmu itu, ilmu begitu luasnya dan banyaknya yang belum kita dapatkan.

  1. Sahabat

sahabat, merupakan asset yang sangat mahal. Tanpa sahabat hidup pun terasa hampa. Dengan bekerja, salah satunya kita bisa menapatkan sahabat yang baik. Sahabat yang mau mengerti tentang diri kita. Sahabat, bisa kita miliki sesuai dengan polah dan perilaku kita. Semakin baik kita dinilai oleh rekan kerja kita, maka akan semakin banyak pula sahabat yang kita miliki. Karena dengan sahabat kita bisa jadi lebih baik.

  1. Nama Baik dan Amal Shaleh

Setelah kita bekerja dengan baik, niat baik, maka itu akan menjadi sebuah amal shaleh. Jadi yang namanya ibadah, tidak hanya ritual saja, atau seremonial saja yang biasa kita lakukan. Ibadah itu ada dua, yaitu ibadah mahdah dan ibadah hairu mahdhah. Dengan bekerja kita bisa melakukan ibadah hairu mahdhah.

  1. Investasi Waktu

Dengan bekerja kita telah investasi waktu, selagi kita masih muda lakukan sesuatu dengan semaksimal saja. Sebelum kita berusia 45 tahun kita harus sudah sukses. Jika sampai usia 45 th belum berhasil, kaka gagal semasa hidupnya. Dari dulu kemana saja, hari gini masih kerja.

  1. Pemuliaan Diri

Iya bagi, orang yang memiliki pekerjaan, maka dia memperoleh setatus sosial atau pemuliaan diri. Ia lebih dihargai oleh lingkungan sekitar, ketika ia memiliki pekerjaan yang jelas, dari pada orang yang tidak memiliki kerjaan apa.

Jadi maknailah pekerjaanmu dengan penuh semangat, antusias dan optimis. Terkadang kita lupa, sering mengeluh ketika ditimpa dengan numpuknya pekerjaan, mereka selalu mengeluh padahal banyak orang yang menginginkan pekerjaan.

Begitu kira, kita cukup dari saya sekian dulu dan terimakasih

Purwokerto 17/10/2018 []  22:19

4,426 kali dilihat, 41 kali dilihat hari ini

Lebih baik rendah hati daripada pamer

Lebih baik rendah hati daripada pamer

Pikir dulu sebelum mau pamer soal pencapaianmu, kalau memang mau melakukannya, harus ada hal lain yang bisa mendukungnya.

Berdasarkan penelitian baru yang dirilih oleh jateng.antaranews.com, ternyata orang-orang lebih merespons positif individu yang rendah hati ketimbang mereka si tukang pamer. Ketika orang memamerkan sesuatu, studi itu menemukan bahwa promosi tersebut lebih bisa diterima bila didukung bukti.

“Jika Anda mau memperlihatkan diri dengan cara positif dan bicara tentang pencapaian, akan lebih membantu untuk punya informasi eksternal atau bukti untuk membuktikan Anda unggul dalam satu hal,” kata penulis Erin O’Mara, profesor psikologi di University of Dayton seperti dikutip dari Time.

Berdasarkan studi itu, orang-orang akan lebih menyukai Anda jika Anda rendah hati dan mendeksripsikan diri dengan cara yang sederhana.

Tapi jangan jadikan itu alasan untuk melakukan humblebrag, merendahkan diri sendiri sebagai kedok untuk pamer. Humblebrag, berdasarkan studi, takkan membuat Anda mendapatkan teman.

“Untuk humblebragging, ada upaya mempromosikan diri sendiri dengan membuat diri terkesan rendah hati,” kata Kunz. Akan lebih membantu bila orang mengetahui prestasi Anda lewat orang ketiga, seperti yang ditemukan di studi baru, imbuh dia.

316 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Rambut Gondrong Menguntungkan Perusahaan

Rambut Gondrong Menguntungkan Perusahaan

Gondrong: antara untung dan rugi. Rambut gondrong pernah tren pada era 1970-an di hampir seluruh dunia, dari Amerika Serikat sampai Indonesia. Tapi jangan dianggap kalau rambut saya gondrong, berarti saya tua ya, karena musisi dunia, seperti John Lennon dan Robert Plant, berambut gondrong pada masanya. Begitu pula pemanin band di Indonesia, dari Koes Plus sampai band  rock Ternchem dari Solo, memiara rambut panjang. Kaum muda di negeri ini pun tersapu rambut gondrong, seperti saya ini, he.

Usut punya usut, ternyata mode rambut gondrong menguntungkan perusahaan sampo. Mengutip harian Kompas Edisi Sabtu 15 Juni 2019 hal. 11 mencatat bahwa produk perawatan rambut di Amerika Serikat meraih untung dari kebiasaan orang memelihara rambut gondrong dan jenggot panjang. Prodsen sampo berhasil menjual produk 300 juga dollar AS lebih banyak dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Stasiun televise juga diuntungkan dengan meningkatnya iklan. Tuh kan Rambut Gondrong Menguntungkan Perusahaan. Kapan tiba saatnya lagi musim rambut gondrong ya gaes,, HAAHA..

222 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini