KOMUNIKASI MASSA

KOMUNIKASI MASSA

Latar belakang

Komunikasi menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari-hari. Dalam komunikasi kita mengenal istilah komunikasi massa, komunikasi yang merujuk pada penyebaran informasi kepada khalayak dalam jumlah yang banyak. Komunikasi massa dapat menggunakan media massa. Dalam studi komunikasi massa secara umum menjelaskan tentang dua hal pokok yaitu studi komunikasi massa yang melihat peran media masa terhadap masyarakat luas beserta institusi-institusinya. Pandangan ini menggambarkan keterkaitan antara media dengan berbagai institusi lain seperti institusi politik, ekonomi, pendidikan, agama dan sebagainya. Kedua, studi komunikasi massa yang melihat hubngan anatara media dengan audiensnya, baik secara kelompok maupun individual. Teori-teori mengenai hubungan antara media audien terutama menekan pada efek-efek individu dan kelompok sebagai hasil interaksi dengan media (Morissan, 2009:14).

Tujuan

 Untuk mengetahui definisi, karakteristik, fungsi, bentuk, efek komunikasi massa.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Komunikasi Massa

 Komunikasi massa merupakan komunikasi dengan menggunakan media massa. Media komunikasi yang termasuk media massa adalah siaran radio dan televisi (media elektronik),  surat kabar, majalah (media cetak) ataupun dengan media film.

 Pengertian komunikasi massa menurut para ahli yaitu:

  • Menurut Jay Black dan Frederick C. Whitney (1988),

Komunikasi massa adalah sebuah proses dimana pesan-pesan yang diproduksi secara massal atau  tidak sedikit disebarkan kepada massa penerima pesan yang luas, anonim, dan heterogen.

  • Menurut Bittner (1980)

Komunikasi massa adalah komunikasi melalui pesan yang disampaikan melalui media massa pada sejumlah besar orang.

  • Menurut Joseph A Devito

Komunikasi massa adalah komunikasi yang ditujukan kepada massa, kepada khalayak yang luar biasa banyaknya.  Dan komunikasi massa adalah komunikasi yang disalurkan oleh pemancar-pemancar yang audio atau visual.

  • Menurut Jalaluddin Rakhmat

Komunikasi massa adalah jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen, dan anonim melalui media cetak atau elektronik sehingga pesan yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat.

  • Menurut Joseph R. Dominick

Komunikasi massa adalah suatu proses dimana suatu organisasi yang kompleks dengan bantuan satu atau lebih mesin memproduksi dan mengirimkan pesan kepada khalayak yang besar, heterogen, dan tersebar.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa komunikasi massa adalah salah satu bentuk penyampaian pesan dengan menggunakan media pada khalayak ramai yang sifat penyebaran pesannya berlangsung begitu cepat, serempak,  dan luas. Penerima pesan dalam komunikasi massa tidak hanya besar dalam jumlah, tetapi memiliki sifat yang berbeda dari segi usia, jenis kelamin, tingkat sosial, jenis pekerjaan, agama dan lain sebagainya.

 2.2 Karakteristik Komunikasi Massa

Komunikasi massa memiliki karakteristik sebagai berikut :

Komunikator bersifat melembaga.

Komunikator dalam komunikasi massa terdiri dari kumpulan orang-orang. Artinya gabungan antara berbagai macam unsur yang bekerja satu sama lain dalam sebuah lembaga. Komunikator dalam komunikasi massa adalah lembaga media massa itu sendiri. Komunikator dalam komunikasi massa biasanya adalah media massa  seperti surat kabar, televisi, stasiun radio, majalah, dan penerbit buku. Media massa disebut sebagai organisasi sosial karena merupakan kumpulan beberapa individu dalam proses komunikasi massa tersebut. (Nurudin,2004:16-18)

 Komunikan bersifat anonim dan heterogen.

Komunikan dalam komunikasi massa bersifat heterogen. Artinya pengguna media memiliki pendidikan, umur, jenis kelamin, status sosial, tingkat ekonomi, latar belakang budaya, dan kepercayaan yang berbeda-beda. Selain itu dalam komunikasi massa, komunikator tidak mengenal komunikan (anonim) karena dalam proses komunikasinya menggunakan media dan tidak tatap muka. (Ardianto,2004:9)

Pesan yang disampaikan bersifat umum.

Pesan dalam komunikasi massa ditujukan kepada semua orang atau khalayak yang plural. Oleh karena itu pesan-pesan yang dikemukakan bersifat umum tidak boleh bersifat khusus. Khusus disini memilki arti pesan itu memang tidak disengaja untuk golongan tertentu saja.

Proses komunikasi berlangsung satu arah

Komunikasi massa dilakukan melalui media massa, artinya komunikator dan komunikannya tidak dapat melakukan kontak langsung. Komunikator aktif menyampaikan pesan dan komunikan pun aktif menerima pesan, namun diantara keduanya tidak dapat melakukan dialog sebagaimana halnya terjadi dalam komunikasi antar pribadi. Dengan demikian komunikasi massa itu bersifat satu arah.

Menimbulkan keserempakan.

Dalam komunikasi massa proses penyebaran pesan-pesannya terjadi secara serempak. Serempak disini berarti khalayak bisa menikmati media massa tersebut hampir bersamaan. Effendi (1999)  mengartikan keserempakan media massa itu ialah kontak dengan sejumlah besar penduduk dalam jarak yang jauh dari komunikator, dan penduduk tersebut satu sama lainnya berada dalam keadaan terpisah.

Dikontrol oleh

Gatekeeper atau yang sering disebut dengan penjaga gawang adalah orang yang sangat berperan dalam penyebaran informasi melalui media massa. Gatekeeper berfungsi sebagai orang yang ikut menambah atau mengurangi, menyederhanakan, mengemas agar semua informasi yang disebarkan lebih mudah dipahami. Gatekeeper juga berfungsi untuk menginterpretasikan pesan, menganalisis, menambah atau mengurangi pesan-pesannya.

Karakteristik Khusus dari Komunikasi Massa Menurut McQuaill 2000, yaitu:

  1. Jumlah audiens yang sangat besar dan heterogen,
  2. Bersifat impersonal yaitu sumber penyampai informasi tidak mengenal keseluruhan partisipan secara personal,
  3. Terencana yaitu dapat diprediksikan dan formal,
  4. Adanya kontrol terhadap sumber informasi
  5. Keterbatasan interaktifitas antara sumber dengan audience-nya,

2.3 Fungsi Komunikasi Massa

 Fungsi komunikasi massa menurut Jay black dan Frederick C.Whitney (1988), antara lain :

  1. To inform (menginformasikan)

Fungsi informasi merupakan fungsi paling penting yang terdapat dalam komunikasi massa. Komponen paling penting untuk mengetahui fungsi informasi dari berita-berita yang disajikan.Fakta-fakta yang dicari wartawan dilapangan kemudian dituangkannnya dalam tulisan juga merupakan informasi. Fakta yang terjadi di masyarakat dan kemudian diringkas dalam 5W  + 1 H.

  1. To entertain (memberi hiburan)

Fungsi hiburan untuk media elektronik mendapatkan posisi yang paling tinggi dibandingkan dengan fungsi-fungsi yang lain. Misalnya, media televisi dijadikan oleh masyarakat sebagai media hiburan. Hal ini berbeda dengan media cetak, media cetak biasanya lebih mengutamakan isi informasinya ketimbang hiburannya.

  1. To persuade (membujuk)

Fungsi persuasif komunikasi massa sama pentingnya dengan fungsi informasi dan hiburan. Bagi Joseph na. Devito (1997), fungsi persuasif dianggap fungsi yang paling penting dari komunikasi massa. Persuasif bisa dalam berbagai bentuk, yaitu :

  1. Mengukuhkan atau memperkuat sikap, kepercayaan atau nilai seseorang.
  2. Mengubah sikap, kepercayaan dan nilai seseorang.
  3. Menggerakan seseorang untuk melakukan sesuatu
  4. Memperkenalkan etika atau menawarkan sistem nilai tertentu.
  1. Transmission of the culture (transmisi budaya)

Transmisi budaya merupakan salah satu fungsi komunikasi massa yang paling luas, meskipun paling sedikit dibicarakan. Transmisi budaya tidak dapat dielakkan, tetapi selalu hadir dalam berbagai bentuk komunikasi yang mampu mempunyai dampak pada penerimaan individu, demikian juga beberapa bentuk komunikasi menjadi bagian dari pengalaman dan pengetahuan individu.

Selain itu komunikasi massa berfungsi untuk:

  • Mendorong Kohesi Sosial

Kohesi yang dimaksud disini adalah penyatuan. Artinya, media massa mendorong masyarakat untuk bersatu. Dengan kata lain, media massa merangsang masyarakat untuk memikirkan dirinya bahwa bercerai berai bukan keadaan yang baik bagi kehidupan mereka.

  • Pengawasan

Bagi Laswell, komunikasi massa mempunyai fungsi pengawasan. Artinya, menunjuk pada pengumpulan dan penyebaran informasi mengenai kejadian-kejadian yang ada di sekitar kita. Fungsi pengawasan bisa dibagi menjadi dua yakni warning or beware surveillance atau pengawasan peringatan dan instrumental surveillance atau pengawasan instrumental.

  • Korelasi

Fungsi korelasi yang dimaksud adalah fungsi yang menghubungkan bagian-bagian dari masyarakat agar sesuai dengan lingkungannya. Erat kaitannya dengan fungsi ini adalah peran media massa sebagai penghubung antara berbagai komponen masyarakat. Sebuah berita yang disajikan oleh seorang reporter akan menghubungkan antara narasumber (salah satu unsur bagian masyarakat) dengan pembaca surat kabar (unsur bagian masyarakat yang lain).

  • Pewarisan Sosial

Media massa berfungsi sebagai seorang pendidik, baik yang menyangkut pendidikan formal maupun informal yang mencoba meneruskan atau mewariskan suatu ilmu pengetahuan, nilai, norma, pranata, dan etika dari suatu generasi ke generasi selanjutnya.

  • Melawan Kekuasaan dan Kekuatan Represif

Komunikasi massa dapat menjadi sebuah alat untuk melawan kekuasaan dan kekuatan represif. Komunikasi massa berperan memberikan informasi, tetapi informasi yang diungkapkannya ternyata mempunyai motif-motif tertentu untuk melawan kemapanan. Komunikasi massa juga bisa berperan untuk memperkuat kekuasaan, tetapi bisa juga sebaliknya.
2.4  Model  Proses Komunikasi Massa

  1. Model Jarum Suntik (Hypodermic Needle Model)

Model jarum suntik pada dasarnya adalah aliran satu tahap (one step flow), yaitu dari media massa langsung pada khalayak sebagai massa audience. Model ini mengasumsikan, media massa secara langsung, cepat dan mempunyai efek yang amat kuat atas massa audience. Model Hypodemic Needle cenderung sangat melebihkan peranan komunikasi massa dengan media massa.

  1. Model Alir Dua Tahap (two-step flow model)

Model ini menyatakan, pesan-pesan media massa yang tidak seluruhnya mencapai massa audience secara langsung, sebagian besar pesan yang disampaikan berlangsung secara bertahap. Tahap pertama dari media massa kepada orang-orang tertentu di antara mass audience (opinion leaders) yang bertindak selaku gate-leaders. Dari sini pesan-pesan media ditentukan kepada anggota-anggota mass audience yang lain sebagai tahap yang kedua sehingga pesan-pesan media akhirnya mencapai ke seluruh penduduk.

  1. Model Alir Satu Tahap (one-step flow model)

Hampir serupa dengan Model Hypodermic Needle, model alir satu tahap ini menyatakan saluran-saluran media massa berkomunikasi secara langsung kepada mass audience. Artinya pesan-pesan media mengalir tanpa harus melalui opinion leaders. Namun, berbeda dengan Model Hypodermic Needle, model alir satu tahap mengakui bahwa pesan-pesan komunikasi penerima-penerima yang seluruhnya sama. Efek yang ditimbulkan juga tidak selalu sama untuk masing-masing penerima.

  1. Model Alir Banyak Tahap (multi-step flow model)

Model alir banyak tahap merupakan golongan dari semua model. Model ini menyatakan pesan-pesan media massa menyebar kepada khalayak melalui suatu interaksi yang amat kompleks. Media mencapai khalayak dapat secara langsung dan dapat pula melalui macam-macam penerusan (relaying) secara beranting, baik melalui pemuka-pemuka masyarakat (opinion leaders) maupun melalui situasi saling berhubungan antara anggota khalayak.

2.5 Efek Komunikasi Massa

Secara umum komunikasi massa mempunyai tiga efek. Berdasarkan teori hierarki efek yaitu:

  1. a)      Efek kognitif, pesan komunikasi massa mengakibatkan khalayak berubah dalam hal pengetahuan, pandangan, dan pendapat terhadap sesuatu yang diperolehnya.
  2. b)      Efek afektif, di mana pesan komunikasi massa mengakibatkan berubahnya perasaan tertentu dari khalayak.
  3. c)      Efek konatif, di mana pesan komunikasi massa mengakibatkan orang mengambil keputusan untuk melakukan atau tidak melakukan suatu tindakan.

2.6 Kelemahan Komunikasi Massa

  2.7 Contoh Komunikasi Massa

   BAB III

                                PENUTUP

3.1 Kesimpulan

 Komunikasi massa merupakan suatu komunikasi yang disampaikan kepada sejumlah besar orang melalui media massa. Media massa yang digunakan dapat berupa siaran radio, televisi, surat kabar. Dalam komunikasi massa memiliki 5 karakteristik diantaranya adalah komunikator bersifat melembaga, komunikator bersifat anonim dan heterogen, pesan yang disampaikan bersifat umum, proses komunikasi bersifat satu arah, menimbulkan keserempakan, dikontrol oleh gatekeeper.

  DAFTAR PUSTAKA

 Anonim. Komunikasi Massa. Diakses dari http://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab1/2011-2-00396-mc%201.pdf. Tanggal 06 Oktober 2013.

Salmawati. Komunikasi Massa. Diakses dari http://dirimu.files.wordpress.com/2010/04/fungsi-komunikasi-masa.pdf. Tanggal 06 Oktober 2013.

Anonim. Komunikasi Massa. Diakses dari

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/18052/4/Chapter%20II.pdf

Tanggal 06 Oktober 2013

 

1,055 kali dilihat, 31 kali dilihat hari ini

Buzzer Alternatif Iklan Politik Di Era Media Sosial

Buzzer Alternatif Iklan Politik Di Era Media Sosial

Seiring perkembangan teknologi komunikasi berbasis internet, terutama setelah maraknya media baru dan media social, iklan politik kini terus berkembang. Kekuatan media sosial telah menggandrungi masyarakat kita ini, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa untuk menjadi bagian dari media social. Fenomena ini dibuktikan dengan hadirnya internet di Indonesia yang menduduki peringkat ke kedua tertinggi di dunia dalam 5 tahun terakhir.

Media Sosial saat ini bukan hanya sarana sosialisasi dan menciptakan hubungan atau jaringan personal. Melainkan sudah berkembang menjadi salah satu sarana iklan yang sangat ampuh. Inilah yang dinamakan social buzzer, bisnis baru bagi pemilik akun media sosial yang terkenal dan mempunyai follower yang banyak sehingga mereka menjadi sarana iklan kepada khalayak atau pengikut mereka.

Ketergantungan masyarakat akan media sosial dan media baru berimplikasi pada hampir semua sektor kehidupan, baik ekonomi, social budaya, maupun politik. Dalam politik, media baru dan media sosial telah menjelma menjadi medium kekuatan baru yang tidak hanya mampu menciptakan kekuatan masyarakat, tetapi juga kekuatan yang bersifat personal. Khalayak atau follower yang menjadi pengikut akun media sosial seseorang atau sebuah lembaga menjadi peluang sosialisasi, promosi, dan kampanye yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Semakin banyak follower, semakin tinggi kemampuan jangkau ‘personal’ seseorang kepada khalayak yang menjadi follower mereka.

Komunikator (yang mempunyai akun) dapat melakukan publikasi, promosi, dan kampanye dengan mem-posting atau update status media sosial mereka tanpa harus menanyakan kepada khalayak apakah mereka bersedia menerima atau tidak. Respon dapat dilihat dari balasan yang diberikan oleh follower, bahkan dapat memunculkan diskusi, kritik, dan saran antar-follower pada waktu yang bersamaan, hal ini sekaligus memperlihatkan pengaruh dan keberhasilan dari buzzer.

Follower menjadi sangat penting, namun yang menjadi faktor utama adalah impressionatau keterbacaan follower. Bila ingin memanfaatkan secara maksimal uang dan investasi dalam menggunakan buzzer, mari ubah cara pandang kita tentang cara beriklan di media social dan buzzer.

Membayar impression. Bukan follower. Berhentilah berkubang dalam follower game number. Ini adalah lubang utama yang sangat fatal. Benar bahwa acuan pertama memilih buzzer karena jumlah followernya yang berharap follower mereka menyaksikan iklan Anda.

Menyaksikan adalah kata kunci dari tujuan Anda. Dalam periklanan, iklan yang disaksikan disebut impression atau keterbacaan, dari situ awareness didapat. Di media sosial bisa diketahui secara presisi berapa orang yang telah membaca/menyaksikan sebuah akun media social. Datanya ditampilkan dalam bentuk angka, real-time dan historical.

Kekuatan media sosial tidak luput dari kreativitas politik. Banyak kampanye politik dan politikus menggunakan media sosial karena karakteristiknya yang cepat, murah, dapat mengirimkan beragam kemasan, mampu diakses dimana saja, serta feedback yang dapat dilakukan secara langsung bahkan dapat melakukan dialog dengan berbagai anggota yang ada dalam sebuah akun. Pada pilpres 2014, misalnya, para peserta dapat menjadi sumber informasi bagi publik. Mereka menjadi gatekeeper dalam makna yang baru kepada public.

Istilah lain dari buzzer adalah influencer atau rain makerInfluencer adalah orang yang mampu mempengaruhi follower (pembaca blog-nya, teman Facebook-nya, follower akun media sosialnya) sehingga memberikan efek buzz di media social, mempengaruhi dalam aspek informasi, tren, dll. sehingga diikuti oleh yang lainnya. Semua orang bisa menjadi buzzer mulai dari artis, akun public, selebriti, akun pribadi atau mungkin aktivis, selama pengikut atau follower mereka jumlah tertentu (banyak).

Umaimah Wahid dalam bukunya yang berjudul Komunikasi Politik menyebutkan bahwa bahwa buzzer berasal dari bahasa Inggris yang memiliki arti bel, lonceng atau alarm. Secara harfiah, buzzer juga dapat diartikan sebagai alat yang digunakan untuk mengumumkan sesuatu atau untuk mengumpulkan orang-orang di satu tempat. Di Indonesia, kita mengenal sebagai kentongan. Kentongan adalah salah satu peralatan tradisional yang berfungsi untuk mengumpulkan warga jika ada pengumuman dari perangkat desa atau terjadi suatu peristiwa penting.

Secara sederhana, seorang buzzer adalah pengguna akun media sosial yang dapat memberikan pengaruh kepada orang lain hanya melalui status media sosial yang ia tuliskan. Hal tersebut merupakan identitas utama dari seorang buzzer karena pada dasarnya buzzer harus mempunyai kemampuan influence atau mempengaruhi orang lain. Oleh sebab itu, ada pula yang menyebutnya dengan istilah influencer.

Para buzzer mempunyai tugas menuliskan statusnya tentang informasi atau rekomendasi sebuah even atau produk dari penyewa jasa mereka. Para penyewa buzzer kebanyakan merupakan perusahaan besar atau pemilik usaha yang ingin usahanya lebih dikenal oleh banyak orang di dunia maya.

Tidak heran dalam dunia bisnis, penyewa jasa buzzer juga datang dari organisasi atau kelompok. Mereka menggunakan jasa buzzer untuk memperkenalkan sebuah even atau mungkin sebuah pesan sosial bagi masyarakat banyak. Bahkan peluang kreatif ini nyatanya juga dilirik oleh para pelaku dunia politik untuk urusan pencitraan.

Tugas buzzer terkadang tidak terbatas hanya untuk mem-posting sebuah status, namun tidak jarang pula menjalankan campaign atau rangkaian informasi lebih lanjut kepada para follower-nya. Jadi, tugas dari seorang peserta buzzer bisa menjadi layaknya brand ambassador penyewa jasa tersebut. Untuk itu, seorang buzzer juga harus benar-benar mengerti apa yang ia sebarkan ke dunia maya.

Kekuatan para buzzer sangat ampuh dalam menciptakan opini publik dan mempengaruhi pola pikir masyarakat dengan kecenderungan dan pilihan mereka secara persuasive. Masyarakat menjadi mengikuti apa yang dianggap baik dan buruk oleh para buzzersehingga sebagaimana beragam konten media konvensional, new media dan sosial media,unsur rekayasa dalam proses konstruksi selalu ada dalam proses konstruksi sebuah pesan politik yang dipublikasi atau di iklankan pada akun-akun akun buzzer.

Bahkan, kecenderungan manipulasi lebih tinggi dan besar melalui media sosial karena mungkin saja follower-nya tidak semuanya benar, tetapi rekayasa untuk kepentingan politik semata. Bagi akun artis, publik figure, dan tokoh masyarakat lainnya ketentuan pengaruh mereka menjadi alat kunci dalam mempengaruhi publik dengan pesan-pesan mereka. Jadi khalayak sebenarnya kembali kepada ketergantungan terhadap tokoh-tokoh tertentu yang dipercaya dan diikuti walaupun kemungkinan tidak sesuai atau tidak tepat terbuka dalam proses tersebut.

Kekuatan buzzer dipercaya ampuh di tengah pemanfaatan dan ketergantungan publik terhadap media social, terutama di kalangan anak-anak muda. Selebritas dan public figur acapkali menjadi peserta untuk kepentingan promosi atau kampanye politik atau bisnis lainnya.

Iklan buzzer dapat menjadi alternatif dalam melakukan kampanye politik dan sekaligus peluang ekonomi bagi anggota masyarakat yang mempunyai akun sosial media dengan jumlah follower yang banyak. Tingkat keberhasilan iklan buzzer dapat dinyatakan tinggi karena khalayak yang menjadi targetnya adalah khalayak yang secara sadar menjadi bagian dari komunikator dalam proses iklan buzzer. Pada pemilu 2014, banyak pihak yang memilih menjadi buzzer, baik artis, public figur, bahkan mahasiswa. Mereka bertindak sebagai sumber informasi mengenai kandidat atau ide-ide yang mereka dukung. Contohnya beberapa artis pendukung pasangan salah satu presiden menjadi buzzer yang mengkampanyekan nilai-nilai dan ideologi pasangan tersebut. Namun, komunikator buzzermerupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses kampanye yang dilakukan karena buzzer cenderung terkait dengan sumber pesan politik itu sendiri. (*)

Oleh: Tegar Roli

Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyumas

Menulis adalah ibadah, seperti mengemban tugas para nabi dan rasul, adalah untuk : menyampaikan kabar gembira dan memberi peringatan. Pria kelahiran Purbalingga 24 April 1992 menyakini dengan menulis bisa mendidik, menghibur, mengadvokasi, memberi informasi, mencerahkan dan memberdayakan publik. Lulusan S2 Komunikasi dan Penyiaran Islam IAIN Purwokerto sudah memiliki berbagai pengalaman di dunia literasi yang tidak diragukan lagi, mulai dari Pesantren Kepenulisan, pengalaman menjadi wartawan, kontributor web pemberitaan lokal maupun regional hingga reporter televisi pun sudah ia lakoni.

Sumber :
http://pwmjateng.com/buzzer-alternatif-iklan-politik-di-era-media-sosial/

11,394 kali dilihat, 17 kali dilihat hari ini

Pembentukan Identitas Diri Remaja Menggunakan Media Sosial

Pembentukan Identitas Diri Remaja Menggunakan Media Sosial

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah merubah cara interaksi individu dengan individu yang lain. Internet menjadi sebuah ruang digital baru yang menciptakan sebuah ruang kultural. Tidak dapat dihindari bahwa keberadaan internet meberikan banyak kemudahan kepada penggunanya. Beragam akses terhadap informasi dan hiburan dari berbagai penjuru dunia dapat dicari melalui internet. Internet menembus batas dimensi kehidupan pengguna, waktu, dan ruang, yang dapat diakses oleh siapapun, kapanpun, dan dimanapun.

Keberadaan internet secara tidak langsung menghasilkan sebuah generasi yang baru. Generasi ini dipandang menjadi sebuah generasi masa depan yang diasuh dan dibesarkan dalam lingkungan budaya baru media digital yang interaktif, yang berwatak menyendiri (desosialisasi), berkomunikasi secara personal, melek komputer, dibesarkan dengan videogames, dan lebih banyak waktu luang untuk mendengarkan radio dan televisi.enerasi digital adalah mereka yang lahir pada jaman digital dan berinteraksi dengan peralatan digital pada usia dini. Dalam konteks Indonesia, mereka yang lahir setelah tahun 1990-an sudah bisa disebut sebagai awal generasi digital native, tapi bila ingin dikatakan sebagai sebuah generasi, mereka yang lahir setelah tahun 2000. Merekalah penduduk asli dari sebuah dunia yang disebut dunia digital.

Terjadi pergeseran budaya, dari budaya media tradisional yang berubah menjadi budaya media yang digital. Salah satu media sosial yang cukup berpengaruh di Indonesia adalah Facebook. Koran Kompas  menyatakan bahwa pengguna Facebook di Indonesia mencapai 11 juta orang. Keberadaan media sosial telah mengubah bagaimana akses terhadap teknologi digital berjaringan.

Media sosial merupakan salah satu bentuk dari perkembangan internet. Dijelaskan ada tiga motivasi bagi anak dan remaja untuk mengakses internet yaitu untuk mencari informasi, terhubung dengan teman (lama dan baru) dan untuk hiburan. Pencarian informasi yng dilakukan sering didorong oleh tugas-tugas sekolah, sedangkan penggunaan media sosial dan konten hiburan di dorong oleh kebutuhan pribadi.

Penggunaan media sosial di kalangan remaja pada saat ini merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari lagi. Hampir setiap hari remaja mengakses media sosial hanya untuk sekedar mencari informasi melalui twitter, kemudian menyampaikan kegiatan yang mereka lakukan melalui facebook.

CEO Twitter, Dick Costolo menyebut Indonesia sebagai salah satu pengguna daring (online) terbesar di dunia. Dia menambahkan dengan adanya Twitter membuat masyarakat Indonesia pada saat ini menyadari apa yang sedang terjadi, saling memberikan informasi yang bermanfaat. Anak muda Indonesia mampu menggunakan industry kreatifnya dan menggunakan Twitter untuk hal-hal positif. “Keuntungan Twitter adalah semakin banyak pengguna semakin banyak yang dapat mengonfirmasi rumor yang ada”, Dick Costolo.

Kehadiran media sosial di kalangan remaja, membuat ruang privat seseorang melebur dengan ruang publik. Terjadi pergeseran budaya di kalangan remaja, para remaja tidak segan-segan mengupload segala kegiatan pribadinya untuk disampaikan kepada teman-temannya melalui akun media sosial dalam membentuk identitas diri mereka.

Identitas Diri

Identitas, merupakan hal yang penting di dalam suatu masyarakat yang memiliki banyak anggota. Identitas membuat suatu gambaran mengenai seseorang, melalui; penampilan fisik, ciri ras, warna kulit, bahasa yang digunakan, penilaian diri, dan faktor persepsi yang lain, yang semuanya digunakan dalam mengkonstruksi identitas budaya. Identitas menurut Klap meliputi segala hal pada seseorang yang dapat menyatakan secara sah dan dapat dipercaya tentang dirinya sendiri – statusnya, nama, kepribadian, dan masa lalunya.

Dijelaskan bahwa identitas merupakan hal yang penting dalam sebuah komunikasi budaya. Identitas mengacu pada satu ciri khas. Keunikan. Identitas, dalam konteks masa kini kian penting untuk diteguhkan. Konon, suatu bangsa yang terpuruk bukanlah bangsa dengan GDP terendah, pantai terjelek, atau jumlah penduduk paling sedikit. Bangsa yang terpuruk itu bangsa yang tanpa identitas.Konsep identitas juga dapat dilihat dari aspek budaya yang didefinisikan sebagai emotional signifikan, yang membuat seseorang dilekatkan pada suatu hal, yang membedakannya dengan orang lain sehingga lebih mudah untuk dikenal.

Dalam perspektif komunikasi, identitas tidak dihasilkan secara sendiri, melainkan dihasilkan melalui proses komunikasi dengan yang lain. Identitas dapat dinegosiasikan, diperkuat, dan dirubah dalam suatu proses komunikasi. Tujuan dari identitas ini adalah menjadikan dan membangun sebuah komunikasi.

Interaksi simbolik

Interaksi simbolik merupakan sebuah cara berpikir mengenai pikiran, diri, dan masyarakat. George Herbert Mead, memahami interaksi simbolik sebagai interaksi di antara manusia, baik secara verbal maupun nonverbal untuk memunculkan suatu makna. Dengan adanya aksi dan respon dari individu yang lain, secara tidak langsung kita memberikan makna ke dalam kata-kata atau tindakan yang ada.

Ekologi media

Konvergensi media menghasilkan perubahan dalam arus informasi. Konvergensi media merupakan sebuah istilah yang mulai banyak digunakan sejak tahun 1990-an. Konvergensi menjadi suatu istilah yang umum dipakai dalam perkembangan teknologi digital, dimana di dalam konvergensi terjadi pengintergrasian teks, angka, gambar, video, dan suara dalam suatu media.

Kehadiran teknologi memberikan pengaruh sangat besar dalam kehidupan manusia. Manusia memiliki hubungan simbolik dengan teknologi, dimana kita menciptakan teknologi dan kemudian teknologi kembali pada siapa diri kita. Menurut McLuhan, teknologi media telah menciptakan revolusi di tengah masyarakat karena masyarakat pada saat ini masyarakat sudah sangat tergantung kepada teknologi dan tatanan masyarakat terbentuk berdasarkan pada kemampuan masyarakat menggunakan teknologi.

Teknologi komunikasi menjadi penyebab utama perubahan budaya, McLuhan dan Innis menyatakan bahwa media merupakan kepanjangan atau eksistensi dari pikiran manusia, dengan demikian media memegang peran dominan dalam mempengaruhi tahapan perkembangan manusia. O’Brien mengatakan bahwa perilaku manusia dan teknologi memiliki interaksi di dalam lingkungan sosioteknologi. Sehingga bisa dikatakan bahwa ketika IT hadir dalam bentuk yang baru, maka akan mempengaruhi struktur masyarakat, strategi komunikasi, masyarakat dan budaya, serta proses sosial. Kehadiran new media secara tidak langsung merubah struktur masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia, bisa dikatakan menganut struktur sosial yang lama atau sering disebut tradisional. (*)

oleh : Tegar Roli A.
Anggota Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MPI PDM) Banyumas dan Humas Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)

10,969 kali dilihat, 7 kali dilihat hari ini

Lima Pola Pikir untuk Perubahan yang Besar

Lima Pola Pikir untuk Perubahan yang Besar

Kalau anda meingininkan perubahan kecil dalam hidup, ubahlah perilaku anda. Tapi, bila Anda menginginkan perubaha yang besar dan mendasar, ubahlah pola pikir Anda. Ubah pola pikir anda untuk menjadi orang yang sukses. Langkah-langkah yang harus dilakukan diantaranya adalah:

  1. Ubahlah Mind Set Anda

Untuk meraih sukses yang pertama dilakukan adalah dengan merubah mind set anda. Percaya diri harus muncul, jadilah jiwa pemenang, dan memiliki semangat tinggi. Percayalah tempat kita bekerja adalah yang terbaik. Bukan yang lain.

  1. Bangun semangat “Nurture” bukan “Nature” dalam berkarya

Bangun semangat memelihara itu penting. Mulai dari memelihara keakraban, memelihara

  1. Motivasi yang Dahsyat mengalahkan sekedar akal sehat

Untuk berubah menjadi besar itu di butuhkan motivasi yang dahsyat,

  1. Hilangkan Fikiran Negatif dan tidak bergerak

Menghilangkan cara berfikir negative itu penting. Tidak mudah untuk melakukannya, namun itu harus dilakukan.

  1. Perubahan Pola Pikir

Untuk mencapai itu dibutuhkan dengan yang namanya “Senjata Komunikasi” . Yaitu komunikasi dimulai dari dalam. Artinya semua komponen dalam tempat kita kerja, harus paha betul dan mengetahui data2 dasar yang layak untuk diketahui oleh orang banyak.

Dan komunikasi tidak hanya bicara. Segala perilaku yang menunjukan sesuatu itu bisa disebut dengan komunikasi. Dan segala yang kita lakukan adalah komuikasi. Karena membuat untuk menerima itu adalah presepsi. Dijelaskan, 20% orang sukses karena mencari kenikmatan. Dan 80% orang SUKSES karena MENGHINDARI kesengsaraan. Jadi kamu termasuk yang mana nih.? Ingin sukses karena memang mencari kenikmatan di hari tua, karena sekarang sudah kaya sebenarnya. Atau memang sudah merasakan susah sejak lama sehingga ingin sukses untuk menghindari kesengsaraan. Kebanyakan sukses karena menghindari kesengsaraan.

Atau dalam istilah mengatakan, Kalau tidak bisa menjadi nomor satu atau sekurang-kurangnya nomor dua, lebih balik keluar gelombang. Itu yang dikatakan oleh Stephen Covey.

Begitu dulu kira-kira cerita hari ini, tentang Mengelola komunikasi dan reputasi pendidikan tinggi di era disrupsi.

The Jayakarta Yogyaarta Hotel & Spa

11/10/2018

 

3,156 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Mengubah Ijtihad dan Pendapat Sesuai dengan Kondisi

Mengubah Ijtihad dan Pendapat Sesuai dengan Kondisi

Di antara metode Nabi saw. dalam mengembangkan kreatifitas berfikir untuk membina para sahabat, adalah selalu bersikap bijaksana terhadap berbagai situasi yang berbeda dan terhadap perubahan-perubahan yang terjadi. Hal ini beliau lakukan karena pola pikir inovatoris dan pembaharuan lebih elastis dalam menyikapi peristiwa-peristiwa yang dijumpai dan tidak monoton pada satu pendapat tertentu.

Mengutip bukunya Muhammad Abdul Jawwad dalam bukunya yang berjudul Menjadi Manajer Sukses diceritakan pernah dijumpai Rosulullah saw. tatkala tersiar berita bahwa serombongan orang kafilah besar milik suku Quraisy yang dipimpin oleh Abu Sufyan, dating dari Syam menuju Mekah dengan membawa harta yang melimpah. Lalu, sebagian sahabat mengusulkan untuk menghadang dan menyerang kafilah tersebut.

Akan tetapi, segera setelah mencium adanya bahanya yang mengancam kafilahnya, Abu Sufyan meminta bantuan dari Mekah untuk melindungi kafilahnya tersebut, dengan mengabarkan fanatisme mereka. Lalu, orang-orang Mekah pun segera memobilisasi tentara guna menghadapi segala kemungkinan serangan. Akhirnya, Abu Sufyan berhasil menyelamatkan khafilah yang ia pimpin dengan bantuan orang-orang Mekah. Maka dalam peristiwa ini, keadaan berubah total, rombongan kafilah yang akan diserang oleh orang-orang muslim ternyata berubah menjadi sekelompok tentara.

Realita membuktikan, bahwa seseorang terkadang dibenturkan oleh berbagai peristiwa yang dating tiba-tiba tatkala ia sedang dalam menjalai hidupnya. Sehingga untuk menghadapi peristiwa itu, perlu mengumpulkan segenap kemampuannya dan mengingat kembali pengalamannya, kemudian menghadapinya denga penuh kewaspadaan dan kepekaan. Ujian-ujian yang sifatnya tiba-tiba ini, lebih tepat untuk menilai keperibadian seseorang dan mengetahui sikapnya dalam melihat ujian-ujian yang dating menghadanya. Sehingga, tatkala menghadapinya, ia merasa optimis dan siap.

Dalam kisah tersebut Rasulullah saw. mampu berinteraksi dengan kondisi yang berubah total, dengan keputusan yang sangat cerdik. Yaitu, beliau segera mengumpulkan segenap informasi mengenai jumlah, kekuatan keseluruhan, dan kekuatan garis depan pasukan musuh. Kemudian membicarakan kondisi tersebut dalam musyawarah. Lalu, merangkum ide-ide yang muncul, denga tidak lupa meminta pertolongan kepada Allah ‘azza wa jalla.

3,195 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tradisi Literasi Muhammadiyah

Tradisi Literasi Muhammadiyah

Muhammadiyah, selain bergerak dibidang social, pendidikan, dan kesehatan, juga di media (informasi). Suara Muhammadiyah (SM), dalam catatan sejarah persuratkaaran Islam di Indonesia sesungguhnya bukan yang petama lahir.

Setidaknya, sejauh penelusuran, SM merupakan media cetak Islam yang lahir kedua di tanah Air setelah Al Munir yang terbit pada 1911 di Sumatra Barat.

Al Munir merupakan majalah dakwah yang dikelola para ulama di Minangkabau dan dipipin Abdullah  Ahmad, murid Syekh Ahmad Khaib Minangkabau majalahnya yang hanya terbit beberapa tahun ini memiliki oplah 1.000 eksemplar dan menyebar hingga Jawad an Semenanjung Malaysia.

Sebenarnya, ada juga yang memasukkan media dakwah lain, seperti Al Imam sebelum lahirnya Al Munir, Al Imam terbit pada 1906 di Singapura yang notabene pada saat itu masih tanah Melayu yang sama dengan nusantara.

Media ini digagas Syekh Tahir Jalaluddin yang baru pulang dari Kairo, Mesir beserta Haji Abbas bin Muhammad Taha daru Aceh. Al Imam merupakan media dakwah pertama di tanah Melayu-nusantara (sebelum ada nama Indonesia, Singapura dan Malaysia).

Setelah Al Munir, belum ada lagi media cetak Islam yang terbit, hingga akhirnya pada 1915, SM lahir. Jadi, terang sesungguhnya SM bukanlah media Islam yang pertama lahir. SM merupakan mdia cetak Islam paling tua yang masih terbit hingga detik ini.

Sebelum dan setelah SM, ada media massa Islam, tapi usianya rata-rata tidak panjang. Tidak ada media cetak di Indonesia saat ini yang usianya sampai satu abad seperti SM.

Tradisi Literasi

Sebagai organisasi Islam modern yang gandrung dengan kemajuan ilmu pengetahuan, di tubuh Muhammadiyah sudah mengurat-mengakar sebuah tradisi literasi.

Jika kini kita masih menyaksikan kehadiran SM dan Suara Aisyiyah,  dalam catatan sejarah media yang pernah dilahirkan oleh ‘tubuh’ Muhammadiyah sesungguhnya lebih banyak lagi.

Dalam Katalog Majalah terbitan Indonesia yang dikoleksi Perpustakaan Nasional misalnya, di antara rentang 1779-1980 saha, sedikitnya ada 31 media yang diterbitkan Muhammadiyah. Sebagai penerbitnya ada yang langsung oleh PP Muhammadiyah, Majelis Taman Pusaka, serta wilayah juga ortom Muhamadiyah.

Rentang waktu yag ckup judul dalam peadaban bangsa ini, Muhammadiyah sangat agresif dalam tradisi jurnalistik. Peran dakwah Muhammadiyah benar-benar dikibarkan lewat media massa sebagai sarana penyampaian pesan.

Namun lagi-lagi kebanyakan media itu bertumbangan sebelum besar sehingga tidak bisa bertahan lama.

Diantara media yang pernah diterbitkan Muhammadiyah, seperti Al Fach, Annida, Arabic Monthly Paper, Bahteramasa, Berita, Berita (beda tahu dan penerbit), Menara Ngampel, Miratoel Miehammadijah, Moehammadi, Penerangan Islam, Penjiar Islam, Perikatan, Poestaka Moehammadijah Dairah Banjoemas, Sinar Islam, Soeara Miehamadijah, Suara Aisjijah, Suara Aisyah (Penyesuaian Ejaan), Suara Muhammadijah (penyesuaian ejaan), Suara Muhammadiyah (penyesuaian ejaan), Suluh Pendidikan Muhammadiyah, Tacawoeff Islam, Tjahaja.

Di luar yang disebutkan di atas, diduga kuat masih banyak media massa Islam yang diterbitkan bukan oleh tokoh-tokoh atau personal Muhammadiyah , tanpa menyebutkan Muhammadiyah.

Setidaknya gambaran sekilas ini menyiratkan betapa kepedulian Muhammadiyah dan para anggotanya dalam mengibarkan semangat literasi sejak dulu hingga kini, terlebih pascatahun 1980 yang belum terhitung berapa banyak jumlahnya.

Yang lebi menarik lagi sebenarnya jika kita mendiskusikan aspek pesan dari SM yang sudah mengalami beberapa kali perubahan karakter kontennya.

 

1,199 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Keinginan Adalah Sumber Penderitaan

Keinginan Adalah Sumber Penderitaan

Hawa nafsu merupakan suatu kewajaran karena manusia tercipta dengan membawanya. Akan tetapi jika hawa nafsu tidak dikendali dengan baik maka ia akan terbalik mengendalikan manusia. Hawa nafsu sering kali disamakan dengan keinginan atau hasrat. Sebagai manusia, kita pun mempunyai aneka keinginan, terutama keinginan yang bersifat duniawi.

Kita ingin hidup dengan berlimpah harta. Kita ingin mempunyai pasangan yang cantik. Kita ingin mempunyai mobil mewah keluaran terbaru. Kita ingin ini dan itu, semuanya semuanya dan semuanya. Banyak hal yang kita inginkan di dunia ini yang bersifat duniawi tersebut.

Jika kita tidak mengendalikan keinginan tersebut maka keinginan itulah yang akan mengendalikan kita. Itulah maksud dari hawa nafsu. Jika tidak memperoleh apa yang kita inginkan maka kita akan menderita. Karena tidak ingin menderita, kita bias berbuat hal yang melanggar hokum, seperti korupsi, mencuri, merampok, dan menipu.

Itulah jika hidup kita dikendalikan oleh keinginan. Lain halnya jika kita mengendalikan keinginan. Maka , keinginan tersebut tidak akan menguasai kita. Sungguh, keinginan adalah sumber penderitaan dalam hidup jika kita tidak bisa mengendalikannya dengan baik.

Seolah kita hidup di dunia ini hanya mengejar keinginan-keinginan yang tak kekal dan tak akan kita bawa mati.

Jika kita sederhanakan, keinginan tersebut merupakan kerjaan untuk hidup dalam kekayaa. Keinginan kita bertujuan untuk kekayaan. Padaha, keinginan tersebut adalah sumber penderitaan. Jika kita telah hidup dalam kekayaan maka kita akan merasa miskinjika kita terus mengejar kekayaan yang lebih. Dan begitu seterusnya.

Merasa cukup adalah kekayaan. Jika kita merasa cukup terhadap apa yang kita miliki maka kita sudah kaya. Sederhananya, jika kita tidak menginginkan beragam keinginan maka kita sudah kaya. Hal itu membebaskan kita dari penderitaan yang diakibatkan oleh keinginan –keinginan yang tidak berkesudahan.

Lantas, bagaimana cara agar kita bisa terlepas dari keinginan serta merasa cukup dengan adanya? Jawabannya adalah dengan segala penyakit hati, terutama keinginan-keinginan yang tak berkesudahan.

Sementara itu, syukur adalah menerima apa adanya serta merasa cukup dengan apa yang telah dimiliki.

Manusia yanb berjiwa besar dengan menekankan sikap sabra adalah manusia yang akan menerima kabar gembira. Begitulah kira-kira. Karena sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.

Sementara itu, manusia yang berjiwa besar dengan mengedepankan sikap syukur adalah manusia yang senantiasa bahagia karena berlimpah nikmat. Hal itu dikarenakan bahwa orang yang bersyukur akan senantiasa ditambahkan kenikmatan untuknya.

13,032 kali dilihat, 16 kali dilihat hari ini

Zakat & Pajak

Zakat & Pajak

Zakat, menurut Ibnu Manzur, seperti yang dikutip olah Supani, dari segi bahasa mempunyai arti nama (subur, tambah besar/berkembang) thaharah (kesucian), barokah (keberkahan), dan tazkiyah (pensucian). Sedangkan pengertian zakat menurut syara adalah pemberian sesuatu yang wajib diberikan dari sekumpulan harta tertentu, menurut sifat-sifat dan ukuran tertentu kepada golongan tertentu yang berhak menerimanya.[1]

Sementara itu, menurut Sayydi Sabiq dalam Fiqh Sunnah Juz I mendefinisikan zakat sebagai suatu sebutan bagi sesuatu (harta) yang menjadi hak Allah SWT yang dikeluarkan oleh manusia untuk fakir miskin. Menurut Asy-Syaukani, zakat didefinisikan sebagai memberikan suatu bagian dari harta yang sudah sampai nishabnya kepada orang fakir dan lain-lainnya, tanpa ada halangan syar’I yang melarang kita melakukannya,

Meskipun para ulama mengemukakan definisi zakat dengan redaksi yang berbeda, akan tetapi pada prinsipnya sama, yaitu bahwa zakat adalah bagian dari harta dengan persyaratan tertentu, yang Allah SWT mewajibkan kepada pemiliknya untuk diserahkan kepada yang berhak menerimanya dengan persyaratan tertentu pula.

Sedangkan pajak, menurut Rohmat Sumitro seperti halnya dikutip oleh Supani, adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan UU (yang dapat dipaksakan) dengan tidak mendapat jasa timbal langsung, yang langsung dapat ditunjukkan dan digunakan untuk membayar pengeluaran umum. Selain itu, menurut Sommerfeld, bahwa pajak adalah perpindahan harta, sumber ekonomis dari sector swasta kepada pemerintah.[2]

  1. Pandangan Ulama Tentang Zakat dan Pajak

Sebagai seorang muslim yang ada di Indonesia, selain kewajiban untuk membayar zakat, juga diwajibkan untuk membayar pajak. Hal ini lumrah, karena Indonesia adalah negara hukum. Sebagai seorang muslim dan warga negara yang baik, sudah sepantasnya kita mentaati aturan yang ada dalam undang-undang. Kemudian muncul suatu pertanyaan sederhana, “Bagaimana seharusnya atau sebaiknya penunuaian dua kewajiban tersebut?”

Menyikapi hal tersebut, beberapa ulama mempunyai pandangan yang berbeda. Dari beberapa pandangan ulama yang ada, bisa dipilah menjadi tiga macam.[3] Pertama, pandangan yang menyatakan bahwa zakat dan pajak berbeda, satu sama lain berdiri sendiri dan tidak dapat disamakan. Kebanyakan ulama Indonesia menganut pandangan ini.

Pandangan kedua, berpendapat bahwa zakat dan pajak hakikatnya sama. Bagi seorang muslim yang meniatkan pembayaran pajak pemerintah Indonesia sebagai pembayaran zakat adalah sah dan ia pun dianggap telah menunaikan kewajiban sosialnya (lewat) negara. Sedangkan pandangan ketiga, prinsipnya sama dengan pandangan pertama, zakat tidak sama dengan pajak, namun pembayaran zakat dapat dipandang sebagai biaya usaha. Oleh sebab itu, zakat atas penghasilan yang telah dibayarkan oleh muzakki dapat diperhitungkan sebagai pengurang besarnya penghasilan kena pajak muzakki.

                [1] Supani, Zakat di Indonesia, (Purwokerto: StainPress) hal. 2

                [2] ibid

                [3] Ibid, hal 175

1,409 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Kemiskinan adalah Masalah Klasik Negeri Ini

Kemiskinan adalah Masalah Klasik Negeri Ini

Kemiskinan adalah masalah klasik negeri ini yang tak kunjung usai. Dari zaman kerajaan, penjajahan, sampai kemerdekaan yang memasuki tahun ke-67, Indonesia (lebih tepatnya pemerintah) belum menemukan formulasi yang tepat untuk bisa keluar dari jeratan kemiskinan. Islam, sebagai agama mayoritas penduduk Indonesia sebenarnya mempunyai konsep yang sangat luar biasa dalam upaya untuk mengentaskan kemiskinan. Seperti halnya kewajiban berzakat, infak, sedekah, dan yang lainnya, yang manfaatnya untuk keadilan sosial dan pemberdayaan umat. Tapi sayangnya, di negara yang mayoritas muslim ini, masih banyak masyarakat yang hidup dibawah garis kemiskinan.

Bertolak dari pandangan diatas, maka zakat sebenarnya mempunyai fungsi-fungsi sosial, ekonomi, dan berlandaskan keadilan yang telah digariskan dalam ketentuan nas normatif, legalistik, filosofik, dan historik, baik pada konsep teoritik maupun operasionalnya. Dan telah terbukti keberhasilannya dalam mewujudkan keadilan sosial ekonomi  pada masa-masa kejayaan Islam beberapa abad lalu.[1]

Tetapi, realita sekarang zakat (pada umumnya) dipahami dan diamalkan hanya sebatas ibadah kepada Allah SWT. Sehingga bisa hampir dirasakan bahwa ibadah zakat kehilangan vitalitas dan aktualitasnya. Alhasil, angka kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan sosial yang lainnya dikalangan umat Islam di Indonesia khususnya, masih cukup tinggi. Zakat dan pajak sebagai suatu solusi untuk memecahakan masalah kesenjangan sosial, masih belum bisa berbicara banyak dalam pemeberdayaan masyarakat.

                [1] Abdurrachman Qadir, Zakat Dalam Dimensi Mahdah  dan Sosial, (Jakarta: Raja Grafindo) hal. xviii

1,501 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

KLASIFIKASI ILMU PENGETAHUAN

KLASIFIKASI ILMU PENGETAHUAN

Klasifikasi atau penggolongan ilmu pengetahuan mengalami perkembangan atau perubahan sesuai dengan semangat zaman. Terdapat banyak pandangan yang terkait dengan klasifikasi ilmu pengetahuan yang dapat kita temui.

Ilmu pengetahuan menurut subyeknya dan obyeknya, adalah sebagai berikut :

  1. Menurut subyeknya
  2. Teoritis

a). Nomotetis adalah ilmu yang menetapkan hukum-hukum yang universal berlaku, mempelajari obyeknya dalam keabstrakannya dan mencoba menemukan unsur-unsur yang selalu terdapat kembali dalam segala pernyataannya yang konkrit bilamana dan di mana saja, misalnya adalah ilmu alam, ilmu kimia, sosiologi, ilmu hayat dan sebagainya.

b). Ideografis (ide: cita-cita, grafis: lukisan), ilmu yang mempelajari obyeknya dalam konkrit menurut tempat dan waktu tertentu, dengan sifat-sifatnya yang menyendiri (unik). Misalnya ilmu sejarah, etnografi (ilmu bangsa-bangsa), sosiologi dan sebagainya.

  1. Praktis (applied science/ ilmu terapan) : ilmu yang langsung ditujukan kepada pemakaian atau pengalaman pengetahuan itu, jadi menentukan bagaimanakah orang harus berbuat sesuatu, maka ini pun diperinci lebih lanjut yaitu :

a). Normatif, ilmu yang memesankan bagaimanakah kita harus berbuat, membebankan kewajiban-kewajiban dan larangan-larangan misalnya : etika (filsafat kesusilaan?filsafat moral)

b). Positif, (applied dalam arti sempit) yaitu ilmu yang mengatakan bagaimanakah orang harus berbuat sesuatu, mencapai hasil tertentu. Misalnya adalah ilmu pertanian, ilmu teknik, ilmu kedokteran dan sebagainya.

Kedua macam ilmu pengetahuan ini saling melengkapi, jadi walaupun dibedakan tetap tidak boleh dipisahkan. Kebanyakan ilmu pengetahuan mempunyai bagian teoritis di samping bagian praktis, sehingga sering sulit diterapkan dimana suatu ilmu harus dimasukkan dalam pembagian ini, ilmu teoritis, biasanya dapat berdiri sendiri terlepas dari ilmu praktis, akan tetapi ilmu praktis selalu mempunyai dasar yang teoritis.

  1. Menurut Obyeknya (terutama obyek formalnya atau sudut pandangnya)
  2. Universal/umum : meliputi keseluruhan yang ada, seluruh hidup manusia, misalnya : teologi/agama dan filsafat
  3. Khusus : hanya mengenai salah satu lapangan tertentu dan kehidupan manusia, jadi obyeknya terbatas, hanya ini saja atau itu saja. Inilah yang biasanya disebut ”ilmu pengetahuan”

a). Ilmu-ilmu alam (natural science,) yaitu ilmu yang mempelajari barang-barang menurut keadaannya di alam kodrat saja, terlepas dari pengaruh manusia dan mencari hukum-hukum yang mengatur apa yang terjadi di dalam alam, jadi terperinci lagi menurut obyeknya. Termasuk di dalamnya adalah ilmu al;am, ilmu fisika, ilmu kimia, ilmu hayat, dan sebagainya.

b). Ilmu pasti (mathematics)

Ilmu yang memandang barang_barang, terlepas dari isinya hanya menurut besarnya. Jadi mengadakan abstraksi barang-barang itu. Ilmunya dijabarkan secara logis berpangkal pada beberapa asas-asas dasar (axioma). Termasuk di dalamnya adlah ilmu pasti, ilmu ukur, ilmu hitung, ilmu al jabar dan sebagainya.

c). Ilmu-ilmu kerohanian / kebudayaan (geisteswissen_schaften/social-sciences)

Ilmu yang mempelajari hal-hal dimana jiwa manusia memegang peranan yang menentukan. Yang dipandang bukan barang-barang seperti di al;am dunia, terlepas dari manusia, melainkan justru sekedar mengalami pengaruh dari manusia. Termasuk misalnya ilmu sejarah, ilmu mendidik, ilmu hukum, ilmu ekonomi, imu sosiologi, ilmu bahasa dan sebagainya.

Ketiga macam ilmu pengetahuan ini juga dibeda-bedakan tetapi jangan sampai dipisah-pisahkan, karena memang berhubungan satu sama lain dan saling mempengaruhi dan melengkapi.

 

Klasifikasi Ilmu Pengetahuan menurut Para Filsuf

Dalam sub tema ini, kami mangambil bebrapa contoh klasifikasi ilmu pengetahuan manurut para filsuf, antara lain :

1). Cristian Wolff

Cristian Wolff mengklasifikasikan ilmu pengetahuan ke dalam tiga kelompok besar, yakini ilmu pengetahuan empiris, matematika, dan filsafat. Klasifikasi ilmu pengetahuan menurut  cristian Wolff dapat dikemaskan sebagai berikut :

  1. Ilmu pengetahuan empiris

– Kosmologis empiris

– Psikologis empiris

  1. Matematika

– Murni : aritmatika, geometri, aljabar

– Campuran : mekanika, dan lain-lain

  1. Filsafat

– Spekulatif (metafisika )

– umum : ontologi

– khusus : psikologi, kosmologi, theologi praktis

– kehendak : ekonomi, etika, politik

– pekerjaan fisik : teknologi

2). Auguste Comte

Pada dasarnta penggolongan ilmu pengetahuan yang dikemukakan Auguste Comte sejalan dengan sejarah ilmu pengetahuan itu sendiri, yang menunjukkan bahwa gejala-gejala dalam ilmu pengetahuan yang paling umum akan tampil terlebih dahulu. Kemudian disusul dengan gejala pengetahuan yang semakin lama semakin rumit atau kompleks dan semakin konkret. Karena dalam mengemukakan penggolongan ilmu pengetahuan. Auguste Comte memulai dengan mengamati gejala-gajala yang paling sederhana, yaitu gejala yang letaknya paling jauh dari suasana kehidupan sehari-hari. Urutan dalam penggolongan ilmu pengetahuan Auguste Comte sebagai berikut :

  • ilmu pasti (matematika)
  • ilmu perbintangan ( astronomi)
  • ilmu alam (fisika)
  • ilmu kimia
  • ilmu hayat (fisiologi atau biologi)
  • fisika sosial (sosiologi)

Klasifikasi ilmu pengetahuan menurut Auguste Comte secara garis besar dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

  1. Logika (matematika murni)
  2. Ilmu pengetahuan empiris empiris (astronomi, fisika, biologi, sosiologi)

Filsafat

  1. Metafisika
  2. Filsafat ilmu pengetahuan

 

1,228 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini