Hati-hati dengan Jajanan Anak ini

Hati-hati dengan Jajanan Anak ini

Tim Jejaring Keamanan Pangan Terpadu (JKPT) Kabupaten Purbalingga menemukan jajanan anak yakni arumanis dalam cup yang mengandung Rhodamin B. Penemuan makanan yang mengandung Rhodamin B ini ditemukan di Pasar Makam, Kecamatan Rembang, Selasa (20/8).

Salah satu anggota tim JKPT Purbalingga, Sugeng Santoso selaku Kasi Kefarmasian dan Alat Kesehatan pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Purbalingga mengatakan arumanis dalam cup ini pada monitoring pertama kali yang dilakukan oleh Tim JKPT tepatnya di Pasar Sinduraja juga pernah dijumpai produk serupa yang mengandung Rhodamin B. Dari adanya penemuan Rhodamin B pada Arumanis Cup ini akan diantisipasi dengan pemberian edukasi kepada anak-anak sekolah untuk tidak mengkonsumsi produk makanan tersebut.

“Kita akan memberikan sosialisasi ke sekolah-sekolah apalagi biasanya jajanan seperti ini (arumanis cup, Red) biasa ditemui di warung sekolah ataupun pedagang-pedagang yang berjualan di depan sekolah,” ujarnya.

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait akan berkoordinasi dengan para guru untuk dapat ikut serta mengedukasi siswa-siswanya bahaya penggunaan Rhodamin B pada makanan. Pemkab Purbalingga juga akan melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman terkait dengan produk makanan yang tidak boleh dikonsumsi karena mengandung zat berbahaya.

“Seperti penggunaan Rhodamin B ini, ini merupakan pewarna tekstil yang membahayakan bagi tubuh dan tidak boleh dikonsumsi oleh manusia dan apabila dikonsumsi dalam jumlah yang banyak maka dapat menimbulkan kanker dalam tubuh,” terang Sugeng.

Terkait dengan pedagang yang menjual Arumanis Cup di Pasar Makam, Kecamatan Rembang hanya diberikan pembinaan agar tidak menjual produk makanan tersebut. Ditanya soal penyitaan makanan yang mengandung zat berbahaya, Sugeng menjelaskan belum adanya Penyidik PNS atau PPNS yang dapat melakukan penyidikan dan penyitaan terhadap temuan makanan yang ditengarai mengandung zat berbahaya.

“Harapan kami kalau sekali atau dua kali para pedagang yang menjual makanan mengandung zat berbahaya belum juga jera, untuk selanjutnya kami akan bersurat ke Balai Besar POM karena di sana kan sudah ada PPNS sehingga mereka bisa menyita makanan yang memang berbahaya untuk dikonsumsi,” harapnya.

Kegiatan monitoring keamanan pangan terpadu kali ini merupakan monitoring yang ke tiga kalinya. Pasar Makam sendiri merupakan pasar yang dikunjungi pertama kali pada monitoring yang ketiga dengan mengambil 10 sampel makanan yang meliputi empat makanan diduga mengandung Rhodamin B dan 6 lainnya diduga mengandung formalin.

 “Dua sampel positif mengadung Rhodamin B yakni Arumanis Cup dan kerupuk canthir, sebenarnya dilihat dari segi fisik sudah kelihatan menggunakan sinar ultra violet (UV) kedua pangan tersebut positf mengandung Rhodamin B,” pungkas Sugeng. (PI-7)

69 kali dilihat, 69 kali dilihat hari ini

Bambang Irawan Pimpinan DPRD Purbalingga

Bambang Irawan Pimpinan DPRD Purbalingga

HR Bambang Irawan  dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjadi pimpinan sementara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Purbalingga. Hal tersebut diketahui saat rapat paripurna DPRD Purbalingga dengan agenda pengambilan sumpah/ janji anggota DPRD periode 2019-2024 hasil Pemilu 2019, Senin (19/8/2019) di ruang rapat paripurna DPRD Purbalingga.

HR Bambang Irawan menjadi pimpinan sementara bersama Aman Waliyudin sebagai wakil ketua dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).  Penunjukan HR Bambang Irawan dan Aman Waliyudin sudah sesuai aturan yaitu peraturan DPRD Kabupaten Purbalingga No 170-01 tahun 2019 tentang tata tertib DPRD Kabupaten Purbalingga yang menyebutkan ketua (sementara) berasal dari dua parpol yang memiliki kursi DPRD terbanyak.

Keputusan tersebut dibacakan Sekretaris DPRD Purbalingga, Tri Gunawan Setyadi usai pengambilan sumpah untuk 45 anggota DPRD Purbalingga periode 2019-2024. Ada Sembilan parpol yang mengirimkan wakilnya ke jalan Onje dengan komposisi yang beragam. Ke Sembilan parpol tersebut adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan 10 wakil, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan 9 wakil, Partai Golongan Karya (Golkar) dengan 7 wakil, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dengan 6 wakil, Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dengan 1 wakil, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan 4 wakil, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan 2 wakil, Partai Amanat Nasional (PAN) dengan 4 wakil dan Partai Demokrat (PD) dengan 2 wakil.

“Penunjukan ketua dan wakil ketua sementara merupakan peraturan DPRD Kabupaten Purbalingga yang tertuang dalam tata tertib yang menyebutkan pimpinan berasal dari dua partai politik yang memiliki dua kursi terbanyak di DPRD Purbalingga,” kata lelaki yang akrab disapa Tri Gun tersebut.

Setelah serah terima jabatan dengan ketua DPRD 2014-2019 Tongat, HR Bambang Irawan yang biasa disapa BI menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga masyarakat Purbalingga yang telah mensukseskan Pemilu serentak 2019 April lalu. BI juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada anggota DPRD periode 2014-2019 yang telah mendarma baktikan diri mereka untuk kemajuan Kabupaten Purbalingga.

“Sesuai aturan, sebelum ketua definitif ditentukan, ketua dan wakil ketua berasal dari dua parpol pemilik kursi terbanyak di DPRD Kabupaten. Pertama kami sampaikan kepada warga masyarakat Kabupaten Purbalingga yang telah ikut mensukseskan Pemilu 2019 sehingga berhasil sesuai dengan yang kita harapkan. Kedua, kami sampaikan terima kasih kepada anggota DPRD periode 2014-2019 yang telah berkontribusi dalam kemajuan Kabupaten Purbalingga,” ujarnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan BI kepada seluruh penyelenggara Pemilu baik KPUD maupun Bawaslu dari tingkat kabupaten hingga tingkat yang paling bawah. Berkat kerja keras mereka, penyelenggaraan Pemilu di Kabupaten Purbalingga berlangsung lancar tanpa adanya hambatan. Kemudian, BI juga mengapresiasi Bupati dan jajaran Forkopimda yang telah menciptakan suasana kondusif selama gelaran Pemilu serentak 2019.

“Terima kasih pula kami ucapkan pada Bupati dan jajaran Forkopimda yang telah menciptakan suasana kondusif sehingga Pemilu lalu dapat berjalan aman, jujur dan adil,” tuturnya.

Dia menambahkan, anggota DPRD 2019-2024 yang baru saja dilantik agar bekerja secara sungguh-sungguh demi kepentingan warga masyarakat Kabupaten Purbalingga. Dirinya menilai, hal yang penting dan perlu dilakukan adalah selalu dekat dengan rakyat agar aspirasi rakyat bisa terserap untuk kemudian diperjuangkan.

“Permasalahan dan kebutuhan masyarakat bisa diketahui jika kita terjun langsung di tengah masyarakat dan dengan itu kita baru bisa memecahkan permasalahan masyarakat,” imbuhnya.

BI juga mengajak kepada anggota terlantik untuk melakukan tiga fungsi DPRD (Pengawasan, Anggaran dan legislasi) dengan baik. Sinergitas DPRD dengan pemerintahKabupaten juga menjadi sorotan agar terus dijaga dan ditingkatkan.

“Kerjasama dan sinergitas antara DPRD dan Pemkab yang selama sudah terbangun untuk bisa ditingkatkan lagi,” pungkasnya. (KP-4).

347 kali dilihat, 88 kali dilihat hari ini

Kebhinekaan Menjadi Kekuatan Bangsa Indonesia

Kebhinekaan Menjadi Kekuatan Bangsa Indonesia

Tegarroli.com – Kebhinekaan bangsa Indonesia menjadi kekuatan tersendiri dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Hal tersebut disampaikan Asisten Ekonomi Pembangunan Sekda Purbalingga, Agus Winarno saat membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pada upacara peringatan hari kemerdekaan RI ke-74 tingkat Kabupaten Purbalingga, Sabtu pagi (17/8/2019) di halaman Pendapa Dipokusumo Purbalingga.

Dia mengatakan, kemerdekaan bangsa Indonesia diraih dengan persatuan dari para pahlawan dan pendiri bangsa yang heterogen. Menurutnya, para pendiri bangsa yang berlatar belakang, suku, agama dan ras yang berbeda tidak menghalangi mereka untuk berjuang membebaskan bangsa Indonesia dari belenggu penjajahan.

“Para pahlawan dan pendiri bangsa mempunyai latar belakang berbeda mulai dari suku, agama dan ras namun itu semua tidak membuat mereka surut untun memperjuangkan bangsa ini terbebas dari penjajahan,” katanya.

Dia mencontohkan beberapa contoh pahlawan seperti Letjend. Gatot Subroto dari Banyumas yang beragama Budha, Agustinus Adi Sucipto yang seorang Katholik, Albertus Soegija Pranoto uskup pribumi pertama yang menegaskan dia seratus persen katholik dan seratus persen Indonesia, yap Tjoang Bin yang seorang Tionghoa, Lim Kwin Hean dan Faradj bin Martak yang keturunan Arab kesemuanya rela melebur menjadi satu guna kepentingan kemerdekaan Indonesia.

“Meraka semua berbeda latar belakang namun bersatu demi satu tujuan Indonesia merdeka,” ujarnya.

Dirinya juga mengajak kepada seluruh generasi penerus bangsa untuk tidak minder kepada persaingan dengan bangsa lain. Generasi muda diajak untuk memiliki mental kuat membaja dan mengembalikan kejayaan bangsa ini pada masa Majapahit dahulu.

“Ayo jangan melempem mental kalian kala menghadapi persaingan dengan bangsa lain. Kembalikan kejayaan bangsa kita yang pada masa majapahit pernah melakukan ekspansi ke belahan bumi bagian utara,” pungkasnya. (KP-4).

311 kali dilihat, 60 kali dilihat hari ini

Asyiknya Langen Bareng Kali Celo Mejagong

Asyiknya Langen Bareng Kali Celo Mejagong

Pemalang-Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) Desa Mejagong Kecamatan Randudongkal Pemalang mengadakan Langen celo dalam rangka perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74. Peserta di ikuti oleh seluruh lapisan masyarakat. Kali celo yang bersih dan jernih menjadikan daya tarik untuk menikmati mandi bersama  di sungai, kerana banyak sungai yang sudah tercemar, Kamis (15 /08 /2019 ).

H.Darmo S.Pd selaku kepala Desa Mejagong mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai, jangan membuang kotoran di sungai. Kegiatan langen kali celo menjadi agenda rutin setiap tahunnya dan menjadi ikon desa mejagong. Selain itu ada lomba untuk anak-anak sekolah dasar mengambil hadiah dengan menaiki jembatan satu bambu di atas sungai.

Langen bareng kali celo ini ditunggu-tunggu oleh masyarakat dibanding lomba lainnya. Masyarakat antusias sekali terkait kegiatan ini terutama mandi di sungai. Disamping itu juga Sebagai bentuk mensyukuri apa yang ada di desa kita tercinta, dengan menjaga dan merawatnya. Panitia menyediakan banyak hadiah yang dapat mengambil diatas jembatan satu bambu di atas sungai,ungkap Abdul Syukur S.Pd yang juga ketua panitia.

Abdul Syukur S.Pd menambahkan banyak agenda kegiatan pada bulan agustus antara lain lomba mewarnai Khusus anak Tk se desa mejagong, jalan santai/sehat &senam massal, lomba gobak sodor, balap egrang,langen celo,river tubing, karnaval,upacara dan panggung hiburan. Mengajak masyarakat untuk meriahkan bersama, bukan hadiahnya, bukan kalah menangnya, bukan Doorprizenya, tetapi demi meriahnya perayaan HUT KE-74 Republik Indonesia .

Berbeda dengan Wildan Salami

Tokoh Pemuda Desa Mejagong dengan adanya even tahunan langen bareng kali celo ini semoga bisa menggerakkan sedikit demi sedikit minat masyarakat akan kesadaran menjaga lingkungan. Lingkungan terawat akan menjadi indah dan menyenangkan. Program dari desa akan fokus pada pembangunan pariwisata di desa Mejagong dengan branding Begong alias Bendungan Mejagong. Keguyuban remojong masyarakat adalah salah satu tolak ukur bagaimana desa akan menjadi desa wisata. Semoga lewat momen ini dapat menjalin erat silaturahim antar warga masyarakat Mejagong dan sekitarnya. (KH)

185 kali dilihat, 39 kali dilihat hari ini

Bersepeda ke Sekolah

Bersepeda ke Sekolah

tegarroli.com – Sebanyak 635 siswa SMP Negeri 3 Bukateja mengikuti gebyar sepeda santai yang diselenggarakan oleh pihak sekolah. Gebyar sepeda santai ini bertujuan untuk membudayakan para siswa untuk bersepeda ke sekolah.

“Bersepeda itu ramah lingkungan dan tidak menimbulkan polusi udara,” kata Kepala SMPN 3 Bukateja, Aris Budiman saat memberikan sambutan pada Apel Persiapan Gebyar Sepeda Santai di Lapangan SMPN 3 Bukateja.

Dengan membudayakan bersepeda ke sekolah juga menjadi satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Apalagi mayoritas siswa siswi SMPN 3 Bukateja jarak antara rumah ke sekolah tidak terlalu jauh.

“Jadi kami memang melarang siswa siswi di sini untuk menggunakan sepeda motor ke sekolah, karena dalam aturan lalu lintas pun anak di bawah usia 17 tahun tidak diperbolehkan membawa motor,” ujarnya.

Menurut Aris, Gebyar Sepeda Santai yang diselenggarakan pihak sekolah merupakan acara puncak dari rangkaian kegiatan HUT RI ke 74 Tahun 2019 dan HUT SMPN 3 Bukateja ke 28. HUT SMPN 3 Bukateja sendiri jatuh pada tanggal 21 Juli 2019, namun pada peringatannya disemarakkan bersamaan dengan rangkaian HUT RI.

“Jadi acara ini merupakan puncak acara dari HUT sekolah dan HUT RI yang digabungkan agar lebih semarak,” jelas Aris.

Wakil Kepala SMPN 3 Bukateja, Heri Setiawan mengatakan untuk budaya bersepeda ke sekolah menjadi hal yang sangat bagus. Hal ini dikarenakan bersepeda itu ramah lingkungan terlebih SMPN 3 Bukateja merupakan sekolah adiwiyata tingkat nasional sejak tahun 2016.

“Itu tentu berorientasi pada lingkungan, dengan sekolah yang rindang kita upayakan untuk mengurangi polusi,” kata Heri.

Kemudian secara kesehatan dengan bersepeda, anak-anak SMPN 3 Bukateja akan lebih sehat. SMPN 3 Bukateja pun pada kurikulumnya siswa SMPN 3 Bukateja dilarang membawa sepeda motor, gawai dan sebagainya.

“Oleh karena itu, kita menekankan kepada siswa siswi kita untuk bersepeda atau bahkan berjalan kaki bagi mereka yang rumahnya dekat, untuk siswa yang rumahnya jauh bisa menggunakan transportasi umum,” terangnya.

Terlebih dalam visi misi SMPN 3 Bukateja mencakup tentang wawasan lingkungan, hal ini yang menjadi satu keunggulan dari SMPN 3 Bukateja. Dan ini memang SMPN 3 Bukateja mengedepankan wawasan wiyata mandala untuk kegiatan pembelajaran anak.

“Jadi menggunakan lingkungan untuk pembelajaran di luar ruangan yang nyaman, rindang dan menyenangkan,” ujar Heri.

Terakhir, selain Gebyar Sepeda Santai sebelumnya telah dilaksanakan berbagai perlombaan untuk menyemarakkan HUT SMPN 3 Bukateja ke 28 dan HUT RI ke 74. Diantaranya lomba renang, lomba paduan suara, lomba menyanyi tunggal putra dan putri, lomba olahraga dan lomba kreativitas anak.

“Untuk lomba kreativitas anak berupa merangkai bunga kemudian ada membuat kolase dari barang bekas untuk kita tampilkan juga ketika karnaval di tingkat kecamatan, untuk guru juga ada lomba namun sifatnya hiburan ada nyunggi tampah, estafet kelereng untuk hiburan,” pungkasnya.(PI-7)

182 kali dilihat, 21 kali dilihat hari ini

Membuat Gerabah

Membuat Gerabah

tegarroli.com – Sebanyak 40 siswa SD/MI dari beberapa sekolah yang ada di wilayah Purbalingga mengikuti pelatihan membuat gerabah dari tanah liat. Pelatihan membuat gerabah ini merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh Museum Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja pada acara ‘Pekan Belajar Bersama di Museum’.

Kepala Bidang Pembinaan Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Purbalingga, Rien Anggraeni mengatakan siswa SD/MI yang mengikuti pelatihan membuat gerabah ini diberikan teori dan praktek langsung membuat gerabah dari tanah liat. Tidak hanya sekedar mempraktekan, para peserta juga bisa membawa pulang hasil karya yang dibuatnya ke rumah.

“Kami sediakan bahannnya dan mereka langsung praktek membuat setelah selesai dibuat mereka bisa membawa pulang gerabah buatan mereka,” kata Rien saat ditemui di Museum Prof Dr. R. Soegarda Poerbakawatja, Selasa (13/8).

Rien menjelaskan Tahun 2019, Museum Prof. Dr. Soegarda mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Museum dan Taman Budaya. Dari total 435 museum yang terdaftar di Kemendikbud RI, Museum Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja menerima DAK non fisik BOP museum dan taman budaya tahun 2019 bersama 110 museum lainnya.

“Sehingga pelaksanaannya ini berupa kegiatan-kegiatan antara lain pengelolaan koleksi, program publik, dan pemeliharaan aset dengan prosentase yang telah ditentukan,” ujarnya.

Pelatihan membuat gerabah yang masuk pada ‘Pekan Belajar di Museum’ merupakan awal kegiatan program publik yang mencakup tema belajar di museum. Kegiatan belajar di museum yang lain yakni kelas membatik, kelas menganyam anyaman, kelas kerajinan dari kulit, kelas fotogradi dan kelas menulis huruf jawa.

“Untuk masing-masing kelas narasumbernya berbeda dan juga pesertanya juga berbeda menyesuaikan tingkat kesulitan,” jelas Rien.

Pekan Belajar di Museum akan dilaksanakan mulau Selasa sampai Jumat (13-16/8) bertempat di Museum Prof. Dr. R. Soegarda. Ia berharap dengan adanya kegiatan seperti ini yang sasarannya untuk pelajar SD/MI, SMP/MTS maupun SMA se derajat sekaligus dapat memperkenalkan museum kepada para peserta.

“Jadi kita memang sengaja materi-materi yang diambil pada kelas belajar di museum materi yang langka dan tidak begitu dikenal oleh anak-anak sekarang, mudah-mudahan dengan adanya program DAK non fisik BOP museum dan taman budaya ini minimal dari sekian anak-anak yang mengikuti bisa mengenal budaya yang ada di Indonesia khususnya di Purbalingga,” pungkasnya. (PI-7)

44 kali dilihat, 12 kali dilihat hari ini

Membuat Wayang dari Ranting Daun Singkong

Membuat Wayang dari Ranting Daun Singkong

Sebanyak 20 siswa SD di wilayah Purbalingga belajar membuat wayang mainan dari ranting daun singkong. Wayang yang biasanya dibuat menggunakan bahan baku kulit atau kayu ini ternyata dapat juga dimodifikasi menggunakan ranting daun singkong.

Ranting daun singkong yang digunakan pun tidak sembarang ranting, harus ranting yang sudah tua dan berwarna merah. Digunakannya ranting tersebut karena ranting daun singkong yang sudah tua teksturnya lentur dan mudah untuk dibentuk.

“Yang dipilih memang harus ranting yang tua dan berwarna merah karena kalau yang masih muda akan mudah patah,” kata Anita, Registrar Museum Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja saat dihubungi, Rabu (15/8).

Anita menjelaskan pelatihan membuat wayang mainan dari ranting daun singkong ini merupakan salah satu upaya untuk mengenalkan permainan tradisional kepada anak. Karena di era digital saat ini, anak-anak lebih sering bermain gawai daripada permainan tradisional.

“Wayang mainan dari ranting daun singkong ini kan jenis mainan bocah jaman dulu, jadi kami ingin memperkenalkan kepada mereka melalui kegiatan Pekan Belajar Bersama di Museum,” ujarnya.

Ia menuturkan sebelumnya anak-anak SD akan diajarkan membuat wayang suket, namun karena terkendala bahan baku sehingga bahan baku diganti menjadi ranting daun singkong. Membuat wayang dari ranting daun singkong pun menurutnya lebih mudah apalagi dilakukan oleh pemula.

“Anak-anak bisa membuatnya karena pakai teknik anyaman pemula dan mereka membuat wayang mainan yang sederhana,” terang Anita.

Anita menerangkan semua bahan untuk membuat wayang dari ranting daun singkong disediakan oleh pihak Museum Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja. Dengan instruktur pembuat wayang yakni Kusno, seniman wayang dari Umah Wayang Selakambang.

“Peserta juga sangat antusias untuk belajar membuat wayang dari ranting daun singkong dan setelah selesai semua hasil karya yang dibuat dibawa pulang oleh masing-masing peserta,” jelasnya.

Ia pun menyampaikan selain diajarkan cara membuat wayang dari ranting daun singkong yang sederhana, peserta juga diajarkan untuk saling berkomunikasi dengan wayang yang dibuatnya sendiri. Meskipun wayang dari ranting daun singkong tidak dapat bertahan lama, tapi nantinya diharapkan anak-anak dapat berkreasi saat menemukan ranting-ranting yang lentur untuk dijadikan wayang.

“Mereka juga bisa menularkannya kepada teman-teman yang lain dan sebenarnya untuk membuat wayang mainan ini juga bisa menggunakan damen atau jerami. Kalau mau bahan lain yang sejenis pakai bamboo yang sudah disayat tipis cuma sedikit ribet,” pungkas Anita. (PI-7)

350 kali dilihat, 12 kali dilihat hari ini

Bank Sampah

Bank Sampah

tegarroli.com – Bank Sampah Bersinar SMP 1 Karangmoncol dan Bank Sampah Bestari Desa Selabaya, Kecamatan Kalimanah menjadi bank sampah terbaik masing-masing untuk kategori bank sampah sekolah dan bank sampah masyarakat dalam lomba bank sampah tingkat Kabupaten Purbalingga 2019.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purbalingga, Priyo Satmoko, kemarin(11/08) mengatakan, sebelumnya pihaknya telah melakukan penilaian terhadap puluhan bank sampah di tingkat sekolah maupun yang beroperasi di masyarakat.

“Aspek penilaian antara lain dari sisi manajemen, jumlah nasabah, jumlah tabungan, keberadaan tempat memilah sampah, program pengolahan sampah dan lainnya,” katanya.

Adapun untuk tingkat sekolah, juara I Bank Sampah Bersinar SMP 1 Karangmoncol, juara II Bank Sampah Braling SMP 1 Mrebet, juara III Bank Sampah Permata SMP 1 Padamara, harapan I Bank Sampah Binar SMP 1 Kemangkon, harapan II Bank Sampah Lestari SMP 1 Kaligondang dan harapan III Bank Sampah Ceria SMP 2 Karangreja.

Sedangkan untuk kategori bank sampah masyarakat, juara I diberikan kepada Bank Sampah Bestari Desa Selabaya, Kecamatan Kalimanah, juara II Ngangeni Desa Sidakangen, Kecamatan Kalimanah dan juara II Bank Sampah Sahabatku Desa Muntang, Kecamatan Kemangkon.

“Selamat kepada para pemenang. Sedangkan kepada bank sampah lain yang sudah berpartisipasi, sangat kami apresiasi dan ucapkan terima kasih,” katanya.

Kemudian, ntuk para juara lomba bank sampah, akan diberikan bantuan dan hadiah pada saat kegiatan Program Kali Bersih (Prokrasih) di Kelurahan Kalikabong, Kecamatan Purbalingga oleh Bupati Purbalingga, Jumat, 23 Agustus mendatang. (PI-6)

669 kali dilihat, 20 kali dilihat hari ini

Peringatan Hari UMKM Nasional

Peringatan Hari UMKM Nasional

tegarroli.com – Guna mendorong geliat UMKM di Kabupaten Purbalingga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga memusatkan peringatan hari UMKM nasional di kampung Duku. Hal tersebut disampaikan Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi (Tiwi) saat melakukan sambutan pada acara peringatan hari UMKM nasional, Senin (12/8/2019) di kampung Duku Desa Kembaran Wetan Kaligondang.

Tiwi mengatakan, di hari-hari khusus lain, acara biasa diadakan di Pendapa Dipokusumo. Namun kali ini diadakan di tempat terbuka kampung Duku agar tempat yang biasa digunakan pelaku UMKM tersebut bertemu bisa dikenal oleh masyarakat. Menurutnya, pengenalan hasil UMKM salah satunya juga bisa dilakukan di tempat yang unik.

“Sengaja kami adakan di tempat yang unik ini agar hasil UMKM Purbalingga bisa cepat dikenal,” kata Tiwi.

Keseriusan mengenalkan UMKM Purbalingga juga dilakukan Pemkab dengan mengundang staf Ahli Kemenkop UKM RI. Hadir pula perwakilan Smesco yang merupakan BLU dari Kemenkop UKM RI yang berfungsi untuk memasarkan UMKM dari seluruh penjuru Indonesia.

Tiwi berharap, Smesco bisa menjembatani pemasaran UMKM Purbalingga agar bisa go-nasional bahkan international. Tiwi meminta Smesco mendata UMKM Purbalingga yang memenuhi syarat untuk ikut dipasarkan disana mengingat bergengsinya Smesco bagi pelaku UMKM Indonesia.

“Saya mohon ini Kemenkop UKM RI melalui Smesco untuk bisa mendata UMKM Purbalingga yang layak dipasarkan disana,” ujarnya.

Untuk diketahui, Smesco adalah pernah ditunjuk Presiden Joko Widodo untuk mengenalkan produk UMKM Indonesia saat gelaran Asean Games 2018 lampau. Staf Ahli Kemenkop UKM RI, Samuel Watimena yang hadir dalam kesempatan menuturkan, produk yang bisa dipasarkan di Smesco adalah Fashion, Acesoris, makanan dan minuman.

“Kami siap untuk itu. Produk yang bisa dipasarkan adalah fashion atau yang berhubungan dengan kain,acesoris, makanan dan minuman. Produk minimal bisa bertahan tiga bulan,” pungkasnya. (KP-4).

510 kali dilihat, 13 kali dilihat hari ini

Bagaikan Daging Qurban Kepada Warga Sirau

Bagaikan Daging Qurban Kepada Warga Sirau

tegarroli.com – Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi membagikan daging qurban kepada warga Sirau. Daging sapi seberat 5,5 kuintal dibagikan untuk masyarakat RT 22 RW 7 Dukuh Gondang Dusun Karanggintung, Desa Sirau.

Kepala desa Sirau, Dirun mengatakan selain sapi pemberian Bupati Purbalingga, juga ada 10 kambing yang potong dan dibagikan kepada masyarakat Dukuh Gondang. Alhamdulillah dengan adanya pemberian daging qurban dari Bupati, warga Sirau merasa senang dan berterima kasih kepada Bupati.
” Pemberian daging qurban dapat meningkatkan asupan protein bagi masyarakat khususnya protein hewani,” katanya disela-sela pembagian daging qurban, Minggu (11/8).
Secara keseluruhan untuk desa Sirau hewan qurban pada tahun 1440 Hijriah atau tahun 2019 sebanyak 4 ekor sapi dan 71 ekor kambing. Yang terbagi 7 lokasi pemotongan yakni di dusun Paguyangan, Cilasdrang, Pengungsen, Sirau, Bandingan, Dukuh Mingkring, dan Karangwuni.
” Untuk pembagian daging kita tidak menggunakan kantong plastik namun menggunakan daun nyangkuh sehingga lebih higienis,” katanya.
Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi mengatakan mudah-mudahan daging qurban bermanfaat yang telah diberikan dapat memberikan berkah dan barokah bagi warga Sirau. Tiwi sangat gembira melihat disambut yang luar biasa masyarakat Desa Sirau. Tiwi berpesan agar masyarakat selalu kompak tetap guyup dan rukun  dalam membangun desanya.
” Saya mohon pak Kades untuk dibantu dan disengkuyung dalam pelaksanaan program-program desanya,” katanya.
Bupati Tiwi juga bertekad untuk terus membantu Desa Sirau agar menjadi lebih maju dibandingkan desa lainnya. Seperti bantuan penerangan jalan desa, siap diluncurkan. Kegiatan pasar murah dan bantuan sapi qurban 2 ekor sekaligus untuk tahun mendatang.
” Tahun ini juga sudah kita bantu pembangunan musholla sebesar Rp 50 juta. Semoga bantuan tersebut dapat memberikan kenyamanan dalam beribadah,”  katanya.
Sedangkan Pengawas Hewan Qurban, PPL Pertanian Karangmoncol, Puji mengatakan hewan qurban di Desa Sirau masih dalam katagori aman untuk di konsumsi. Dilihat dari fisik hati hewan qurban tidak ada cacing pitanya.
” Sehingga daging khusus hati bisa di konsumsi, namun demikian jika masyarakat menemukan cacingnya untuk segera di bakar dan jangan dikonsumsi,” katanya
Hal tersebut dilakukan untuk menjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti tertular penyakit cacing hati ke tubuh manusia. Karena jika pengolahan tidak maksimal maka kecenderungan tertular lebih besar.  (PI-2)

359 kali dilihat, 9 kali dilihat hari ini