Rumah Merah Putih

Rumah Merah Putih

Filem yang disutradarai sekaligus Produser Ari Sihasale kini akan segera hadir. Dengan durasi 96 menit ini menampilkan para pemain. Diantaranya, Pevita Pearce, Patrick Rumlaklak, Amori, De Purivicaco, dan Yuma Carlos.

Pemain lainnya adalah Shafira Umm, Adurrahman Arif, Dicky Tatipikalawan, Calvin Petrus, Antonio dan Do Rasario. Filem dengan judul Rumah Merah Putih ini berawal dari kebiasaan setiap menjelang 17 Agustus, masyarakat di Desa Silawan, Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) memperoleh cat warna merah dan putih. Cat tersebut digunakan untuk mewarnai ruamah warga agar senada dengan warta bendera Indonesia.

Setiap kepala keluarga mendapatkan jatah cat. Celaka, Farel (Petrick Rumlaklak) menghilangkan cat yang diberikan kepadanya. Agar tidak mendapat omelan dari orang tuanya, dia bersama sahabatanya, mencoba banyak cara mendapatkan cat metah-putih tersebut.

Mereka berusaha mengumpulkan uang. Membeli dua kaleng cet ternyata tidak mudah. Selalu ada masalah yang menghampiri. Bahkan, Oscar mengalami kecelakaan. Dia jatuh saat melakukan panjat inang. Bagaimana kelanjutan perjuangan Farel dan Oscar demi mendapat cat merah-putih?

Filem yang mengangkat kehidupan masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia yakni Timor Leste ini merupakan film pertama rumah produksi Alenia Pictures setelah lima tahun tidak merilis karya.

Rumah Merah Putih membawa cerita anak-anak yang bisa ditonton semua umur. Ari menggandeng anak-anak local dalam film tersebut. Bahkan, mereka menjadi pemeran utama.

“Kita harus berikan kesempatan, jangan anak-anak ibu kota saja buat aktng, anak di perbatasan NTT juga punya bakat luar biasa dan harus didukung,” ujar sang produser, Nia Zulkarnaen di Harian Republika Kamis (20/6/2019).

Menurutnya, tim sengaja mencari pemeran anak-anak di NTT. Setelah menemukan pemeran-pemeran yang cocok, mereka mengadakan likakarya di Kota Atambua, NTT.

4,185 kali dilihat, 46 kali dilihat hari ini

Merasakan Lezatnya Martabak Mini Minul

Merasakan Lezatnya Martabak Mini Minul

Martabak, satu di antara makanan yang memiliki penggemar hampir dari seluruh lapisan masyarakat. Kini aneka macam modifikasi martabak mulai banyak Anda jumpai mulai dari aneka rasa hingga variasi bentuk dan ukurannya.

Pemilik Minul (Martabak Mini Menul), Eko Pujiono bersama istrinya, Suci Tuningsih melihat peluang bisnis martabak ini. pasalnya ukuran martabak yang besar, menginspirasi mereka untuk membuat martabak mini.

“Kita buat konsep martabak ini dengan tema yang lebih unik dan keratif. Sehingga martabak mini ini bisa dijadikan pengganti kue ulang tahun,” Ucap Eko di Ruang Humas Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Rabu (19/6/2019).

Dalam proses pembuatan martabak, kata Suci, tidak terlalu rumit, diawali dengan proses pembuatan adonan, pemanggangan, pembuat topping, selai hingga ke bagian hiasan diluar permukaanya.

“………..,”

Ia mengatakan pangsa pasar dalam bidang kuliner martabak ini masih sangat besar. Khususnya Minul untuk edisi promosi.

“Martabak ini cukup terjangkau, mulai paket S isi 6 pcs dengan harga 15 ribu. Untuk paket M isi 9 pcs harganya 23 ribu. Paket L isi 12 pcs harganya 30 ribu, dan paket XL isi 15 pcs harganya 36 ribu. Kita juga sedang pro dengan beli dua paket L dapat satu paket S, berlaku sampai 23 Juni 2019,” pungkasnya. (tgr)

4,571 kali dilihat, 42 kali dilihat hari ini

Yuks Jeprat-jepret di Kutabawa Flower

Yuks Jeprat-jepret di Kutabawa Flower

Aroma libur lebaran masih terasa. Kalua agenda piknik tengah bulan ini belum ada, ambil saja wakt sekejap untuk ke Purbalingga, Jawa Tengah. Purbalingga yang selalu punya sesuatu baru kini menawarkan aneka spot menarik untuk jeprat-jepret sembari makan atau menikmati sejuknya suasana. Tegar Roli A.

Kutabawa Flower bisa menjadi pilihan wisata sembari berburu foto di Purbalingga. Taman yang penuh dengan berbagai macam bunga ini menawarkan kesejukan suasana pegunungan.

Menandai Kutawaba Flower mudah. Terletak di Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, dibawah kakgi Gunung Slamet ini memiliki are ayang luas. Nama Kutabawa Flower itu karena terdapat barbagaimacam dan bentuk bunga yang bisa memanjakan mata dan suasana.

Didepan pintu gerbang utama terdapat semacam ruang santai keluarga yang dapat kamu manfaatkan untuk jeprat-jepret bersama keluarga atau teman sejawat.

“Disini banyak sekali tempat untuk sewa foto, udaranya segar dan pemandangannya bagus,” kata Tegar, salah satu pengunjung asal Desa Serayu Karanganyar, Purbalingga.

Kamu bisa ajak keluarga, kerabat atau pasangan untuk datang kesini. Bebas bergaya mengambil spot foto yang paling menarik. Lucunya, gadis kecil pun bisa mengambil foto selfee dengan latar belakang bunga-bunga yang indah. Tiket masuk pun tergolong murah, cukum membayar 10 ribu per kepala kamu bisa menikmati pemandangan dan suasana indah sepuasnya.

“Posisi di kaki Gunung Slamet ini yang menjadikan udara segar, dan banyak wisata yang sejalur dengan ini,” katanya lagi.

Dengan mengambil rute jalur pendakian Gunung Slamet kamu dapat dengan mudah menemukan tempat ini. Tidak hanya kendaraan roda dua, mobil dan bus pun bisa dengan mudah memasuki tempat ini.

“Aksesnya mudah, gampang dicari, dan hampir semua penduduk disekitar tau tempat tersebut. Jadi ketika bertanya sama warga bisa langsung ditunjukan, dan mudah ditemukan,” ungkapnya.

4,403 kali dilihat, 40 kali dilihat hari ini

Intip Keindahan The Jayakarta Yogyakarta Hotel & Spa

Intip Keindahan The Jayakarta Yogyakarta Hotel & Spa

Sebuah penginapan yang terletak  di depan Transmart, Jl. Laksda Adisucipto No.km, 8, Maguwoharjo, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta ini menawarkan pengalaman menginap yang luar biasa.

Menggabungkan konsep keramahan sebuah hotel mewah dan menyatu dengan alam. Banyak kolamrengang tersedia disana. Penginapan ini layaknya wisata ditengah pantai, banyak tersedia pohon kelapa yang diiringi oleh pantai buatan.

Pertama saya masuk, terasa tentram suasana hati ini melihat arsitektur yang penuh dengan kebudayaan kota Yogyakarta. Dekorasi hiasan lobby dan restoran menyediakan Anda dengan pandangan pertama dari kekayaan budaya dan bersejarah kota kuno ini. Kita yang terkenal dengan istana dan candi Borobudur, Kota Pelajar, dan banyak cendikia dan seniman terlahir disini.

Cukup membutuhkan waktu 5 menit saja dari Bandara Adi Sucipto ke The Jayakarta Yogyakarta Hotel & Spa, saying waktu itu saya tidak naik pesawat. Jadi cukup 13 ribu untuk naik gojek dari Stasiun Tugu ke tempat ini. Dan hanya membutuhkan waktu 15 menit saja dari pusat kota Yogyakarta.

Semua kamar di Jayakarta Yogyakarta ini menawarkan balkon pribadi, TV satelit dan WIFI gratis. Gimana enak kan,? Gak kebayang, tidur di hotel sambal internetan full pake WIFI.

Disetiap kamar, masing-masing memiliki pemandangan taman yang rimbun atau kolam renang laguna. Pagi dan sore hari pun banyak wisatawan renang secara gratis disini.

Interior yang mencerminkan budaya dan sejarah Yogyakarta ini menjadikan suasana terasa nyaman .

Di restoran, Anda juga bisa menemukan spesialisasi Jawa, serta favorit internasional ditambah teras makan yang besar. Ini sangat menarik untuk kita saling bercengkrama secara keluarga, selain masakan yang enak disini juga menyediakan beraneka macam menu pilihan, seperti mendoan, nasi goreng, bubur ayam, dan masih banyak menu lainnya.

Staf yang ramah di The Jayakarta Yogyakarta menunjukkan keramaha Jawa yang sangat baik. Setiap bertemu pasti ada tegur sapa untuk memberikan salam hormat kepada para pengunjung. Dari sini anda bisa menikmati semua wisata yang ada di Kota Istimewa Yogyakarta.

Mengintap selama 3 hari dalam acara Workshop Manajemen Reputasi yang di gelar oleh Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah menjadikan saya berkesan menginap di hotel ini. Selain asik dan bisa beristirahat dengan tenang, bakalan asik deh pokoknya…

1,189 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Lebih baik rendah hati daripada pamer

Lebih baik rendah hati daripada pamer

Pikir dulu sebelum mau pamer soal pencapaianmu, kalau memang mau melakukannya, harus ada hal lain yang bisa mendukungnya.

Berdasarkan penelitian baru yang dirilih oleh jateng.antaranews.com, ternyata orang-orang lebih merespons positif individu yang rendah hati ketimbang mereka si tukang pamer. Ketika orang memamerkan sesuatu, studi itu menemukan bahwa promosi tersebut lebih bisa diterima bila didukung bukti.

“Jika Anda mau memperlihatkan diri dengan cara positif dan bicara tentang pencapaian, akan lebih membantu untuk punya informasi eksternal atau bukti untuk membuktikan Anda unggul dalam satu hal,” kata penulis Erin O’Mara, profesor psikologi di University of Dayton seperti dikutip dari Time.

Berdasarkan studi itu, orang-orang akan lebih menyukai Anda jika Anda rendah hati dan mendeksripsikan diri dengan cara yang sederhana.

Tapi jangan jadikan itu alasan untuk melakukan humblebrag, merendahkan diri sendiri sebagai kedok untuk pamer. Humblebrag, berdasarkan studi, takkan membuat Anda mendapatkan teman.

“Untuk humblebragging, ada upaya mempromosikan diri sendiri dengan membuat diri terkesan rendah hati,” kata Kunz. Akan lebih membantu bila orang mengetahui prestasi Anda lewat orang ketiga, seperti yang ditemukan di studi baru, imbuh dia.

316 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Mengenang Raden Aria Wirjaatmadja, Pendiri BRI

Mengenang Raden Aria Wirjaatmadja, Pendiri BRI

Di sebelah barat, tidak jauh dari alun-alun Purwokerto berdiri bangunan. Museum Bank Rakyat Indonesia (BRI) bangunan dengan nuansa rumah lawas itu setiap hari nampak lengang. Hanya hari-hari tertentu bangunan tersebut nampak ramapi anak-anak dengan seragam sekolah. Di sebelahnya, terbentang Jalan Wirjaatmadja atau yang lebih dikenal dengan nama Jalan Bank.

Tidak banyak yang mengetahui namanya Wirjaatmadja merupakan tokoh penting dalam dunia perbankan, yang merupakan asli putra daerah Kabupaten Banyumas. Di sebelah utara bangunan museum, berdiri bangunan dengan satu ruangan.

Bangunan ini terdiri dari tiga monumen yaitu Gedung Replika, Patung Raden Aria Wirjaatmadja, Gedung Museum BRI. Selain tiga monumen tersebut, untuk mengenang dan melanjutkan semangat pendirinya pada Museum BRI ini pun dilengkapi dengan Unit Pelayanan yang terdapat di dalam Gedung Museum. Lokasi ketiga monumen ini berada dalam satu halaman, sesuai dengan ketika pertama kali bank De Poerwokertosche Hulp-en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren beroperasi pada tahun 1895.

Gedung Bank Priyayi
Bangunan seluas 31 meter persegi ini merupakan kantor tempat De Poerwokertosche Hulp-en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren memulai operasinya yang pertama kali, yaitu pada 16 Desember 1895. Walaupun bangunan ini telah mengalami renovasi namun bentuk dan letaknya dibuat tepat sama seperti aslinya. Bahkan dalam renovasi ini hanya dindingnya saja yang menggunakan batubata baru, sedangkan kosen-kosen atap, jendela, pintu, langit-langit, dan atapnya masih memakai bahan yang asli.

Bangunan kantor ini dibagi menjadi dua bagian yaitu ruang dalam dan teras. Ruang dalam merupakan ruang kerja Raden Aria Wirjaatmadja, sedangkan teras merupakan tempat pembantunya menerima atau melayani para nasabahnya.

Monumen Raden Aria Wirjaatmadja
Untuk mengenang dan menghormati jasa-jasa Raden Aria Wirjaatmadja sebagai pencetus gagasan mendirikan bank, didirikanlah sebuah monumen berupa patung Raden Aria Wirjaatmadja. Patung ini terletak di sebelah kanan gedung replika dan dikelilingi oleh sebuah kolam kecil.

Wirjaatmadja lahir dari pasangan Raden Ngabehi Dipadiwirja (Kepala Demang Prajurit Ayah) dengan ibu anak dari Mas Ngabehi Kertajaya (seorang Kliwon di Surakarta) di Adireja ibukota daerah Ayah Kabupaten Banyumas pada bulan Agustus 1831. Pada usia 21 tahun beliau sudah bekerja menjadi juru tulis kontrolir Belanda di Banjarnegara.

Dua tahun kemudian Wirjaatmadja menjabat mantri polisi, selanjutnya menanjak sebagai wakil wedana (1863), wedana definitif di Batur (1866), wedana Adireja (1873), wedana Karesidenan Banyumas (1875), dan Patih Purwokerto (1879). Jabatan ini dipegang hingga pensiun pada tahun 1907.

Selain dikenal sebagai Patih Purwokerto, Raden Aria Wirjaatmadja dikenal juga sebagai peletak dasar dan pendiri bank di Indonesia, yang juga menjadi cikal bakal dari Bank Rakyat Indonesia.

Berpose di bangun kantor De Poerwokertosche Hulp-en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren saya bersama Brillianto K. Satria Jaya Direktur Program dan Pemberitaan TvMu

171 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

Rambut Gondrong Menguntungkan Perusahaan

Rambut Gondrong Menguntungkan Perusahaan

Gondrong: antara untung dan rugi. Rambut gondrong pernah tren pada era 1970-an di hampir seluruh dunia, dari Amerika Serikat sampai Indonesia. Tapi jangan dianggap kalau rambut saya gondrong, berarti saya tua ya, karena musisi dunia, seperti John Lennon dan Robert Plant, berambut gondrong pada masanya. Begitu pula pemanin band di Indonesia, dari Koes Plus sampai band  rock Ternchem dari Solo, memiara rambut panjang. Kaum muda di negeri ini pun tersapu rambut gondrong, seperti saya ini, he.

Usut punya usut, ternyata mode rambut gondrong menguntungkan perusahaan sampo. Mengutip harian Kompas Edisi Sabtu 15 Juni 2019 hal. 11 mencatat bahwa produk perawatan rambut di Amerika Serikat meraih untung dari kebiasaan orang memelihara rambut gondrong dan jenggot panjang. Prodsen sampo berhasil menjual produk 300 juga dollar AS lebih banyak dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Stasiun televise juga diuntungkan dengan meningkatnya iklan. Tuh kan Rambut Gondrong Menguntungkan Perusahaan. Kapan tiba saatnya lagi musim rambut gondrong ya gaes,, HAAHA..

222 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini